Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

Tags

Talaga Bodas

hanifati laili mazaya
hanifati laili mazaya, pada 24 Jan. 2013, 16.28
di Blog

ini tulisan pertama saya nih di BPI..

maaf ya kalau salah-salah ketik..

Bosan dengan wisata alam Kawah Putih, Lembang yang selalu penuh pengunjung? Ingin wisata sejenis itu dengan budget murah dan sedikit berpetualang? Mungkin bisa menggeser sedikit arah tujuan ke perbatasan Garut-Tasik. Ya, Garut tak hanya menyimpan potensi wisata kuliner namun juga potensi alam yang indah, salah satunya adalah Telaga Bodas yang masih jarang terjamah.

kalau nanya-nanya sama mbah google sih Talaga Bodas ini view-nya mirip dengan kawah putih yang ada di ciwidey. Telaga Bodas merupakan nama salah satu pegunungan di daerah Jawa Barat, yang di dalamnya terdapat 2 telaga seperti kawah putih dan 1 pemandian air hangat. Letak Talaga Bodas ini sendiri ada pada perbatasan Garut dan Tasik.

saya dan beberapa teman saya iseng jalan-jalan ke sana lewat Garut. berangkat tanggal 9 Agistus 2012. sat itu lagi bulan puasa. ebetulan saya salah satu mahasiswa yang berdomisili di daerah jatinagor jadi perjalanan start dari Jatinangor menuju ke Garut.

Penyebutan Telaga Bodas membuat saya tak banyak membuat persiapan, saya pikir perjalan dapat dtempuh pulang-pergi dalam waktu satu hari. Namun, ternyata pemikiran itu salah. Perjalanan dimulai sekitar jam 9 pagi dengan menaiki angkot hijau jurusan Gede Bage-Sayang-Majalaya. Kami turun di Dangder, Rancaekek dan perjalanan dilanjutkan dengan menaiki bus ke arah Garut. Angkot merah-putih tanpa penunjuk arah menjadi pilihan untuk sampai di alun-alun Wanaraja. Kami kami sampai di Wanaraja jam 12 siang. Angkot merah-putih ini adalah akses angkutan umum terakhir menuju Telaga Bodas.

Terdapat pangkalan ojeg di sekitar Wanaraja, sebenarnya bisa menggunakan ojeg hingga desa terakhir dengan ongkos 15ribu tergantung tawar menawar, namun karena tujuan saya dan teman-teman saya adalah eksplorisasi alam maka kami memutuskan untuk berjalan kaki.

di sekitar jalan terdapat daun tembakau yang dikeringkan, tak jarang pula kami temui truk besar pengangkut batu bata di sekitar jalan, rupanya kedua komoditi tersebut merupakan mata pencaharian penduduk desa setempat.

Kami mulai memasuki kawasan perkebunan warga setelah menempuh perjalanan dua jam setengah. Jalan berbatu dan menanjak mulai kami jelajahi. Satu jam kemudian kami memasuki kawasan hutan, tak ada lagi rumah warga. Udara mulai berhembus lembut setelah sebelumnya kami diterpa terik dan angin penuh pasir. Di sinilah perjalanan kaki dimulai bagi yang memilih untuk naik ojeg. Perjalan sampai ke Telaga Bodas bisa ditempuh sekitar 2-2,5 jam jika jalan santai.
Perjalanan seolah begitu panjang, setiap ujung pandangan yang terlihat ternyata ada belokan-belokan lagi. Kami beristirahat sebentar di plang yang bertuliskan Telaga 2, tapi tak terlihat ada telaga, di sana hanya terdapat kawasan Pertamina. Hari mulai gelap kami segera melanjutkan perjalanan menuju telaga utama, 10 menit jalan rupanya di tempat kami beristirat tadi memang terdapat Telaga 2 namun terhalang oleh kawasan Pertamina.
Rasa syukur pun mengebu, setelah satu meter melawati saung organisasi pecinta alam dan lingkungan Indonesia, langsung tersuguh Telaga Bodas. Telaga ini begitu eksotis dengan dikelilingi punggungan bukit kecil serta kabut tipis. Rasa letih dan lelah terbayar sudah. Segera kami mencari tempat bermalam karena Magrib mulai menjemput. Kami bermalam di dekat saung entah milik siapa. Tak jauh dari sana terdapat pemandian air panas. Hanya kami yang bermalam seolah Telaga Bodas adalah milik kami. Bintang-bintang bersinar dengan terang dilangit malam, tak jarang ada yang jatuh. Telaga Bodas malam itu sangat romantis.
Pagi harinya setelah kami sahur, dilanjutkan dengan berendam air panas. Sayangnya, saya tidak membawa baju ganti. Setelah puas menikmati pemandian air panas kami packing untuk segera melanjutkan susur Telaga sebelum pulang. Saya temui panorama menakjubkan yang belum saya lihat sebelum-sebelumnya.

selain lewat jalur Garut, telaga bodas ini dapat ditempuh melalu jalur Tasik, tapi saya belum tau jika jalan melalu tasik. nah, bagi yang ingin berlibur, dengan tema alam saya recommended bgt tempat ini? :) Namun ada baiknya saat ke sini jangan mengikuti mitos penduduk setempat bahwa pakaian dalam harus dibuang di sini setelah mandi, agar penunggu telaga tak mengikuti, karena hal ini hanya merusak alam

Keterangan akomodasi:
Angkot hijau - sayang-dangder (ranca ekek): 2 rb
*Angkot coklat - Sumedang-Cileunyi : 2rb
Primajasa - Bekasi-Garut : 3rb (dari dangder)
*Primajasa - Bekasi-Garut : 7rb (dari Cileunyi)
Angkot merah putih, ke alun-alun Wanaraja: 4-5 rb
Patungan logistik : 10ribu


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

© backpackerindonesia.com