Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

MENGGAPAI PUNCAK TEREKSTREM DI PULAU JAWA (PUNCAK SEJATI GUNUNG RAUNG)

Pemburu senja
Pemburu senja, pada 18 Agu 2017, 2.50
di Blog

Salam Indonesia!!!!. Mendaki gunung sekarang ini menjadi aktivitas yang sangat digemari oleh berbagai kalangan. Tidak hanya anak-anak muda saja, golongan setengah baya atau bahkan sudah menginjak usia kakek nenek pun masih banyak yang masih melakukan aktivitas pendakian. Banyak alasan mengapa banyak orang menyukai aktivitas pendakian gunung mulai karena ingin melihat pemandangan yang indah, mencari pengalaman hidup, menjauh dari keramaian kota, mencari eksistensi diri, mencari pasangan hidup dan masih banyak lagi.

Gunung Raung adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia. Secara administratif, kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di wilayah Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Secara geografis, lokasi gunung ini berada dalam kawasan kompleks Pegunungan Ijen dan menjadi puncak tertinggi dari gugusan pegunungan tersebut. Dihitung dari titik tertinggi, Gunung Raung merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Gunung Semeru, serta menjadi yang tertinggi keempat di Pulau Jawa. Kaldera Gunung Raung juga merupakan kaldera kering yang terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat. Terdapat empat titik puncak, yaitu Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan, yang tertinggi, Puncak Sejati (3.344 m).

Apabila rekan-rekan ingin melakukan pendakian ke Gunung Raung, rekan-rekan dapat menggunakan kereta api atau bus tujuan Banyuwangi kemudian turun di Stasiun Kalibaru. Di depan Stasiun Kalibaru sudah banyak ojek motor yang siap membawa anda ke Base Camp Raung yaitu rumah Bapak Soeto. Nama Bapak Soeto sangat dikenal oleh tukang ojek di sekitar stasiun kalibaru, karena hanya disitulah tujuan para pendaki apalagi ditambah jika anda membawa carrier besar dan rombongan, mereka akan berebut menawari anda untuk menggunakan jasa mereka. Tarif ojek sekitar 25 ribu rupiah dan kalau malam hari terkadang tukang ojek menaikkan tarif menjadi 30 ribu rupiah. Jika sudah sampai di Base Camp rumah Bapak Soeto rekan-rekan dapat beristirahat, membeli makanan minuman, melihat informasi-informasi terkait pendakian dan meminta bantuan orang setempat untuk melakukan izin pendakian karena izin pendakian harus diurus di Polsek Kalibaru.
Perjalanan dari Base Camp ke Puncak Sejati Gunung Raung akan melewati 9 Pos/Camp dan 3 Puncak (Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi). Tentunya rekan-rekan harus menyiapkan fisik yang prima, kelengkapan alat, dan ketersediaan logistik yang cukup selama pendakian.

Dari Base Camp ke Pos 1 perjalanan dapat ditempuh kurang lebih selama 2 jam perjalanan santai. Jika ingin menghemat waktu dan tenaga rekan-rekan dapat menggunakan jasa ojek dengan tarif 30 ribu rupiah. Perjalanan ke Pos 1 jika ditempuh dengan ojek memakan waktu sekitar 30 menit. Ditengah-tengah perjalanan rekan-rekan akan menemui sungai yang merupakan sumber air terakhir di pendakian ini. Usahakan rekan-rekan membawa air yang cukup karena medan yang akan dilalui untuk mencapai Puncak Sejati sangatlah menguras tenaga dan dahaga. Pos 1 merupakan sebuah rumah sederhana yang dimiliki oleh Bapak Sunarya, disinilah tempat tujuan terakhir tukang ojek mengantar para pendaki yang menggunakan jasanya dari Base Camp Rumah Pak Soeto.

Dari Pos 1 menuju Camp 2 diperlukan waktu tempuh sekitar 3 jam. Perjalanan akan melewati perkebunan kopi milik perhutani sebelum masuk menyisiri hutan. Jalan yang dilewati masih cenderung datar dan belum menanjak. Camp 2 berada pada ketinggian 1431 Mdpl yang merupakan tanah datar cukup luas dan cukup rimbun, dapat digunakan sebagai tempat nge camp untuk 4 sampai 5 tenda. Camp 2 menuju Camp 3 dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan. Jalan yang dilewati mulai cukup sempit dan sedikit menanjak. Rekan-rekan harus berhati-hati karena sepanjang perjalanan banyak tumbuhan berduri sehingga saya menyarankan untuk menggunakan jaket dan celana panjang agar kulit cantik kita tidak menjadi korban keganasan tumubuhan berduri. Camp 3 berada pada ketinggian 1500 Mdpl yang merupakan tanah datar dan cukup rimbun, dapat didirikan sekitar 2 tenda. Camp 3 menuju Camp 4 dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan. Jalanan yang dilewati mulai menanjak dan cukup menguras tenaga. Camp 4 berada pada ketinggian 1855 Mdpl yang merupakan tanah datar dan dapat didirikan sekitar 4 tenda.

