Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

Green Canyon, Eksotisme Mahakarya Sang Pencipta

andraokta
andraokta, pada 17 Jan. 2013, 16.53
di Blog

[caption id="attachment_192" align="aligncenter" width="640"] GERBANG- Get ready to walk on foot and swim from this point.[/caption]

Perjalanan dari Bandung sepanjang 240 kilometer ke arah selatan Pulau Jawa terbayar juga dengan keindahan panorama Green Canyon atau Cukang Taneuh yang hijau dan eksotis. Bagaimana tidak? Memasuki kawasan wisata yang berlokasi di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat itu, wisatawan disuguhi hamparan air sungai yang diapit pepohonan hijau di kedua sisinya.

Itu baru awal. Dengan membayar tiket masuk seharga Rp 77.500, Anda akan diantar menyusuri sungai sepanjang 2 kilometer menuju Green Canyon. Di kawasan Green Canyon, Anda diberikan waktu selama 15 menit untuk menikmati dan mengabadikan keindahan mahakarya sang pencipta itu dalam jepretan kamera.

[caption id="attachment_183" align="aligncenter" width="300"] TIKET- Dengan membayar tiket seharga Rp 77.500, Anda akan diantar menuju kawasan green Canyon dengan perahu motor.[/caption]

Badan sungai yang mengecil menjadi penanda pemberhentian perahu. Anda kemudian akan tiba di sebuah kawasan Green Canyon. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai di Green Canyon yang sebenarnya. Perjalanan menjelajah Green Canyon dimulai dari tempat ini. Pemandangan di sini jauh berbeda dengan pemandangan sepanjang sungai tadi.

Kawasan ini sebenarnya merupakan aliran sungai Cijulang yang diapit tebing tinggi yang begitu indah. Di bagian atas, pepohonan hijau tampak mewarnai tebing itu. Rimbun. Di bagian bawah, bebatuan menghiasi aliran sungai yang tidak terlalu deras.

[caption id="attachment_184" align="aligncenter" width="225"] DIAPIT- Sungai Cijulang ini diapit dua tebing tinggi yang hijau dan rimbun.[/caption]

Berbeda dengan air sungai yang dilalui dengan perahu yang berjenis air payau, air di sungai di Green Canyon berjenis air tawar. Airnya yang jernih dan menyegarkan sangat sayang dilewatkan begitu saja. Gemericik air dan pantulan sinar matahari yang masuk melalui sela-sela pepohonan dari atas ke sungai begitu menggoda.

Dengan sedikit negosiasi dengan pemandu yang mengantar, Anda bisa merasakan sensasi berenang di aliran sungai itu. Bersiaplah berbasah-basahan di sini. Jangan pernah mengatakan pernah berkunjung ke Green Canyon jika tidak merasakan berenang di aliran sungainya.

Pemandu biasanya mematok tarif tambahan untuk mengantar Anda berenang mengarungi sungai dan menjelajah Green Canyon sampai ke pelosok. Ia juga akan membimbing Anda dan membantu Anda untuk mengabadikan gambar dengan kamera yang Anda bawa.

Setelah deal dengan si pemandu, Anda akan diberi jaket pelampung untuk bisa mulai berenang menuju sisi yang lebih dalam dari Green Canyon itu. Titipkan semua barang bawaan Anda di perahu yang tadi mengantar karena tidak mungkin Anda berenang dengan semua barang bawaan itu.

[caption id="attachment_185" align="aligncenter" width="300"] THE START- Di sini lah perjalanan on foot dan berenang di mulai. Cheers![/caption]

Tidak bisa berenang? Jangan khawatir. Dengan jaket pelampung, Anda yang tidak bisa berenang tetap akan bisa mengambang. Anda hanya perlu menggerakan tubuh dan mengerahkan tenaga untuk berenang melawan arus.

Meski arusnya tidak terlalu deras, tetap saja berenang melawan arus itu bukan hal yang mudah. Sensasi dingin air langsung menusuk kulit begitu tubuh masuk ke dalam sungai. Lama kelamaan, tubuh Anda akan terbiasa dengan dinginnya air.

