Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

Tags

Goa Pindul, Stalaktit Terbesar di Dunia

faridsw
faridsw, pada 24 Feb. 2013, 10.23
di Blog

Jika berbicara tentang objek wisata yang ada di Gunung Kidul, maka terucap kata pantai itu sudah biasa. Kali ini terucap kata “Goa Pindul”. Ada ada di objek wisata Goa Pindul? Disini kita bisa menikmati cave tubing Goa Pindul, Goa Gelatik, Goa Sioyot, river tubing Oyo, monumen Jendral Sudirman, sampe pabrik minyak kayu putih. Di tempat ini juga tersedia paket makan, paket outbond, hingga paket homestay. Biayanya masih terjangkau untuk para backpaker.

Lokasi ini terletak di Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia atau lebih tepatnya di koordinat S7°55'50.4" E110°38'58" pada GPS. Akses untuk menuju tempat ini sekarang cukup mudah, karena sudah tersedia jasa pengantar gratis menuju lokasi Goa Pindul. Jasa ini mulai ditemui dari daerah Bunder hingga bunderan pertama kota Wonosari. Umumnya mereka menggunakan sepeda motor dan mau mengantar hingga mencarikan tempat parkir.

Jika menggunakan kendaraan umum bisa mengambil bus jalur Jogja – Wonosari dan turun di bunderan kota Wonosari. Kemudian disana banyak anak muda yang menjajarkan motornya, ada juga menggunakan kertas bertuliskan “Goa Pindul”. Itu adalah jasa pengantar gratis, dari pada naik ojek lebih baik menggunakan jasa pengantar. Kita tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk mereka, karena mereka sudah dibayar dari pengelola objek wisata.

Sabtu, 16 Februari 2013

Ini trip pertama kali saya ke Gia Pindul. Awalnya hampir gagal berangkat, karena saya harus bersih-bersih rumah untuk persiapan rapat BPI regional Jogjakarta. Saya mulai bersih-bersih rumah jam 07.00 pagi dan berakhir sekitar jam 08.30 pagi. Janjian kumpul jam 06.00 pagi di kontrakan keluarga cemara, tapi jam 08.30 belum berangkat. Kemudian saya langsung tancap gas menuju Jogja dan menunggu keberangkatan di depan UGM Residence. Dan kami berangkat jam 10.00 dari Jogja.

Perjalanan cukup menguras bensin, waktu dan tenaga. Hingga kami harus berhenti dijalan karena ada motor yang bocor. Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali dengan guyuran rintik-rintik hujan dan mas-mas jasa pengantar gratis. Dan hingga akhirnya kami semua tiba di Panca Wisata Goa pindul sekitar jam 11.45 wib. Ini merupakan salah satu dari 3 pengelola kawasan wisata Goa Pindul. Langsung saja kami mengantri untuk registrasi rombongan. Kemudian menunggu giliran dipanggil untuk bersiap memulai cave tubing Goa Pindul.

Satu persatu pelampung dipasang dan selanjutnya berjalan kurang lebih 100 meter untuk mengambil ban. Ban yang digunakan disini berukuran besar, kira-kira seukuran ban truk container. Masih dengan sedikit guyuran gerimis kami mulai menuruni bibir sungai satu persatu. Sebelum menyentuh air dan memulai cave tubing, kami harus mendengarkan instruksi dari pemandu. Ada 3 orang pemandu dalam satu rombongan, namun yang saya ingat namanya adalah mas “Edi Siput”.

Cave tubing Goa Pindul pun dimulai, satu persatu dari kami mulai duduk diatas ban yang sudah mengambang diair. Selanjutnya kami disarankan untuk saling berpegangan, boleh pegangan tangan, ban, pelampung, tapi tidak boleh untuk saling memegang kepala. Hal ini agar kami semua berjalan sesuai jalur dan tidak terpisah seperti gerbong-gerbong kereta api. Satu pemandu berada ditengah rombongan untuk menjelaskan apa-apa yang ada disini.

Goa pindul ini terdiri dari 3 zona, yang pertama zona terang, kemudian zona remang dan zona gelap abadi. Didalam doa pindul terdapat juga 2 bagian, yaitu goa vertikal dan goa horizontal. Goa vertikal merupakan bagian goa yang terdapat sebuah lubang besar diatas goa pindul dan kita harus melihatnya dengan cara terlentang. Zona-zona tadi terdapat di bagian goa horizontal.

Didalam goa banyak terdapat stalaktit yang masih aktif, salah satunya ada yang merupakan stalaktit terbesar di dunia. Selain itu yang unggulan disini terutama untuk para laki-laki adalah batu perkasa. Mitosnya bila laki-laki memegang batu ini akan menjadi perkasa. Terdapat juga stalaktit tirai dan stalaktit kristal. Ini semua atas jasa pemandu saya bisa tau. (hehe...)

Setelah kurang lebih mengarungi buteknya air sungai goa pindul, tibalah kami di goa vertikal yang merupakan pintu akhir paket cave tubing Goa Pindul. Disini kami bisa turun ke air dan naik ke sisi goa untuk foto-foto dan melompat dari atas. Sayang sekali saya tidak melompat kali ini, karena sesuatu hal yang tidak bisa saya ceritakan. Setelah dari sini kami berenang menuju pintu keluar goa, tapi ada satu yang tidak bisa turun ke air karena tangannya ada bekas luka yang masih hangat.

Selesai cave tubing Goa Pindul kurang lebih 45 menit dari titik awal. Kemudian kami berjalan kembali ke tempat semula dan masih diiringi rintik hujan. Satu persatu tas yang kami titipkan kami ambil dan kemudian kami langsung pulang. Tanpa melepas pakaian basah dan hanya menggunakan celana pendek kami mengendarai motor menuju Jogja. Diperjalanan hujan sempat semakin deras dan badan rasanya panas sekali terkena butiran air hujan.

Sesampainya di kota Wonosari hujan mulai reda dan menjadikan hawa semakin dingin. Akhirnya kami memutuskan berhenti dulu di POM bensin bertanda Pasti PAS Gold untuk mandi dan ganti baju. Sesuai tanda, disini semuanya serba enak untuk beristirahat. Mulai dari homestay, minimarket, kamar mandi, mushola, hingga televisi ada disini. Kamarmandinya pun ada yang pake shower, WC duduk, WC jongkok, dan tempat buang air kecil berdiri untuk laki-laki.

Sudah ganti baju dan hujan pun sudah reda, kami bergegas melanjutkan perjalanan pulang. Kami berhenti makan sore (yang sahrusnya makan siang) di Mie Ayam TPMC atau sering disebut mie ayam Sekar Suli di jalan Wonosari Km 6. Harga perporsi pakai minum teh hangat adalah Rp. 7.500 cukup mengimbangi kuantitas mie nya. Satu porsi mie disini sudah membuat kenyang bahkan kekenyangan, mangkuk aja tidak cukup menampung mie nya.

Habisnya satu porsi mie ayam ini mengakhiri trip cave tubing Goa Pindul hari ini. Meski gerimis belum mau berhenti, namun kami sudah harus menyudahi perjalanan trip ini. Terimakasih untuk teman-teman yang sudah mengajakku untuk merasakan basahnya Goa Pindul. Untuk kalian yang belum pernah cave tubing ke Goa Pindul dan makan mie ayam porsi banyak, kalian harus nyoba! Rugi jika hanya baca blog perjalanan ini dan tidak pernah mencoba apa-apa yang dituliskan di blog ini.


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

© backpackerindonesia.com