[Blacklist] Kumpulan Penipu dan Durjana
Sudah berangkat
Kamis, 30 Juni 2016
Temen temen yang merasa ditipu atau tidak ditepati janjinya. Silakan sampaikan disini username BPI(url lebih baik), nama asli dan nomor rekening penipu tersebut beserta alasannya. Yang bersangkutana juga bisa meluruskan.
Biar temen yang lain tidak menginjak duri untuk kedua kalinya. Pastikan masuk ke forum ini sebelum menggunakan NEXT TRIP
http://www.backpackerindonesia.com/forums/usertour-travel-durhaka
Assalamualaikum teman2 BPI,
Saya jg salahsatu peserta trip derawan bersama nenden dan mas soekadie.
Kecewa sekali karena sampai saat ini msalah ini masih belum selesai.
Pesan saya hati2 dalam memilih travel agent.
Salam :)
note : dengan kejadian tersebut, harap hati-hati untuk semua trip yang diadakan TS an Aditya Darminta Putra (@aditya_jco)
ane cuman bisa ikut mantau aj gan :D
[quote=ndenzo]Halo rekan-rekan BPI,
Di sini saya mau sharing soal travel agent yang nggak kredibel.
Sesungguhnya liburan adalah kegiatan yang mestinya menyenangkan, sebagai media refreshing bagi kita yang sehari-hari melakukan aktivitas bekerja. Waktu dan tanggal, biasanya kita cari dan pilih untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dalam berwisata, trip, traveling, atau apalah itu namanya.
Bagi sebagian orang, merencanakan trip dan liburan terasa lebih baik dilakukan sendiri. Tapi apa daya, kalau destinasi yang kita pilih adalah tempat yang asing, jauh, dan belum pernah kita datangi. Jalan keluar yang diambil biasanya adalah menggunakan travel agent.
Nah, saya yakin sebagian teman-teman di sini ada yang sudah punya travel agent sendiri-sendiri. Entah karena destinasi yang menarik, atau servis yang diberikan. Bonusnya, adalah keramahan dari guide yang menemani. Terkadang, para guide tersebut malah menyenangkan untuk dijadikan sebagai teman.
WELL, tidak semua trip dan travel agent itu menyenangkan. Setidaknya, inilah yang saya alami ketika saya mengikuti trip dengan travel agent yang berbeda, untuk pertama kalinya.
13 Juni 2014 adalah hari yang cerah. Berangkat dari Bandara Soetta bersama seorang teman, saya menuju Tarakan untuk ke Pulau Derawan. Saya mengikuti trip bersama Javas Tour (dari Bandung). Meski sampai di Bandara Juwata Tarakan terlalu pagi dan belum sarapan, saya masih memiliki harapan besar bahwa trip tersebut akan menyenangkan. Tentu saja, tidak sedikit uang yang disisihkan untuk ikut di trip ini. Seberapa pun jumlahnya, setiap sen-nya adalah hasil jerih payah saya sendiri. (begitu juga dengan peserta trip lainnya).
Bersama 24 orang lainnya, ternyata saya harus menelan pil pahit, karena trip tersebut rusak sama sekali. Kami harus berjuang sendiri untuk membuat trip jadi menyenangkan. Setidaknya, kami mencoba begitu...
