Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

Tags

Kisah Perjalanan Ekpedisi TRA ( Tambora Rinjani Agung ) Dec 1999 - Jan 2000 Part 1

Bejo van houten
Bejo van houten, pada 9 Juli 2013, 6.45
di Blog

Sebelum bercerita saya sangat berterima kasih kepada BPI, karena dengan adanya BPI saya mulai tergugah kembali untuk menyaluri Hobby saya yaitu Hiking yang sudah lama saya tinggalkan. Seingat saya terakhir Hiking th 2004 bersama anak2 bocica ke Gede Pangrango pas liburan lebaran setelah itu stop,,dan pada lebaran 2012 saya pergi ke galunggung bersama keluarga kebetulan waktu itu saya masih memakai tongkat untuk berjalan dikarenakan kaki kanan saya masih terpasang pen karena patah akibat di cium motor dan belum terlalu sembuh melihat galunggung di depan mata maka semangat serta jiwa saya bergejolak, saya coba naik ke puncak galunggung melalui tangga yg sdh tersedia akhirnya mampu sampai puncak walau memakai tongkat dan sampai saya menulis kisah ini saya baru turun dari Merapi ( 6 - 7 July 2013 ), Papandayan ( June 2013 ), dan Sindoro ( May 2013 ) masih dalam keadaan terpasang pen tapi sudah lepas tongkat.

Awal dari pendakian TRA berawal waktu itu saya bekerja di salah satu Fabrikasi farmasi dari 1996 - 2004 dimana tempat saya bekerja ini memiliki Group Pencinta Alam yg gagasannya dari saya dari awal ber3 sampai jumlahnya puluhan, sering 1 atau 2 bulan kita mengadakan kegiatan pendakian.
Setelah lama kita mempunyai ide untuk mengadakan pendakian ke 3 gunung sekaligus yaitu kita singkat TRA ( Tambora Rinjani Agung ) dan diikuti sekitar 25 orang, terdiri dari 5 orang team kami dan sisanya dari team cibubur ( lupa nama klubnya ) beberapa mahasiswa di Jakarta mudah2an yang baca bisa teringat kembali.
Dari beberapa pertemuan yang diadakan di base camp team Pala Cibubur barulah kita putuskan perjalanan dilakukan H+1 setelah lebaran, berikut ceritanya :

# H+ 1 Kami sudah antri di stasiun pasar senen dari jam 7 pagi untuk menggunakan kereta api menuju surabaya, kebetulan waktu itu dapat KA tambahan yg tanpa kursi duduk ( coba anda bayangkan :capek: )lumayan membuat tipis pantat Jakarta - Surabaya deprok di lantai KA. Didalam perjalanan ini kami bertemu 2 orang pendaki yang semulanya mau ke Merapi akhirnya bergabung ke team Kami.

# H+ 2 Sampai di Stasiun Surabaya jam 06.00 ( MCK )lanjut ke terminal BUs , naik Bus AC ke Denpasar, tiba di Denpasar sekitar pk. 16. - agak lupa :bokek:
Lalu kita lanjutkan ke Pelabuhan Padang Bai sampai di Padang Bai sekitar jam 22.00, menunggu kapal laut sampai sekitar jam 02.00

# H+ 3 Pk 02.30 Kapal Laut Padang Bai ,tiba di Pelabuhan Lombok sekitar jam 7 pagi,,sudah ditunggu sama team Unram yang bersedia menampung kami selama di Lombok,,kami lanjutkan kembali perjalanan ke base camp Unram. Setelah sampai kita istirahat setelah itu briefing bersama untuk pembagian team, dengan rencana Team 1 ke Rinjani terlebih dahulu baru ke Tambora dan Team 2 ke Tambora dahulu kemudian Rinjani dan kebetulan saya memilih team 2 bersama 10 orang dan ditemani 2 orang dari Mapala Unram jadi total 13 orang, barulah kita shoping untuk logistik :gaya:
Setelah selesai shoping kembali ke base camp untuk re-packing, baru kita lanjutkan untuk trip ke Tambora yang kita sepakati via Desa Pancasila.
Pas waktu itu juga di NTB sedang terjadi perang antar suku :bingung: ,tapi kita nekat saja untuk melanjutkannya ,,,bener2 gila disepanjang jalan malam hari mobil yang kita tumpangi kena sweeping :adem: untungnya saja kernet bus tersebut sangat ahli negosiasi yang akhirnya aman kita dari penjarahan :itshot: .

