Bukit Raya

mawardiBPI, pada 28 Sep. 2018, 9.31
di Blog

Start: 11 Agu 2018, 6.00

Coretan BUKIT BAKA BUKIT RAYA(TN BBBR)
By Mawardi (Penikmat Jalan Nanjak)

Coretan yang tidak ada Gunanya Tentang Pendakian ke Bukit Baka Bukit Raya yang hanya berisi catatan kecil yang bisa saya sampaikan semoga bisa menjadi teman bacaan untuk kita-kita nantinya jika usia makin bertambah dan tidak bisa memanggul carrier seperti saat ini

Seperti biasanya pendakian kali ini jauh-jauh hari sudah saya persiapkan sekalian saya informasikan di https://backpackerindonesia.com/ dan di dalam list ada lebih dari 30 orang yang rencananya mau ikut, hanya saat saya informasikan ke pihak TN BBBR hanya mendapatkan Quota 12 orang saja, itu pun setelah saya coba nego dengan pertimbangan cost yang akan kita keluarkan antinya, setelah dapat quota yang jumlahnya tidak sebanding dengan yang kita harapkan juga di group chat pada semangat sekali untuk perginya, akhirnya setelah saya informasikan tidak perlu waktu lama quota langsung full dan yang tidak kebagian sangat menyesal, mungkin ini jalan terbaik buat teman atau sahabat semuanya, kalau sampai ikut semuanya apa yang akan terjadi tidak bisa saya bayangkan dengan lokasi camp yang sangat sempit yang rata-rata hanya bisa menampung antara 3-6 tenda saja. Kurang dari 2 minggu tanggal pelaksanaan ada salah astu peserta yang mengundurkan diri dan langsung saya infokan di group dan tidak begitu lama lama langsung dapat penggantinya, dan kurang dari minggu dua peserta mengundurkan diri karena mau mempersiapkan acara pernikahan, setelah saya infokan langsung dapat satu pengganti ini pun dari luar group yang awalnya sudah info kalau ada tempat mau join…akhirnya peralatan pendakian di titipkan temannya ha..ha..ha..ha..

Hari jum’at seperti biasanya masih melakukan actifitas seperti biasanya pagi masih masuk kerja sampai sore hari dan abis pulang kerja langsung merebahkan badan untuk persiapan nanti malam yang akan berangkat sekitar jam 23an(info dari travelnya) akhirnya jam 21an bagun dan membersihkan diri serta siap-siap dan re-check kembali perlengkapan dan sekitar Jam 23an mobil travel sudah nongol, setelah muter-muter ambil penumpang serta sempat istirahat untuk makan malam perjalanan menuju bandara berlangsung secara lancer tanpa menemui kemacetan (lha wong malam….ha..ha..ha..ha…) sampai bandara sekitar jam 04an dini hari sedangkan penerbangan sekitar pukul 05:35an lansung check-in saja sambil menunggu subuhan sekalian…nah saat masuk pesawat tidak di nyana ke temu sama salah atu peserta mpok Melany (pernah ikut pendakian Raung via Kalibaru pada bulan Nov 2017), Alhamdulillah penerbangan tidak menemui kendala dan sambil menunggu bagasi kita ngobrol ngalor ngidul saja tentang pengalaman dalam menikmati alam…setelah bagasi kita keluar kita nongkrong di luar sambil menunggu temen lainnya yang masih dalam perjalanan karena infonya sekitar jam 9nan, akhirnya nongol juga mas Insan, mas Firman/Khomeng dan Pak Maksum, setelah berkenalan dan ngobrol ngalor ngidul serta waktunya masih pagi sedangkan bis yang akan membawa kita malam hari sekitar jam 19san, akhirnya kita putuskan untuk ke Pool bis Damri yang ada di Jalan Pahlawan(dapat informasi dari mpok Mei Pandoo yang lagi mengerjakan tugas sekolahnya juga yang mencari gas untuk persiapan masak kita nantinya, yuk kita do’akan semoga sekolahnya cepet kelar…amien ya robbal alamien) karena di sana ada tempat untuk melepaskan lelah dan bisa membersihkan diri, akhirnya kita naik Taxi bandara dengan cost 120 ribu tiap kendaraan, nah saat kita baru meluncur dari bandara mas Miftah info kalau sudah mendarat juga…walah telat dikit kendaraan sudah keluar bandara dan tidak mau puter balik ha..ha..ha..ha…y owes nunggu temen-temen yang lagi otw juga mas Rudi, mas Dimas dan mpok Sabrina saja karena perkiraan mereka akan sampai sekitar jam 11san, setelah sampai Pool Damri kita langsung nyari warung untuk ngasih makan cacing yang sudah pada teriak-teriak nih…akhirnya jatuh pada warung padang ha..ha..ha..ha…setelah memberi makan cacing belanja kebutuhan pribadi di sebrang warung padang..setelah selesai balik ke Pool Damri untuk isrirahat sambil menunggu sahabat yang lainnya meluncur dan akhirnya yang batch ke dua sampai juga di pool Damri yaitu mas Rudi, mas Dimas, mas Mifta dan mpok Sabrina hanya tinggal satu perserta lagi yang belum nongol karena pesawatnya si singa ada delay ha..ha..ha.. coba tuh singa di cukur rambutnya hi..hi…hi…tiba-tiba mpok Mie yang lagi ada tugas kuliah di perbatasan dengan Negara tetangga nongol juga di pool damri, setelah berkenalan dengan sahabat lainnya serta melanjutkan ngobrol ngalor ngidul entah apa yang di obrolin pokonya semuanya deh sampai bingung sendiri ha..ha..ha..ha..ha…