Sekilas tentang Javas Tours, di BPI, Javas Tours banyak membuat trip perjalanan ke Singapore dan Malaysia, sepertinya ini adalah destinasi utama mereka, selain karena murah juga sepertinya destinasi ini paling sering didatangi. Tapi ada juga trip ke destinasi lainnya. Trip Javas Tour ke Derawan bisa diliat di sini :
javas tour derawan
(*bisa dilihat trip yang kami ambil tanggal 13-15 Juni adalah trip promo)
lebih jelasnya di sini :
http://www.javastours.com/statis-11-tripderawan.html
Dapat saya gambarkan, kronologis singkatnya adalah sebagai berikut:
1. Kami sudah membayar full sebelum berangkat,
2. Di Tarakan, kami tidak dijemput oleh guide, melainkan hanya oleh sopir bis pemda,
3. Di Derawan, kami tidak diurusi : Tidak disediakan penginapan, makan, dan semua perjalanan hanya ditemani sopir speedboat (Pak Idris) dan ABK (tidak ada guide), Adit yang kami telepon berkali-kali, berkali-kali juga memberi alasan bahwa dia akan ke Derawan tapi ketinggalan pesawat. Berkali-kali juga dia berdalih bahwa HP-nya lowbat sehingga tidak bisa membalas whatsapp, sms, atau menerima telepon. Saya (dan teman2 peserta) sangat ingat, di malam terakhir kami menelpon Adit, dia kembali berdalih habis baterai. Tapi setelah salah satu dari kami menjelaskan panjang lebar, sekira 5 menit-an, ternyata telepon sama sekali tidak terputus. Sejak itulah kami sudah tak bisa mempercayai orang ini!
4. Guide (baru) kami hire dengan bantuan sopir speedboat,
5. Sebagian dari kami mengambil penginapan tersendiri (terpisah). Ada tiga penginapan terpisah, dan masing-masing dari kami akan mendapat jumlah refund yang berbeda. Ini karena peserta yang mengambil penginapan pertama, dibayarkan oleh pihak Javas Tour sedangkan yang lain tidak.
6. Belakangan, di dalam trip, setelah diminta terus, barulah pihak Javas Tour memberikan kami makan malam di malam terakhir, dan sarapan di hari terakhir (telat, kami sudah keburu kesal),
7. Setelah trip selesai, kami mengajukan keberatan dan meminta refund via email maupun whatsapp, juga via Path. Dalam email kami, kami dan pihak Javas Tour memiliki kesepakatan untuk jumlah refund dengan beberapa kategori yang berbeda,
8. Selama sebulan lebih, kami diberi janji akan dibayar refund atas service yang tidak kami dapatkan. Tapi janji hanya janji, sampai sekarang (dari tanggal keberangkatan 13-15 Juni) tidak ada realisasi.
9. Selama di P. Derawan, kami berbincang dengan beberapa orang. Dan akhirnya kami tau, pihak Javas Tour punya banyak masalah, yakni dengan guide lokal dan rumah makan yang mengeluhkan pembayaran yang masih mengunggak. Bahkan hingga sekarang!
10. Ditambah lagi, sopir (service) speedboat yang menemani kami, juga belum dibayar. Pak Idris bahkan meminta kami untuk membantu owner Javas Tour untuk melunasi tunggakan sebesar Rp 9.800.000,
11. Untuk refund kepada semua peserta, seharusnya yang dibayarkan adalah Rp 9.001.000,
12. Selama meminta refund, semua jenis komunikasi seperti whatsapp, sms, telp, path, twitter kami diblock dan tidak dibalas..
Sebagai informasi, seharusnya service yang kami dapatkan sebagai berikut (dikutip dari web Javas Tour):
Include :
- Speed Boat selama trip explore pulau-pulau
- Penjemputan Bandara-Dermaga PP
- Cottage AC di Derawan Share 2-3org/kamar (sebagian mendapat kamar dgn kipas angin)
- BBQ (tidak ada)
- Makan (5x 3D2N) (Hanya 2x)
- Life Jacket
- Tiket masuk kawasan wisata
- Foto editing + Foto Underwater (tidak ada)
- Free Banana Boat (Boro-boro)
- Souvenir (nihil!)
- Sewa alat snorkeling lengkap selama trip (Kami bayar sendiri)
Twitter travel agent Javas Tour adalah @JavasTours dan ownernya (yang selalu ngeles dari tanggung jawab) adalah @Aditya_Jco
Bersamaan dengan blog ini, terdapat foto (screenshot) balasan email kepada kami dari b***[email protected] dan complaint email kami pada link ini :
https://www.flickr.com/photos/126413382@N02/
Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda mereka mau merealisasikannya. Ingat, semua jenis komunikasi sudah diputus oleh pihak Javas Tours. Lalu, kami harus berbuat apa lagi?
Beberapa teman kami juga sudah mulai jengah dengan sikap bung @Aditya_Jco ini.