# H+ 5 Pk 02.00 WIT kita bersama team sampai di Masjid Agung seperti yang disarankan agar aman,,turun bus langsung nyebrang masuk ke dalam masjid ( ada beberapa teman yang berbeda Agama walaupun bgt kita tetap solid krn kita satu team ),,kita tidak pake tengok kanan kiri karena tidak bisa dibayangkan gimana mencekamnya waktu itu. Di emperan masjid kita menunggu hari pagi sembari nunggu waktunya sholat subuh, selagi kita beristirahat pengurus masjid menghampiri kami dan kami memperkenalkan diri. Alhamdulillah bapak ini bersedia menemani kita besok pagi ke terminal dompu untuk mencari mobil yang ke arah desa Pancasila karena bapak ini ternyata sangat disegani di wilayah tersebut. Setelah selesai subuh kami siap2 melanjutkan ke terminal dompu ditemani bapak tersebut, Bapak " kaga usah kwatir adek2 bersama saya, jalan rileks aja ngga usah takut ya"..Kita berjalan menuju terminal dengan menemui orang2 yang banyak memegang senapan, busur panah dan tombak di tangan :takut: tetapi kita menyerahkan semua kepada Tuhan YME dan berkat pertolongan bapak ini juga kita sampailah di terminal dompu. Setelah berpamitan dan mengucapkan banyak terima kasih, kami mencari sarapan pagi sembari menunggu kedatangan Bus ke arah Desa Pancasila .Setelah sekian jam baru datanglah bus ( seperti kopaja )keril dan tas2 kita letakkan di atas atap bus karena di bawah penumpang sangat penuh ditambah bangku kayu di tengah , selain itu ada penumpang yang naik di atas atap :itshot: . Setelah turun naik perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam yang kita lihat hanya tebing dan lautan yang sangat indah di pandang mata. Tak terasa pegalnya badan ini sampailah team di desa Pancasila ,Kami dijemput oleh salah seorang pemandu dan diantar ke tempat karang taruna setempat untuk melakukan pendaftara. Kita di jamu sama warga setempat untuk makan bersama sebelum melakukan pendakian, baru kali ini kita mendaki di suguhin nasi liwet yang langsung dituang di daun pisang yang disebarkan di tanah, Nasi,tempe,daging,kacang panjang di aduk rata dan kita makan bersama2 tanpa ragu meskipun makanan tersebut dilewati babi dan anjing peliharaan mereka :jempol:
Setelah jamuan selesai kami disuguhi kopi asli tambora ,kami disuguhi memakai gelas kecil kaya minum sake gitulah ( kopi ini sangat pahit dan kental ).
Kemudian kita bersiap-siap untuk mulai pendakian ke Tambora dengan ditemani seorang guide, mulailah pendakian berat dimulai dengan mengikuti jalur truk pembawa kayu2 hasil penebangan hutan, letih ,berat, gundah, sudah menumpuk jadi satu. Base camp smapai pos 1 seingat saya waktu itu jam 13.00 - 18.30, teru kita melanjutkan perjalanan kembali sampai pos 3 sekitar jam 22.00 malam disertai banyaknya pacet yang menempel di seluruh tubuh kita padahal waktu itu saya termasuk orang yang paling lengkap memakai pelindung agar tidak terkena pacet namun apa daya pacet lebih huebatttttt,,,,,gila!!!pacetnya ampyun deh :voodoo: sampai di buat stress!!! Camp d pos 3 mencari air juga harus melawan dan mengadu strategi dengan pacet :punyeng:
Setelah isi perut, tidur2an karena tidur tidak bisa merem akibat minum kopi tambora tersebut,kita persiapan summit ke puncak.

# H+ 6 Jam 02.00 kami melanjutkan perjalanan dengan melalui gelapnya hutan tambora berlomba dengan pacet dan disertai banyaknya tumbuhan setan julukan kami ( daunnya lebar memiliki duri apabila terkena seperti kena setrum apabila kita garuk maka bentol2 kulit kita ) :stres: ..Berjuang dengan keadaan limbung tanpa kompromi disertai jentik2 nyamuk yang berada di dalam air yang kita bawa karena sewaktu mengambil air tersebut kita tdk melihatnya akhirnya sampailah kita di puncak Tambora :keren: sekitar jam 06.00WIT.


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

Bejo van houten
Bejo van houten
Bejo van houten Jr.
pd. 9 Juli 2013, 13.54

Ingin lagi kesana :kecewa:

Suka 0
Bejo van houten
Bejo van houten
Bejo van houten Jr.
pd. 9 Juli 2013, 13.53

Part 2 menyusul ya !!! mau lanjutin kerjaan dulu nih

Suka 0

© backpackerindonesia.com