Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

MENGUKIR KISAH DI NEGERI ATAS AWAN

radhesia
radhesia, pada 12 Jan. 2013, 12.05
di Blog

Tulisan ini saya tulis sebelum saya melakukan pendakian ke Semeru 30 Des - 2 Jan 2013 kemarin

Saya Alia lahir dan besar di pesisir utara Jawa, sudah bersahabat dengan panasnya matahari. Jadi jarang sekali menikmati dan menghirup segarnya udara pegunungan. “Aihh sudah lama saya tidak naik gunung”. Selama ini saya lebih banyak main di pantai ketimbang ke gunung. Paling banter wisata ke highland saja, sementara trekking ke gunung baru sekali ke Merbabu tahun 1997 ketika saya masih duduk di bangku kuliah berdua dengan mantan pacar saya. Agak sulit untuk mengingat bagaimana perjalanan dan medan pendakian waktu itu, yang pasti senang dan capek jadi satu.

Cukup lama saya memendam keinginan lagi untuk naik gunung, hingga keinginan saya terjawab awal Oktober 2012 ketika akun @backpackerstore menawarkan Memorable Trekking #Semeru2013 dengan 100 peserta, langsung saya sambut dengan antusias. Mungkin inilah kesempatan kedua saya menikmati keindahan ciptaan Tuhan dari ketinggian 3676 mdpl. Tergelitik mengenal Semeru saya googling untuk melihat taman surga Ranukumbolo, Oro-oro Ombo dan puncak Mahameru yang berpasir. Subahnallah ya ada beribu gambar yang menunjukkan betapa indahnya konon tempat abadi para dewa itu. Tidak banyak hal yang saya tahu tentang Semeru, hanya sekelumit informasi yang saya baca dari internet bahwa Semeru dengan puncaknya Mahameru tempat bersemayam 33 dewa. Ada juga yang berkisah bahwa Semeru adalah gunung yang diangkat langsung para dewa dari Jambhudwipa (India) untuk menenangkan Jawa yang sedang bergolak.

Aaah tiba tiba anganku melayang jauh dan hinggap di dinginnya Ranukumbolo. Menyulap Ranukumbolo menjadi tempat perayaan pesta pernikahan unforgettable saya nanti. Pesta yang dihadiri sebagian besar teman-teman pendaki, digelar ditepi danau yang indah dengan dinding bukit cemara yang menjulang. Ranukumbolo yang biasanya sepi dan dingin menusuk sumsum itu berubah menjadi hangat dari api unggun dan kehadiran sahabat-sahabat pendaki. Ranukumbolo akan semakin syahdu diterangi cahaya bulan purnama dan kilauan dari ribuan bintang dilangit. Sebelum niat itu saya wujudkan tentu saya harus survey terlebih dahulu dan melihat langsung Ranukumbolo :8).

Mendaki Semeru perlu persiapan yang matang, tidak hanya peralatan, logistic dan perlengkapan lainnya. Tapi juga fisik dan mental. Misi pribadi saya dalam pendakian ini adalah belajar untuk menjadi orang yang lebih baik, disiplin dan lebih bertanggungjawab. Saya sempat khawatir apakah saya masih kuat untuk melakukan perjalanan yang begitu jauh dengan beban berat carrier di punggung, harus melewati terjalnya jalanan setapak dan melawan dingin udara yang kadang dibawah 0 derajat celcius, namun kembali ke niat Mau = Bisa. Setelah bertanya ke admin kekhawatiran tersebut hilang, asal sehat, persiapan fisik yang matang dan meningkatkan kebugaran saya kuat. Oke saya mau ikut event ini dan saya pasti bisa. Perkenalan dengan para peserta Memorable Trekking #Semeru2013 semakin membulatkan tekad saya untuk turut dalam pendakian tersebut. Dengan seratus peserta kami akan saling bekerjasama, menguatkan, membantu satu dengan yang lain untuk sama-sama sampai dipuncak tertinggi pulau Jawa itu. Dimana itu adalah mimpi kami dan saya bahagia mengenal kalian semua :love:

“Pada Mahameru saya memimpikan sentuhan hangat mentari diawal tahun baru, pada Mahameru saya memimpikan kedamaian hidup dinegeri diatas awan, pada Mahameru akan kutinggalkan kisah tentang persahabatan dan pastinya cintaku lebih dalam pada sang Pencipta”.

@radhesia
14 Nop 2012


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

© backpackerindonesia.com