Kami mengerti, trip yang kami ambil adalah trip Promo. Apa sesungguhnya arti kata Promo? Silakan teman-teman boleh mengartikannya sendiri-sendiri. Tapi berjualan dengan Promo tidaklah berarti menjual barang-barang yang sudah kadaluwarsa, bukan? Buat apa, tentu lebih baik membeli barang baru dengan kualitas prima, setuju?
Bagi kami, trip promo semestinya adalah 'pengorbanan' sebuah travel agent untuk mendongkrak popularitas, kredibilitas, dan kesan servis mereka di mata partisipan. Caranya, adalah dengan menekan biaya trip dan mengambil untung hanya sedikit dari trip tersebut. Bisa jadi, dilakukan dengan cara men-down grade berbagai hal. Oke, tidak ada bedanya dengan trip backpacker, menurut saya.
Bagi saya sendiri, saya sudah terbiasa dengan penginapan yang seadanya. Asalkan bersih, tak masalah. Tapi, bukan berarti DITELANTARKAN begitu saja. Apa gunanya kami ikut trip via travel agent, kalau begitu. Di BPI sendiri kan sudah ada fasilitas untuk membuat trit bila mau mengadakan trip dan mencari teman seperjalanan. Kami bisa mencari sendiri, kalau mau. Tapi tujuan kami ikut trip bersama travel agent kan sebetulnya ingin liburan dengan mudah, semua fasilitas sudah disediakan, meski tidak mewah. Kami sadar kok, dan kami tidak meminta yang tidak ada di dalam tawaran mereka.
Melalui blog ini saya hanya ingin berbagi informasi. Perlu ditekankan, bahwa kredibilitas sebuah travel agent ada pada kesan dan pengalaman pesertanya. Jika kesan yang ditinggalkan luar biasa atau baik, peserta tidak akan sungkan untuk mengikuti kembali trip lainnya yang diadakan oleh travel agent tersebut. Tapi sekali dikecewakan (terlebih, sangat dikecewakan), sudah sewajarnya para peserta tidak tertarik untuk mengikuti trip lain dari travel agent tersebut. Apalagi, bagi kami, ini bukan lagi berada pada level KECEWA, tetapi termasuk kategori DIRUGIKAN. Sebagai konsumen, kami tidak mendapatkan apa yang mereka tawarkan. Tidak profesional, tidak kredibel, apa lagi titel yang pantas kami tempelkan pada JAVAS TOURS???
* * *
Kebenaran isi blog ini silakan dikonfirmasi kepada sesama peserta yang juga memiliki akun BPI berikut :
- fannyfarleyanna (juga sudah mempublish kekecewaannya di blog BPI ini)
- martikawaii
Selama belum ada itikad baik dari pihak Javas Tours, kami akan mengusahakan berbagai cara agar mereka memenuhi tanggung jawabnya. Pak Idris, yang telah sangat banyak membantu kami, juga mencari uang dari trip tersebut. Teman-teman bisa bayangkan apabila beliau harus nombok uang segitu banyak, gara-gara pihak Javas Tours belum memenuhi kewajibannya. Bisa dibilang, hampir semua pihak yang terlibar dirugikan oleh Javas Tours. Lalu, Javas Tours hingga kini hanya membalas email sekenanya, memberikan janji-janji, tanpa realisasi.
JAVAS TOURS, tanpa sadar mereka sedang mempertaruhkan kredibilitas dan nama baiknya sendiri. Carilah uang dengan cara yang halal dan baik, bukan dengan 'menipu'. Orang bijak bilang, "Apa yang kau tebar adalah apa yang kau tuai."
Sekian, semoga pengalaman ini bermanfaat bagi teman-teman. Apabila ada pertanyaan, silakan DM ke akun ini atau akun-akun di atas tadi. Kami bersedia berbagi informasi yang berguna, demi berhati-hati dalam memilih travel agent yang terpercaya. Tidak ada satu pun orang yang mau kecewa dalam liburannya, bukan??