Sekitar jam 17:30an kita di antar oleh pihak pool bis damri menuju terminal Soedarso, untuk keberangkatan jam 19san serta perserta terakhir mas Ridwan langsung ke temuan di terminal bis Soedarso, jangan sampai salah terminal, karena di sini ada terminal antar bangsa juga yang tujuannya adalah Negara tetangga yaitu Malaysia serta Brunai Darussalam. Jadwal bis di sini on time juga nih sebeleum jam 19:00 kurang lima menit bis sudah bergerak perlahan meninggalkan terminal menuju terminal antar bangsa untuk melakukan re-check penumpang, dalam perjalanan menuju Nanga Pinoh yang akan kita tempuh kurang lebih 8 jam serta nanti sekitar jam 23an-24tan bis akan berhenti untuk makan malam, lagi lelap-lelapnya di bangunin untuk istirahat sambil makan malam di warung padang (ha..ha..ha..ha..ha….ternyata cacingnya mau makan juga malam-malam hi..hi..hi…) setelah istirahat kurang lebih 30 menit perjalanan kita lanjutkan lagi menuju Nanga Pinoh dan akhirnya sampai di terminal Nanga Pinoh sekitar jam 04tan terminal masih sepi sekali hanya ada bis kita saja, untung msih ada warung yang buka sehingga kita nongkrong sambil menunggu waktu sholat subuh serta nunggu untuk mengambil simaksi ke kantor Taman Nasional yang sebelumnya sudah ada janji, karena bertepatan ini hari libur saya koordinasikan dengan ibu Ivone untuk petugas jaganya.

Tanggal 12-08-2018
Tranportasi :Speed boat, pelayanan sangat memuaskan
Waktu tempuh :4 jam
Tujuan :Nanga Pinoh – Serawai
Level kesulitan :Jika musim hujan lebih mudah, saat musim kemarau air dangkal sehingga kapal hati-hati sekali takut baling-baling kena pasir
Setelah membayar makanan ringan maka team kita bagi dua yaitu semua peserta langsung menuju pelabuhan dengan naik angkot yang kena ongkos per orang 10ribu, sambil menunggu saya dan mas rudi ambil simaksi team ibu-ibu belanja keperluan lain terutama sayuran serta yang lainnya, sedangkan Saya dan mas Rudi menuju ke Balai taman Nasional untuk mengambil simaksi dengan naik ojeg yang ongkos PP 50 ribu tiap motor ongkos ini lebih murah biasanya sekitar 75 ribu, yang jaraknya lumayan jauh kurang lebih PP 1 jaman. Nah saat saya sampai di Kantor taman Nasional ternyata menunggu dulu kurang lebih 1 jaman karena petugasnya lupa tidak menyiapkan sebelumnya (waduh-waduh sudah jauh hari kita infokan…mudah-mudahan lain waktu lebih baik lagi untuk pelayanannya), setelah urusan simasksi kelar kita langsung menuju pelabuhan dan tukang perahu speedboat yang kita booking sudah ready di tempatnya serta sudah selesai loading semua carrier, sambil menunggu ibu-ibu selesai belanja saya sarapan dulu yang sudah di persiapkan oleh sahabat, Alhamdulillah tidak lama setelah selesai sarapan karena waktu sudah menunjukan sekitar pukul 07:30an lebih

Maka perjalanan menyusuri sungai Kapuas kita akan lakukan dengan tujuan Serawai…dalam menyusuri sungai ini sepanjang bibir sungai berdiri gubuk-gubuk kecil yang terapung ternyata untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari mencuci serta untuk kegiatan MCK ha..ha..ha..ha….kalau lagi air melimpah rasanya seru juga seperti merasakan rafting hi..hi..hi…karena kalau saya lihat dari kondisi air saat ini bisa naik sampai 5-6 meter lagi

Sepanjang sungai kita temui juga sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil hutan serta yang tidak kalah ramainya adalah aktifitas penambangan untuk mencari butiran emas sehingga pendangkalan terjadi dimana-mana dan membuat warna air menjadi keruh, sebelaum sampai serawai kira-kira perjalanan 2 jaman kita istirahat dulu samabil makan siang serta speedboat isi bahan bakar, ternyata bukan hanya kita manusia yang merasakan lapar perahu juga ha..ha..ha..ha…merasakan lapar dan haus, apa mungkin kedinginan hi..hi..hi….abis isi bahan bakar serta sang driver ngasih makan cacingnya perjalanan kita lanjutkan kembali, semua kegiatan ini kita lakukan diatas sungai dan terapaung

