Dibuai keindahan Ranu kumbolo di gunung Semeru

budhibudhavest, pada 1 Maret 2011, 9.11
di Umum

Setelah sekian lama direncanakan akhirnya trip ke Semeru dengan tujuan Ranu kumbolo terwujud juga, Kami yang semula 10 orang jadi berangkat bertiga-an, lama trip 3 hari yang diawali tanggal 8,9,10 Oktober 2010 dengan rute perjalanan Surabaya-Malang (Rp. 7500/org), Malang -Tumpang (Rp.5000/org) - Poncokusumo - Ranu Pani. Sebelumnya kami sdh dengar kabar bhw jalur pendakian menuju ke puncak Mahameru ditutup,namun tidak untuk Ranu pani - Ranu kumbolo - kalimati.Permasalahan timbul saat kami tiba di Tumpang.harga sewa jeep dari Tumpang - ke Ranu Pani (desa terakhir)dikenai 350.000, (gila cing..kami cuman bertiga dengan saku yang mepet bgt..!!!mau tidak mau kami nunggu ehh kalo2 ada grup lain yg dateng lumayan kan bisa gabung (biar patungannya lebih murah jatunya..maklum ngirit :).karena lama ga ada grup laen yg datang akhirnya kami putuskan untuk nerusin perjalanan dari Tumpang - Poncokusumo dengan naik angkot (Rp.5000/org) nyampe di Poncokusumo kami naik ojek (Rp.75.000/org) sampai desa terakhir yaitu Desa Ranu Pane (2.100 mdpl) adalah desa terakhir dan tempat pemeriksaan serta pos untuk melapor bagi para pendaki untuk naik, dan juga terdapat pondok pendaki untuk bermalam dan beristirahat. Ranu Pane perkampungan kecil, dng mayoritas pekerjaan penduduknya bertani sayur-sayuran. Selain terdapat Ranu Pane (ranu = danau), disebelahnya terdapat ranu yang bernama Ranu Regulo..Setelah melalui Pos perijinan kami memulai pendakian tepat jam 13.00 WIB dengan rute Ranu Pani - Watu rejeng -Ranu kumbolo dengan estimasi waktu 4 jam.Sesampainya di Gapura Selamat Datang, kami berbelok ke kiri ke arah perbukitan. Sedangkan jalanan desa yg lebar lurus menuju perladangan dan perkebunan sayur penduduk. Jalur pendakian termasuk landai melingkari perbukitan, tanjakan jarang dan tidak curam. Sebagian kondisi jalur di lereng bukit dng tebing di salah satu sisi dan jurang dangkal di sisi yg lain. Dibeberapa tempat kita harus melalui pohon-pohon yg tumbang dan menunduk melewati semak-semak yg menyerupai gua di atas kepala kita. Di beberapa bagian jalur pendakian terlihat alang-alang dan Edelweiss. Meskipun tidak ada penunjuk arah, tetapi jalur sangat jelas dan tdk bercabang-cabang serta ada patok-patok penanda jarak.
Secara umum perjalanan sungguh sangat menyenangkan. Semangat masih tinggi, tenaga masih penuh, logistic masih full, dan jalur pendakian tdk menyusahkan. Sungguh awal yg bagus setelah perjalanan yg cukup melelahkan dng ojek sampai ke Ranu Pane. Setelah beberapa jam perjalanan, maka sampailah kami di kawasan Watu Rejeng. Jalur pendakian masih tetap sama, cukup landai dan teduh. Hanya sudut pandangan terbatas, karena kita berada di lembah atau lereng perbukitan.
Dari Watu Rejeng ke Ranu Kumbolo kondisi jalur masih sama, hanya menjelang bukit terakhir sebelum tikungan ke arah Ranu Kumbolo, jalur menanjak lumayan tajam. Pada akhir tanjakan barulah kita mendapatkan pemandangan yg cukup luas. Yang paling menarik tentu saja kearah kanan dimana danau luas dan tenang terhampar kebiru-biruan membuat terpesona siapa saja yg melihatnya. Itulah Ranu Kumbolo, danau di antah berantah yg dirindukan para pendaki gunung di seluruh negeri. Bagi yg belum melihatnya terbayangkan segala cerita indah tentangnya serta misteri yg kadang dihembus-hembuskan. Bagi yg pernah kesana, terbayang indahnya pemandangan serta sejuk airnya yg menyegarkan, membangkitkan gairah pendakian yg mulai menurun.
Dari tikungan menuju Pos Ranu Kumbolo sebetulnya tidaklah dekat, konon luas Ranu Kumbolo 14 ha. Meskipun jelas terlihat, namun dng menyusuri pinggiran ranu Pos Pendakian Ranu Kumbolo ditempuh sekitar 30 menit. Di tempat ini kita bisa menjumpai Pondok Pendakian yg cukup tertutup dan enak untuk beristirahat dan berlindung dari hawa dingin dan angin, tapi diwaktu-waktu tertentu (terutama malam tahun baru dan 17 an) pos ini sdh pasti penuh pendaki. Tetapi jangan khawatir, karena tempat ini datar dan luas sehingga sangat mudah mendirikan tenda.
kami sampai di Ranu kumbolo jam 19.00 WIB. waktu yang panjang dan molor karena dihadang hujan selama perjalanan.Ranu kumbolo adalah sebuah danau di pegunungan tengger-Semeru dengan ketinggian 2500 mdpl suhunya bisa sangat ekstrem sampai dibawah nol derajat..bisa kebayangkan dinginnya..jadi jika hendak melakukan trip kesini siapkanlah jaket hangat dan kantung tidur..Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominasi oleh pohon cemara, akasia, pinus, alang-alang, dan Edelwiss putih. Edelwiss banyak terdapat di lereng-lereng disepanjang Jalur Pendakian Gn. Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek. Konon satwa yang masih bisa dijumpai di kawasan ini termasuk:Macan Kumbang, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.aktivitas yang bisa dilakukan ditempat ini antara lain memncing, memasak, air sangat melimpah ditempat ini,,eittss tapi buat yang mau kesini tolong JAGA KEBERSIHAN AIRNYA YAHH..diatas Ranu Kumbolo terdapat Jalur pendakian yang menanjak..nah tamjakan ini dinamakan tanjakan cinta..katanya sih..dibalik tanjakan cinta kalian bakal nemuin sebuah hamparan savana yang sangat luas dengan beberapa pinus menjulang diatasnya..wuiihhh indah bgt deh pokoknya..daerah ini dinamakan Oro-oro ombo..sayang perjalanan kami hanya sampai disini, malam di ranukumbolo berlangsung lama mungkin karena faktor dingin kali ya..hehehe..
tgl 10 otober 2010, packing dan berkemas untuk turun, kali ini kami melewati jalur yang agak ekstrem, jalur yang biasa dipakai penduduk kampung, Ranu kumbolo, panggonan cilik, Bukit ayek ayek, Ranu Pani.jalur ini memiliki kontur yang terjal dan mendaki karena langsung membelah bukit ayek-ayek yang berada disampingnya Ranu kumbolo. bayangkan dengan membawa Beban lebih dari 5 kilo di punggung sambil naik bukit terjal ini...wuuiiihh rasanya lutut ni mo lepas aja..hahaha..setelah melewati bukit ayek-ayek jalanan terus menurun..sampai di Ranu pani..