Salam,
nde[/quote]
semoga menjadi bahan pembelajaran untuk temen-temen yang lainya yang mau trip bareng travel agent ataupun buat ravel agent sendiri dalam memberikan pelayanan kepada peserta trip.
saya juga menuliskan perjalanan tersebut selengkapnya di http://soekadie.wordpress.com/2014/08/02/trip-ke-derawan-bareng-javas-tours/
saya juga peserta dari trip tersebut, semoga menjadi bahan pembelajaran untuk temen-temen yang lainya yang mau trip bareng travel agent ataupun buat ravel agent sendiri dalam memberikan pelayanan kepada peserta trip.
saya juga menuliskan perjalanan tersebut selengkapnya di http://soekadie.wordpress.com/2014/08/02/trip-ke-derawan-bareng-javas-tours/
trims
banyak jg trip abal2, harus lebih hati-hati dah :capek:
Gan ane mau menyampaikan, kalo ane abis ditipu mantan pacar ane gan..
SAKITNYA TUH DISINI GAN :bokek:
[quote=NINA RUSMIATI]gan aku newbie..
tadinya mau cari informasi untuk data base tour/travel.
aku tadi coba telepon ke 0855****81 dan 0813****11 mas MArio andreas Tentero tapi qo ga bisa dhubungi ya?
salah satu nomer sich bisa tapi katanya dia udah keluar dari BPI.
info dong kontak adm BPI atau pihak BPI yang bisa dihubungi soalnya ada yang mau di tanyain.
makasi[/quote]
Hy Nina, saya bukan admin BPI tapi saya coba bantu jawab.
Kalo setau saya sih BPI hanya mewadahi dan memoderasi, jadi sejatinya g ada tuh yg namanya organisasi Backpacker Indonesia. Kalopun ada rasanya jadi aneh.
Nah kalo database tour and travel sepengetahuan saya bisa dilihat juga di Triptrus.com tapi sebatas tour operator yang di verifikasi manual oleh admin. Sedangkan untuk data resmi tour & travel itu pasti banyak banget, mungkin bisa lebih dispesifikasi kategorinya sbb :
1. online ticketing/ booking/ reservation
2. provider (ex : body rafting team, river tubing team, guide, dll)
3. travel (transport shuttle, ex : Cipaganti, umroh, haji)
4. outbound, company outing, MICE
5. tour agent/ operator/ organizer (biasanya dapat mewakili semua hal di atas)
Semoga bermanfaat
[quote=ndenzo]Halo rekan-rekan BPI,
Di sini saya mau sharing soal travel agent yang nggak kredibel.
Sesungguhnya liburan adalah kegiatan yang mestinya menyenangkan, sebagai media refreshing bagi kita yang sehari-hari melakukan aktivitas bekerja. Waktu dan tanggal, biasanya kita cari dan pilih untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dalam berwisata, trip, traveling, atau apalah itu namanya.
Bagi sebagian orang, merencanakan trip dan liburan terasa lebih baik dilakukan sendiri. Tapi apa daya, kalau destinasi yang kita pilih adalah tempat yang asing, jauh, dan belum pernah kita datangi. Jalan keluar yang diambil biasanya adalah menggunakan travel agent.
Nah, saya yakin sebagian teman-teman di sini ada yang sudah punya travel agent sendiri-sendiri. Entah karena destinasi yang menarik, atau servis yang diberikan. Bonusnya, adalah keramahan dari guide yang menemani. Terkadang, para guide tersebut malah menyenangkan untuk dijadikan sebagai teman.
WELL, tidak semua trip dan travel agent itu menyenangkan. Setidaknya, inilah yang saya alami ketika saya mengikuti trip dengan travel agent yang berbeda, untuk pertama kalinya.
13 Juni 2014 adalah hari yang cerah. Berangkat dari Bandara Soetta bersama seorang teman, saya menuju Tarakan untuk ke Pulau Derawan. Saya mengikuti trip bersama Javas Tour (dari Bandung). Meski sampai di Bandara Juwata Tarakan terlalu pagi dan belum sarapan, saya masih memiliki harapan besar bahwa trip tersebut akan menyenangkan. Tentu saja, tidak sedikit uang yang disisihkan untuk ikut di trip ini. Seberapa pun jumlahnya, setiap sen-nya adalah hasil jerih payah saya sendiri. (begitu juga dengan peserta trip lainnya).