Setelah berjuang melewati air yang debitnya sudah mulai berkurang serta jalannya speedboat yang seperti pembalap motor Grand Prix ha..ha..ha..ha…ha….driver yang mantap pool paham mana yang dangkal dan mana yang agak dalam airnya dan akhirnya sampai juga kita di desa Serawai sekitar jam 12san untuk ganti perahu kelotok.
Saat sampai di Serawai untuk pergantian transportasi dari speedboat ke perahu klotok ini kita sempat istirahat dulu serta makan siang. Jauh hari sudah saya infokan untuk pesan 2 perahu Klotok dan kenyataannya hanya tersedia 1 perahu klotok (ini kalau orang sekitar menyebutnya sampan, karena mesin perahunya Yamaha..ha..ha…ha….), sehingga menunggu agak lama nyari yang lagi kosong dan bisa digunakan. Awalnya tukang perahu ngotot untuk menggunakan 1 perahu dengan cost 2 perahu di jadikan satu, artinya biaya yang akan di terima bisa 2 kali lipat…mungkin si tukang perahu sudah punya gambaran akan sanggup untuk membawanya tidak memikirikan waktu yang di perlukan (ini akan terulang kembali saat kita kembali pulang setelah saya alami, karena info sebelumnya dari ibu Ivone kita akan menggunakan 2 perahu, saat kita baru sampai dari pendakian malamnya). Setelah mencari kesana-kemari dapatlah satu perahu lagi yang ini bener-bener perahu Klotok, kita akhirnya meninggalkan Serawai sekitar pukul 15san.

Awalnya untuk perahu sampan kita isi 5 orang plus carrier plus satu Sopir dan Kernet perahunya sedangkan yang perahu Klotok kita isi 8orang plus satu Sopir dan Kernet, karena parahu sampan agak lambat walaupun berangkat duluan akhirnya karena merasa keberatan 3 penumpang pindah ke perahu klotok, perjalanan menyusuri sungai menuju rantau malam kita lanjutkan kembali, dalam perjalanan menuju rantau mala mini kita melawan arus sungai dan pendangkalan sungai sehingga beberapa kali perahu yang kita tumpangi kandas dan kita penumpang harus ikut mendorong serta sepanjang aliran sungai banyak kita temui penambang emas…setelah menyusuri sungai yang membuat hati berdebar apa lagi pas malam hari sungai tidak begitu kelihatan mana yang dalam dan dangkal serta beberapa kali perahu yang kita tumpangi kandas akhir kita sampai di desa Jelundung sekitar pukul 20an. Karena infonya jalur yang akan di lalui lebih banyak dangkalnya kita akhirnya menginap di rumah tukang perahu (mas Moko) malam ini sambil menunggu perahu yang di belakang. Sebelum istirahat kita sempatkan makan malam dulu di desa jelundung ini dengan pesan mie, teh, kopi dan ada juga nasinya, Alhamdulillah cacingnya tidak teriak lagi setelah bermain air dan terasa agak dingin ha..ha..ha..ha….untuk cost yang kita keluarkan malan ini tidak begitu mahal kurang lehi 90rban.
Kebetulan ibu Ivone satu perahu sama kita tapi dia melanjutkan perjalanan menuju desa rantau malam dengan minta di antar ojeg, karena mau koordinasi dengan para porter yang sudah kita pesan sebelumnya di takutkan kita agak siang baru sampai di desa rantau malam sehingga mereka sudah pergi ke ladang juga untuk persiapan besok saat sampai langsung acara adat dan lain-lainnya., sekitar pukul 22an perahu yang di belakang nongol juga yang kita sudah siap-siap merebahkan badan…akhirnya bawaan carrier kita gotong beramai-ramai dan selanjutnya langsung kita istirahat karena besok kita akan melanjutkan perjalanan.
Catatan : untuk perahu sampan maksimal 6 orang, jika lebih dari itu maka waktu yang di perlukan akan semakin lama tidak tahu kalau air sungai lagi tinggi, karena kita mengejar waktu sedangkan tukang perahu mengejar uang.