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

daydeh pada 2 Maret 2011, 8.42

http://daydeh-109.blogspot.com/2010/05/mahameru-mei-2010.html

cerita semeru kite nih

Suka 0
budhibudhavest pada 2 Maret 2011, 15.22

wah mangtab juga Bang..watu aku ke sana jalur menuju ouncak ditutup.jadi mesti lega meski cuma sampai di ranu kumbolo saja,..hehehe

Suka 0
waryog pada 2 Maret 2011, 19.20

semeru mantap abis..hahahaha.....ranu kumbolo... sayang gak muncak karena di tutup...padahl bagus kan di atas...

Suka 0
ilham pada 3 Maret 2011, 17.08

mantep dah brur, gw baru kesampean denger cerita ama dengerin laguya doang..kapan2 saya di hajak dong klo kesana lagi :D :D

Suka 0
indra_naraituh pada 4 Maret 2011, 7.58

mantap bro....tau gak kapan kira2 di buka lagi jalur pendakiannya?

Suka 0
alvaro pada 4 Maret 2011, 12.31

berjalan di oro-oro ombo...
menikmati hamparan bintang di pasir Semeru....
lihat sunrise di puncak Mahameru...
Cakeeeeeepppp!!!!!!!!

Suka 0
dofont pada 27 Maret 2011, 13.27

share aj nih...

ak jg pnah kesemeru ber 9 tapi disna jg bareng ama byk orang...
ranukumbolo mang indah bgt buat ngecame...damai, menyatu dng alam bgt....
waktu muncak ada yg tewas satu dari kelompok lain karena mungkin kondisi lagi kurang vit n logistik kurang...
so klo kepuncak semeru siapin segalanya ya gan biar aman...mang di mahameru tempat yg prestisius ntahlah nulisnya gimana pokoke ajiblah dataran tertinggi dipulau jawa...
misalnya kesemru lagi ak nyampe ranukumbolo aj ato kalimati aj,,,tidak2 lg deh ke mahameru... (hehehe tp jg tergantung sikon, klo lagi rewel mau juga,hahahaha.red)
:arrow: :arrow: :beer:

Suka 0
mazyan pada 11 April 2011, 8.39

DI BUKA JALUR PENDAKIAN KE SEMERU bulan Mei 2011, info dari BKBTS

Suka 0
Molyanti pada 13 April 2011, 7.39

semeru emang keren abis.......mantaaaaaap.......

Suka 0
Melati pada 20 April 2011, 17.44

mau...tp belum berani

Suka 0
Cari
dalam semua kategori