Dari Camp 4 menuju Camp 5 diperlukan waktu tempuh sekitar 45 menit dimana jalan yang dilalui semakin terjal dan rapat. Camp 5 berada pada ketinggian 2115 Mdpl yang merupakan tanah datar dan tidak terlalu luas hanya cukup untuk beristirahat sementara waktu saja. Camp 5 menuju Camp 6 dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan. Tanjakan yang dilalui jauh semakin berat dan semakin terjal tetapi rutenya tidak terlalu panjang. Camp 6 berada pada ketinggian 2285 Mdpl, disini dapat didirikan sekitar 3 tenda. Camp 6 menuju Camp 7 dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan. Pendakian semakin berat dan menguras tenaga karena tanjakannya sangat terjal. Camp 7 berada pada ketinggian 2541 Mdpl yang merupakan tanah datar yang sangat luas dan terbuka. Di Camp 7 ini kita dapat menikmati pemandangan negeri di atas awan yang sangat indah, dimana kita dapat melihat lembah yang cukup curam, Gunung Argopuro dan Gunung Semeru terapung-apung diatas awan. Apabila malam hari dan kondisinya cerah, kita akan dimanjakan pemandangan bintang – bintang bertebaran di langit yang dilengkapi gemerlap lampu – lampu di perkotaan yang tampak dari kejauhan.

Dari Camp 7 menuju Camp 8 perjalanan dapat ditempuh sekitar 2 jam. Jika rekan-rekan bermalam di camp7, sebaiknya barang bawaan ditinggal disana dan membawa makanan minuman secukupnya serta perlengkapan yang khusus untuk mencapai puncak seperti tali, carabiner, Webbing, Harnezt, Ascender, Helm, Jumar, Tali prusik, dll. Camp 8 berada pada ketinggian 2876 Mdpl. Camp 8 menuju Camp 9 diperlukan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan. Jalur yang dilewati semakin terjal, masih sangat rimbun, dan vegetasinya semakin jarang. Camp 9 berada pada ketinggian 3023 Mdpl yang merupakan batas vegetasi dan tempat Camp terakhir yang dapat digunakan untuk beristirahat.
Camp 9 menuju Puncak Bendera perjalanan dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan melewati batas vegetasi. Puncak Bendera berada pada ketinggian 3154 Mdpl. Dari puncak inilah mulai terpampang kegarangan Puncak Sejati Gunung Raung dimana sudah terlihat Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, Puncak Sejati dengan jalur yang sangat memacu adrenalin karena kanan-kiri adalah jurang yang menganga, salah sedikit kita bisa bertemu dengan Malaikat Maut hehehe. Untuk melanjutkan perjalanan sampai ke Puncak Sejati Gunung Raung di Puncak bendera ini diantara team rekan-rekan harus mempunyai skill teknis seperti Anchoring, Ascending, Descending, Rappeling, Moving together dan tentunya jangan lupa juga mempersiapkan tali, carabiner, Webbing, Harnezt, Ascender, Helm, Jumar, Tali prusik, dll.

Perjalanan menuju ke Puncak 17 dimulai turun dari Puncak Bendera melipir berjalan pelan-pelan dan satu persatu kemudian rekan-rekan memasang jalur pemanjatan kurang lebih 5 meter, di jalur telah terpasang 1 buah hanger, 1 bolt dan di titik anchor atasnya terdapat pasak besi yang telah tertanam, dapat digunakan sebagai anchor utama. Leader melakukan artificial climbing sambil memasang jalur pemanjatan. Dapat menggunakan tali kern ataupun cukup membentangkan webbing. Setiap pendaki wajib memasangkan carabinernya jika melewati titik ini dan harus bergantian. Setelah itu rekan-rekan kembali harus membuat jalur pemanjatan, dimana leader melakukan artificial climb selanjutnya setibanya di puncak 17 memasang fix rope untuk dilalui orang selanjutnya dengan teknik jumaring.

Perjalanan menuju Puncak Tusuk Gigi dimulai turun dari Puncak 17 menuruni tebing yang cukup curam. Rekan-rekan menggunakan teknik rappelling untuk mencapai ke bawah. Dititik ini juga sudah ada beberapa anchor tanam dari besi yang dapat digunakan. Jalur Kern ditinggal disini dan akan digunakan kembali nanti. Setelah itu dilanjutkan dengan jalan sedikit menurun menuju jalur punggungan Puncak Tusuk Gigi dan mulai berjalan menanjak melewati batuan-batuan besar dengan tingkat kemiringan hampir 90 derajat. Waspadai langkah rekan-rekan dan jangan terburu-buru agar tidak ada bebatuan yang longsor yang dapat membahayakan pendaki di bawah. Jalur bebatuan ini berakhir di Puncak Tusuk Gigi dengan batuan besar yang tersusun menjulang.

Dari Puncak Tusuk Gigi perjalanan dilanjutkan melipir dan berjalan agak menanjak sekitar 100 meter, setelah itu rekan-rekan akan tiba di tempat yang menjadi tujuan akhir pendakian yaitu Puncak Sejati Gunung Raung 3344 Mdpl yang ditandai dengan sebuah triangulasi. Dari puncak kita dapat melihat pemandangan kawah besar yang masih aktif dan masih mengepulkan asap.

Demikian sedikit cerita yang dapat saya berikan terkait Pendakian Puncak Terekstrem di Pulau Jawa, semoga dapat menjadi informasi yang berguna bagi rekan-rekan yang ingin mencapai Puncak Sejati Gunung Raung. Salam Indonesia!!!!

M Muamar
081234966670


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

© backpackerindonesia.com