Tanggal 13-08-2018
Tranportasi :Ojeg
Waktu tempuh :30 Menit
Tujuan :Jelundung – Rantau malam
Level kesulitan :Jalan tanah, berbatu serta naik turun dan licin
Pagi-pagi sektar pukul 05:30an kita sudah siap untuk melanjutkan perjalanan menuju rantau malam dengan menggunakan perahu yang kita tumpangi semalam, waktu terus berjalan dan si tukang perahu ngak tahu nih ada dimana dan kita sudah menunggu di tepi sungai, kita coba cari-cari dn Tanya warga sekitar rumah tukang perahu (mas Moko dan pak Nenen), akhirnya karena waktu sudah lumayan siang dan kita tidak mau terlalau siang akhirnya kita putuskan untuk naik Ojeg saja ke desa Rantau malam yang per orang kena 50ribuan…jalur menuju desa Rantau Malam dari desa Jelundung ini jalan tanah dan sesekali berbatu serta naik turun juga tidak begitu lebar cukup untuk satu motor saja kalau berpapasan salah satu harus ada yang mengalah dulu ha..ha..ha..ha..setelah menggak menggok akhirnya tiba juga di desa Rantau Malam dan kita langsung ke Home Stay yang sudah di tunjuk di rumah pak Jakat (kalau tidak lupa ingat ha..ha..ha..ha..usia tidak bisa bohong banyak lupanya) setelah repacking dan mengumpulkan logistic yang akan di bawa oleh porter (6 orang untuk 11 pendaki) maka kita langsung melaksakan upacara adat pertama naik gunung.
Tujuan dari upacara ini mendoakan kita supaya kita selamat tidak menemui segala rintangan serta kita bisa punya motivasi sekuat baja, jika buat perempuan lagi dating bulan di sarankan saat di hutang untuk mengambil lumut dan di letakkan di kepala, artinya kalau kita sudah lama di hutan sampai lumutan ha..ha..ha..ha….selesai upacara kita langsung persiapan berangkat yang kaki rasanya sudah tidak tahan ha..ha..ha..ha..Jam 10:30an kita siap siap melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya apalagi yang kita nanti-nantikan, berdo’a dan foto keluarga tidak lupa kita lakukan, kita langsung menuju pangkalan ojeg yang kurang lebih 30 menit serta akan menyebragi sungai….
Sampai pangkalan ojeg yang sudah kita pesan saat itu hanya tersedia 2 ojeg yang harus bolak-balik, nah saat mulai loding carrier yang mau di angkut si ojeg ada kejadian kalau barang di tarik ongkos tersendiri tidak bareng sama orangnya..akhirnya setelah nego kita nambah 2 ojeg lagi hanya untuk angkut barang (berabe juga kalau begini hitungannya…saya coba jelaskan tapi mereka ngotot agak gimana gitu, mungkin lagi di butuhkan dan kita juga memerukan)

Untuk perjalanan dari pangkalan Ojeg menuju Korong HP ini jalannya manatap pool, jalan setapak yang sering di lalui motor berbatu ada juga naik turun yang bikin penumpang deg-degan kalau sampai terpeleset jauh dari pusat perawatan ha..ha.ha…Naik motor yang bikin kaki kram, nah biasanya jalan nanjak yang bikin kram ha..ha.ha..ha..ha…nah untuk motornya sendiri jangan di Tanya kondisinya apakah masih prima atau seperti apa, yang pasti adalah rem motor yang berfungsi hanya rem depan (lha rem belakang kemana ??? lha pijakan kakinya saja di lepas supaya tidak tersangkut kalau melewati jalan yang sudah terlalu dalam ha..ha..ha…) yang penting ini motor mesin bisa di hidupkan dan bisa jalan, akhirnya setelah bolak balik beberapa kali ada motor yang rantainya putus, ada lagi yang langsung rodanya berbunyi sepertinya ada yang patah akhirnya setelah menunggu lama saya terangkut juga menuju Korong HP dan sampai di sana kurang lebih jam 13:30an dengan waktu krang lebih 30 menit. Kita akhirnya langsung menlanjutkan perjalanan dengan tujuan pertama adalah pos 4 (Hulu Rabang)

Korong HP – Pos 4(Sungai Mangan – 17.700)
Setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras tenaga pikiran dan terakhir ojeg yang bikin dag dig dug der jantung akhirnya pendakian sejatinya akan kita mulai, kita start dari Korong HP ini kurang lebih jam 13:30an langsung belok kiri jalan setapak menuju hutan yang lebat, dengan jalur yang masih lumayan tidak terlalu sulit hanya kadang-kadang ada naik dan turunan, jika di lihat tingkat kesulitan masih level 1, jalur rata-rata menyusuri punggungan sampai di POS 2 di 19.900 meter

Kita tidak melalui POS 1(Batu Lintang) kita langsung sedikit potong kompas via Korong HP ini bisa menghemat waktu kurang lebih 2 jam, info yang kami terima dari bapak porter yang di siapkan oleh ketua adat di rantau malam
POS 2 – POS 3(Hulu Menyanoi-19.400), untuk track masih sama dengan yang kita lalui sebelumnya kita menyusuri punggungan dengan level masih 1, karena banyak bonus serta turunan yang kadang ada tanjakan landai yang lumayan cukup panjang, akhirnya kita sampai POS3 sekitar pukul 16san, di pos 3 ini bisa menampung 3-4 tenda saja dan pacet juga masih sedikit, ada sumber mata air sungai yang lumayan jernih dan mengalir, yang agak kasian lihat pak Maksum yang keringatnya sebesar biji jagung ha..ha..ha..ha…mungkin ini efek kurang olag raga kali dan langsung jadi korban adalah salah satu sol sepatunya yang lepas, kl ini rasanya karena sepatunya kelamaan tidak di gunakan