Dengan pemandangan bak lukisan, Green Canyon menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi terutama oleh Anda yang menyukai petualangan. Objek wisata ini buka setiap hari mulai pukul 7.30 hingga pukul 16.00 dan pukul 13.00 hingga pukul 16.00 untuk hari Jumat.

"Sebaiknya berkunjunglah pada musim kemarau ketika air sedang jernih. Jika berkunjung saat musim hujan, air akan berwarna coklat dan terlihat kotor. Lebih enak juga memulai perjalanan pagi hari agar waktunya lebih panjang," kata Unang (37), pemandu di Green Canyon, saat ditemui di lokasi, Rabu (10/10) pagi.

*Ketika Waktu Berjalan Lebih Lambat

Dengan jaket pelampung, Anda bisa mengambang tanpa harus bisa berenang. Terlentang ataupun tengkurap bebas Anda lakukan. Pilihlah posisi yang paling nyaman untuk menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 50 meter untuk sampai di Batu Payung.

Jika Anda merasa lebih nyaman berenang dengan posisi badan tengkurap, coba sesekali putarkan badan Anda. Dalam posisi terlentang, lihatlah ke atas. Langit berbingkai tebing hijau menjadi pemandangan yang spektakuler.

[caption id="attachment_187" align="aligncenter" width="225"] LANGIT BERBINGKAI- Tebing dan pepohonan membingkai langit dengan sempurna. Sebuah peandangan yang luar biasadari bawah tebing.[/caption]

Lepaskan semua beban dan nikmati keindahan yang tersaji. Tidak hanya langit dan tebing, air yang menetes dari tebing pun bisa menjadi pemandangan yang luar biasa indah. Tetesan air yang turun dari tebing sepanjang tahun itu menetes dengan teratur.

Memandang tetesan air secara vertikal dari bawah jauh berbeda dengan memandangnya secara horisontal. Jika memandang secara horisontal, tetesan air menetes cepat akibat gravitasi bumi. Tapi dengan memandang tetesan air itu secara vertikal, waktu terasa berjalan sangat lambat.

Tetes demi tetes air itu meluncur lambat, sangat lambat, dari tebing sebelum kemudian mendarat lembut di wajah. Sebuah fenomena yang menakjubkan yang layak Anda alami.

*Tanpa Pilihan

Setelah berenang disungai sepanjang 50 meter, Anda akan sampai di Batu Payung. Batu yang menjorok dari sisi tebing itu merupakan titik untuk melompat. Dengan ketinggian 4-5 meter, Anda bisa melompat ke sungai sedalam 8-10 meter di bawahnya.

Tapi jangan sesekali nekat menaiki tebing untuk sampai ke batu jika tidak berani melompat. Sampai di batu, Anda tidak punya pilihan selain melompat. Turun melalui tebing yang telah dipanjat terlalu curam dan cukup berbahaya karena di bawahnya penuh dengan bebatuan.

[caption id="attachment_188" align="aligncenter" width="225"] JUMP- Btuh eberainuntuk melompatdari Batu Pang setinggi 4-5 meer ke dalam sungai sedalam 8-10 meter.[/caption]

Di puncak batu, adrenalin Anda akan terpacu. Air sungai yang jernih memperlihatkan dengan jelas batu karang yang ada di baliknya. Tidak heran jika Anda kembali berpikir untuk melompat. Tapi jangan khawatir. Bebatuan itu berada cukup dalam di dalam sungai sehingga tidak akan membahayakan Anda.

"Ambillah sedikit ancang-ancang dengan berlari kecil sebelum melompat. Ketika melompat, usahakan badan berada dalam posisi tegak lurus sehingga Anda akan mendarat sempurna ke dalam sungai," jelas Unang yang sudah menjadi pemandu sejak 1987 itu. Posisi tubuh yang tidak tegak lurus akan menimbulkan rasa sakit ketika bertabrakan dengan permukaan sungai.

Rasa khawatir dan takut saat akan melompat hilang begitu saja bersama keraguan ketika sudah melompat. Bagi yang belum pernah mencoba, ini terdengar menyeramkan. Tapi setelah mencoba, Anda dijamin akan ketagihan dan ingin melompat kembali.


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

© backpackerindonesia.com