Setelah cukup istirahat kita melanjutkan perjalanan kembali untuk menuju tujuan kita yaitu pos 4,
POS 3 – POS 4(Sungai Mangan-17.700), untuk track masih sama menyusuri punggungan serta kita melewati beberapa sungai yang airnya sudah mulai mengering saat sudah deket akan ada turunan yang lumayan curam akhirnya sampai juga di POS 4 sekitar pukul 17san. Pos Sungai Mangan ini bisa menampung 4-6 tenda dengan kapasitas 4orang di sini juga ada genangan air yang agak keruh, mungkin kalau musim hujan akan lebih baik, saat kita camp di sini air agak keruh dan malam ini kita hanya masak nasi untuk persiapan besok pagi karena hari ini masih ada nasi bungkus yang sudah kita siapkan sebelum berangkat.


Tanggal 14-08-2018
Tranportasi :-
Waktu tempuh :7-8 jam
Tujuan :POS 4 - POS 7 (Linang – 5.500)
Pagi-pagi sudah bangun dan siap melakukan aktifitas lanjutan setelah melaksanakan kewajiban sebagai muslim langsung sarapan pagi dan repacking untuk meneruskan perjalanan dengan target hari ini adalah POS 7(Linang),pada saat semuanya lagi persiapan untuk berangkat tiba-tiba mas Firman kasih info kalau pak Maskum tidak bisa melanjutkan perjalanan, ok akhirnya bersama salah seorang porter turun kembali ke desa Rantau malam dan yang lainnya masih melanjutkan. Sekitar pukul 06:30an perjalanan kita lanjutkan kembali dengan masih menyusuri punggungan yang kali ini levelnya antara 1 dan 2 karena kadang-kadang ada tanjakan yang agak lumayan menguras tenaga walaupun masih banyak bonus serta turunan, dan akhirnya setelah melewati perjuangan yang lumayan membuat dengkul panas setlah turunan yang lumayan tajam sampai juga di POS 5(Hulu Rabang) sekitar pukul 09:30an. Pada Pos 5 ini bisa muat 3-4 tenda kalau di paksakan bisa juga muat sampai 5 tenda dengan kapasitas tiap tenda 4 orang serta di sini sumber air sangat bagus sekali hanya harap berhati-hati karena banyak lebah madu yang ikut nimbrung menikmati manisnya keringat kita ha..ha..ha..ha…

Setelah cukup istirahat dan memasak mie untuk tambahan energy serta bikin kopi dan minuman lainnya perjalanan kita lanjutkan lagi dengan jalur yang kali ini sudah mulai ada kenaikan level 2-2.5 kita mulai start untuk menuju POS 6(Hulu Jelundung 8.600) sekitar pukul 10:30an dan langsung tanjakan yang cukup lumayan panjang serta masih di punggunangan yang kanan kirinya langsung tebing jurang dan pohon yang tinggi dan besar setelah perjuangan yang lumayan menguras tenaga akhirnya sampai juga di pos 6 sekitar jam 13:15 di sini kalau kita lama berhenti maka si penghisap darah mulai bergerak perlahan menaiki sepatu, usahakan setiap berhenti untuk cek tubuh kita apakah sudah ada yang nempel atau masih merambat naik, karena saya kemasukan satu penghisap ke dalam sepatu dan kaos kaki yang lobang akhirnya salah satu jari kaki jadi korban yang terasa setelah gemuk dan akhirnya kepencet dan jari-jari terasa berair dalam sepatu ternyata darahnya sudah pecah…ha..ha..ha..ha..ha…pada pos 6 ini ada sumber air yang lumayan jernih serta mengalir di pos ini bisa mendirikan tenda antara 3-4 tenda saja untuk yang kapasitas 4orang, disini kita hanya istirahat sebentar untuk ambil napas dan kasih istirahat pada lutut serta menambah persediaan air untuk minum

Setelah cukup istirahat perjalanan kita lanjutkan lagi dengan tujuan kali ini pos7 bayangan, track mulai agak terjal dan pohon-pohon rapat serta jalur agak tertutup oleh daun yang berguguran sehingga kita harus sedikit berhati-hati setelah berjalan beberapa lama kita akhirnya sampai juga di pos 7 bayangan di 6.800 sekitar jam 16:30an, karena informasi yang kita dapatkan ada satu kelompok yang terdiri dari 5orang belum turun sedangkan di POS 7 lokasi untuk mendirikan tenda juga sempit sehingga takut tidak bisa mendirikan tenda. Kita langsung membereskan lokasi dan mendirikan tenda ada juga yang menyiapkan makan malam dengan masak bersama dan pak porter ambil air yang lokasinya juga lumayan jauh karena air adanya di pos 7, setelah semuanya siap kita langsung makan bersama, dan selesai makan kita diskusi sebentar tentang rencana esok hari apakah akan camp di sini lagi atau turun ke pos di bawahnya dan rencana mas Dimas yang akan turun duluan takut tidak sesuai dengan itenary, setelah diskusi area sekitar sudah mulai gelap akhirnya kita masuk tenda untuk persiapan besok pagi menuju puncak yang jaraknya masih cukup jauh lebih kurang 5Km lagi….dan info dari para porter untuk sampai puncak perkiraan 5-6 jaman

Tanggal 15-08-2018
Tranportasi :-
Waktu tempuh :5-6 jam
Tujuan : Pos 7 Bayangan – POS7 (Lintang – 5.500) – Puncak
Jam 4 dini hari saya sudah bagun dan menyelesaikan kewajiban dulu, selanjutnya menghidupkan api unggun sambil menghangatkan sayuran untuk sarapan pagi karena hari ini kita rencanakan akan start se-pagi mungkin supaya tidak kesiangan sampai puncak. Kita akhirnya mulai start kurang lebih pukul 05an degan jalur yang lumayan landai akhirnya tidak begitu lama hanya kurang lebih 45 menit sampai juga saya di POS 7, kalau saya perhatikan pada pos 7 ini bisa menampung 5-6 tenda dengan kapasitas 4orang serta ada sumber air yang melimpah, saat saya tiba ada kelompok lain sekitar 3 tenda yang lagi stay dan akan turun hari ini

Setelah sekadar say hallo dan sedikit perkenalan perjalanan kita lanjutkan lagi dari paos 7 ini langsung di kasih tanjakan yang lumayan terjal dengan level kesulitan 2-3 setelah melewati tanjakan kita masuk hutan lumut serta jalur banyak seperti terowongan karena banyaknya pepohonan dan ranting sehingga kita harus waspada karena jalur tidak begitu jelas kita harus memastikan di depannya ada jejak atau tidak dan pada km 2.000 menuju puncak ada jalur yang lumayan terjal dan agak berbahaya walaupun terkadang masih ada turunan tapi untuk mencapi puncak ini tidak ada abisnya tanjakan terjal yang berikutnya masih kita hadapi

Setelah melewati perjuangan yang lumayan berat ini akhirnya sampai juga di puncak Kakam Bukit Raya 2278 mdpl sekitar pukul 11san, jangan meremehkan gunung ini walaupun tidak begitu tinggi di bandingkan dengan gunung yang ada di pulau jawa yang rata-rata di atas 3000an ada juga yang 2500mdpl tapi jalur yang akan di lalui tidak sesulit menuju bukit raya ini. Karena masih menunggu semuanya sampai puncak yang di belakang masih ada 3 orang lagi yang belum sampai karena asam lambungnya yang naik sehingga membuat muntah-muntah (mudah-mudahan bukan mountain sickness aja ha..ha..ha..ha…) akhirnya sekitar jam 12:30an yang di tunggu-tunggu sampai juga walaupun dengan perjuangan yang maha berat untuk sampai di sini….

Setelah nasrsis bersama akhirnya kita harus cepat-cepat turun supaya tidak kemalaman di jalan, akhirnya kita meninggalkan puncak sekitar pukul 13san..ternyata untuk turunnya tidak semudah seperti apa yang kita pikirkan karena jalur yang kita lalui naik turun serta banyaknya jalan yang harus berjalan merunduk dan kadang harus berjongkok setelah berjuang akhirnya sampai juga di tempat camp kurang lebih jam 18san ada juga yang sampai jam 20an yang kondisi badannya mulai drop sehingga harus di gendong bergantian oleh bapak-bapak porter…terimakasih saya ucapkan buat bapak Porter kita pak Bacok, mas Fendi dan pak Bono yang sudah membantu team ini sukses mendaki dan kembali ke tempat camp…eit ceritanya belum selesai lho ya….setelah makan saya lansung istirahat tidak sempat ngobrol dan nungguin yang di belakang…mohon maaf buat sahabat semuanya…


Tanggal 16-08-2018
Tranportasi :-
Waktu tempuh :6-8 jam
Tujuan : Pos 7 Bayangan - Korong HP – Rantau Malam
Seperti biasanya pagi-pagi sudah terbangun dan siap-siap menjalankan kewajiban abis itu langsung persiapan re-packing dan sarapan untuk balik ke rantau malam. Sekitar jam 7an kita langsung meluncur ke bawah yang rombongan dengkul racing main ngacir saja ha..ha..ha..ha…yang diesel masih belum panas sehingga masih nunggu beberapa saat hi..hi..hi….dan pagi ini mpok Sabrina sudah lumayan seger bisa melangkahkan kaki dengan tegar…karena jalur yang di lalui punggunangan serta turunan dan tanjakan yang lumayan panjang akhirnya sampai juga di POS 6, disini kita hanya istirhat sebentar untuk nambah persediaan air minum perjalanan langsung menuju pos 5, nah saat menuju pos 5 ini karena di depan infonya ada sarang tawon sehingga harus di alihkan sedikit kita tersesat keluar jalur sebelum pak porter menunjukkan jalan yang benar…kita kudu hati-hati karena jalur tertutup oleh daun yang berguguran dan juga jarang di lalui setelah berjalan beberapa lama akhirnya kita sampai di pos 5 sekitar jam 9nan, di sini kita juga hanya istirahat untuk menambah persediaan air minum saja, setelah cukup istirahat perjalanan di lanjutkan kembali dengan tanjakan yang lumayan panjang sebelum sampai tempat istirahat di pohon yang besar dan ada yang landai

Nah saat mpok Sabrina di serang maag dan lagi istirahat saya langsung duluan saja, karena sudah ada yang menjaga 3 porter dan 2 cewek dan mas Rudi…mohon maaf mpok sudah saya tinggalkan….ha..ha..ha…akhirnya saya sampai juga di pos 4 sekitar jam 12san rencananya kita akan makan siang di sini, karena tidak begitu lapar akhirnya hanya makan camilan saja dan perjalanan langsung lanjut lagi ber sama mas Insan dan pak Porter menunggu 3 cewek dan 3 porter serta mas Rudi karena nasi yang di bawa ada di carrienya ha..ha..ha….dalam perjalana menuju pos 3 ini kita akan melewati beberapa sungai yang mulai mongering tapi ada juga yang mengalir sehingga bisa nambah persediaan air dan kahirnya sampai juga di POS 2 sekitar jam 13san…yang kalau ambil jalur kanan akan ke POS 1 dan kita ambil jalan ke kiri menuju Korong HP..

Dan akhirnya setelah menyusuri jalan yang naik turun sampai juga di Korong HP sekitar jam 14san dan sini sudah menunggu mas Ridwan, Mas Firman, mas Miftah dan pak Bono sedangkan mas Dimas sudah duluan menuju pangkalan oje ha..ha..ha..ha…

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya ada motor yang lewat dan bisa di tumpangi menuju pangkalan ojeg ha..ha..ha..ha…dan yang naik berdasarkan jam ke munculan hi..hi..hi..akhirnya saya yang berjalan turun duluan karena mas Insan dan pak Bono menunggu ojeg berikutnya…karena inisiatif jalan ini akhirnya saya dapat naik ojeg duluan ha..ha..ha..ha…dan sampai di pangkalan ojeg agak siang serta bisa membersihkan diri di sungai ha..ha..ha..ha…sambil menunggu yang di belakang sampai…setelah yang di tunggu-tunggu pak Bono tidak nongol akhirnya kita tinggalkan sekitar jam 05:45an kit menuju Home Stay….nah saat di Home stay kita coba koordinasikan untuk penjemputan team Terakhir dengan minta bantuan ibu Ivone untuk mencarikan Ojeg yang bersedia jalan malam…karena kebetulan saat ini di warga dan pemuda kampung ada kegiatan memeriahkan dalam menyambut HUT kemerdekaan sehingga agak sulit yang siap apalagi lagi ada pertandingan antar kampong ha..ha..ha…dan akhirnya sekitar jam 20an team terakhir dan pak porter tiba juga di Home stay…sebelum istirahat malam ini kita akan melakukan upacara penutupan dalam pendakian menikmati bumi BORNEO…semoga di lain waktu dan team akan ke sini lagi

Tanggal 17-08-2018
Tranportasi :Perahu Kolotok dan Speedboad
Waktu tempuh :11 jam
Tujuan : Rantau Malam – Serawai – Nanga Pinoh
Hari ini merupakan perjalanan yang paling krusial karena akan saling berhubungan dengan jadwal berikutnya, serta semalam juga ibu Ivone juga sudah meng-infokan ke saya kalau hari ini kita akan menggunakan 2 perahu kelotok untuk turun ke Serawainya serta kemarin malam mas Insan dan mas Ridwan saat menuju Home Stay ketemu dengan tukang perahu pak Nenen dan sudah berjanji akan start jam 07:30an…dan pagi ini seluruh team sudah ready untuk pulang tapi tukang perahu yang di tunggu-tunggu tidak muncul juga, mau di samperin ke rumahnya lumayan jauh ha..ha..ha..dan sekitar pukul 8:15san pak Nenen muncul sendirian kemudian saya Tanya perahu satunya mana…nah dia info kalau satunya tidak bisa walah mak…setelah loading semua carrier ke dalam perahu, karena air yang sudah mulai dangkal akhirnya kita jalan menyusuri sungai ada juga yang membantu dorong perahu

Setelah menemui aliran yang agak dalam barulah kita naik..tapi mesin perahu belum di nyalakan masih menggunakan kayu panjang untuk mengayuhnya...perahu mengikuti arus sungai…nah pada awal-awalnya kita senang saja main air sambil dorong-dorong perahu..mungkin ini yang kita harapkan karena saat berangkatnya belum ketemu yang beginian ha..ha..ha..ha….sampai menjelang desa Jelundung perahu belum menggunakan mesin sama sekali akhirnya sampai desa jelundung kita membutuhkan waktu kurang lebih 1jam 30 menit…waduh sampai serawai sebelum jam 14san tidak ya kalau merasakan kondisi seperti ini… jadi galau tingkat dewa kali ini….karena kalau sampai lebih maka alamat kendaraan yang menuju Pontianak akan meninggalkan kita…ada hikmahnya karena saya belum booking tiket….karena setelah itu akan naik speedboat yang memerlukan waktu 4jaman artinya kalau lebih dari jam 14san akan sampai Nanga Pinoh sudah di atas jam 18san sedangkan bis akan berangkat jam 19san…belum ganti Kendaraan dari pelabuhan menuju Terminal…..
Setelah melewati desa Jelundung perahu sudah mulai menghidupkan mesin tapi karena debit air yang mulai berkurang akibat musim kemarau kita masih sering harus turun dari perahu apalagi jumlah penumpang yang banyak akhirnya kita harus sering-sering membantu tukang perahu untuk dorong dan berenangha..ha..ha..…ada juga kelompok lain yang jumlahnya 5 orang perahunya lancar tanpa banyak kandas ha…ha..ha…nasib-nasib dah….ok yang penting kita happy saja…tapi dongkolnya sudah di ubun-ubun mau protes juga tidak ada gunanya..mungkin ini pengalaman yang harus jadi catatan buat orang lain…perjalanan menyusuri sungai berlanjut tapi kerena penumpang yang melebihi kapasitas, bisa jadi….akhirnya sering kandas dan penumpang kudu ada yang rela untuk turun sebentar dan bantu dorong..begitu seterusnya ha..ha..ha..ha…..dari celana yang kering…basah-basahan…sampai kering kembali terjadi beberapa kali dan pada saat mau melewati jeram kita harus turun dari perahu karena dikhawatirkan perahunya terbalik dan hampir saja kita celaka saat melewati jeram dan sungai tidak lurus perahu hampir menghantam pohon pinggiran sungai, untungnya si asisten perahu sangat cekatan walaupun agak terlambat sedikit karena kayu yang di gunakan patah, akhirnya sampai juga di Serawai sekitar jam 15san….di sini kita tidak waktu untuk ber-leha-leha karena waktunya bener-bener sudah mepet langsung pindah ke speedboat dan langsung tancap gas…yang awalnya kita mau isi perut dulu buat ngasih makan cacing ha..ha..ha..ha…ini tidak sempat sama sekali…akhirnya di tengah perjalanan Serawai Nanga pinoh speedboat berhenti sebentar untuk isi bahan bakar dan kita secara cepat juga isi bahan bakar dengan mie gelas ada juga yang bungkus nasi…juga masih dengan ritme harus cepat akhirnya perjalanan kita lajutkan lagi tidak ada namanyayang leha-leha ha..ha..ha..ha…setelah melewati pertengahan antara Serawai Nanga Pinoh, malam sudah mulai turun sehingga speedboat yang kita tumpangi tidak bisa secepat kalau siang hari karena keterbatasan pandangan, karena takut baling-baling melewati bagian sungai yang dangkal sehingga akan merusaknya….nah saat waktunya lagi genting-gentingnya speedboat yang saya tumpangi melewati aliran yang dangkal sehingga tidak berani menghidupkan mesin dan harus mendayung di kegelapan malam untuk beberapa puluh meter sampai melewati yang dangkal…dan akhirnya kita sampai juga di Pelabuhan Nanga Pinoh sekitar pukul 19:30an..saat kita telp ke POOL bis damri sudah berangkat….Alhamdulillah kita akhirnya bisa dapat bis menuju Pontianak malam ini juga dengan menggunakan Bis Tanjung Niaga dan cost sama dengan DAMRI, atas informasi dari warga sekitar dan bapak Sopir Angkot…. Serta malam ini kita akan bobok manis di atas bis Tanjung Niaga dalam perjalanan menuju Pontianak, akhirnya sampai juga kita di Terminal Soedarso Pontianak jam 03an, sambil menunggu pagi kita ngobrol santai saja….

Catatan
1. Penggunaan perahu klotok sebisa mungkin max 6 orang, supaya pada saat debit air sedikit tidak banyak kandasnya
2. Pendakian ke Bukit Raya ini sebisa mungkin di lakukan saat debit air sungai lagi banyak
3. Sebelum berangkat pastikan transportasinya kalau bisa jangan molor, karena waktu yang di perlukan tidak bisa di predisksi atau jadwalnya di tambah satu hari biar tidak terburu-buru
4. Olah raga naik gunung ini bukan olah raga biasa, siapkan fisik dengan berlatih teratur setiap hari

Contact Person
1. Perijinan langsung ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dengan alamat email bukitbakabukitraya@gmail.com atau dengan ibu Ivone(0852 8386 2785) atau Bapak Hendro(0812 5696 725) ini semuanya petugas TN
2. Angkot Nanga Pinoh(0823 5111 8669)
3. Tukang Speedboad Bpk Oji(0813 5251 8872), Aryanyo(0821 4935 9555)

SAMPAI KETEMU DI KETINGGIAN SERTA WAKTU DAN TEMPAT LAIN


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

Cari
dalam semua kategori