Bersama 24 orang lainnya, ternyata saya harus menelan pil pahit, karena trip tersebut rusak sama sekali. Kami harus berjuang sendiri untuk membuat trip jadi menyenangkan. Setidaknya, kami mencoba begitu...
Sekilas tentang Javas Tours, di BPI, Javas Tours banyak membuat trip perjalanan ke Singapore dan Malaysia, sepertinya ini adalah destinasi utama mereka, selain karena murah juga sepertinya destinasi ini paling sering didatangi. Tapi ada juga trip ke destinasi lainnya. Trip Javas Tour ke Derawan bisa diliat di sini :
javas tour derawan
(*bisa dilihat trip yang kami ambil tanggal 13-15 Juni adalah trip promo)
lebih jelasnya di sini :
http://www.javastours.com/statis-11-tripderawan.html
Dapat saya gambarkan, kronologis singkatnya adalah sebagai berikut:
1. Kami sudah membayar full sebelum berangkat,
2. Di Tarakan, kami tidak dijemput oleh guide, melainkan hanya oleh sopir bis pemda,
3. Di Derawan, kami tidak diurusi : Tidak disediakan penginapan, makan, dan semua perjalanan hanya ditemani sopir speedboat (Pak Idris) dan ABK (tidak ada guide), Adit yang kami telepon berkali-kali, berkali-kali juga memberi alasan bahwa dia akan ke Derawan tapi ketinggalan pesawat. Berkali-kali juga dia berdalih bahwa HP-nya lowbat sehingga tidak bisa membalas whatsapp, sms, atau menerima telepon. Saya (dan teman2 peserta) sangat ingat, di malam terakhir kami menelpon Adit, dia kembali berdalih habis baterai. Tapi setelah salah satu dari kami menjelaskan panjang lebar, sekira 5 menit-an, ternyata telepon sama sekali tidak terputus. Sejak itulah kami sudah tak bisa mempercayai orang ini!
4. Guide (baru) kami hire dengan bantuan sopir speedboat,
5. Sebagian dari kami mengambil penginapan tersendiri (terpisah). Ada tiga penginapan terpisah, dan masing-masing dari kami akan mendapat jumlah refund yang berbeda. Ini karena peserta yang mengambil penginapan pertama, dibayarkan oleh pihak Javas Tour sedangkan yang lain tidak.
6. Belakangan, di dalam trip, setelah diminta terus, barulah pihak Javas Tour memberikan kami makan malam di malam terakhir, dan sarapan di hari terakhir (telat, kami sudah keburu kesal),
7. Setelah trip selesai, kami mengajukan keberatan dan meminta refund via email maupun whatsapp, juga via Path. Dalam email kami, kami dan pihak Javas Tour memiliki kesepakatan untuk jumlah refund dengan beberapa kategori yang berbeda,
8. Selama sebulan lebih, kami diberi janji akan dibayar refund atas service yang tidak kami dapatkan. Tapi janji hanya janji, sampai sekarang (dari tanggal keberangkatan 13-15 Juni) tidak ada realisasi.
9. Selama di P. Derawan, kami berbincang dengan beberapa orang. Dan akhirnya kami tau, pihak Javas Tour punya banyak masalah, yakni dengan guide lokal dan rumah makan yang mengeluhkan pembayaran yang masih mengunggak. Bahkan hingga sekarang!
10. Ditambah lagi, sopir (service) speedboat yang menemani kami, juga belum dibayar. Pak Idris bahkan meminta kami untuk membantu owner Javas Tour untuk melunasi tunggakan sebesar Rp 9.800.000,
11. Untuk refund kepada semua peserta, seharusnya yang dibayarkan adalah Rp 9.001.000,
12. Selama meminta refund, semua jenis komunikasi seperti whatsapp, sms, telp, path, twitter kami diblock dan tidak dibalas..
Sebagai informasi, seharusnya service yang kami dapatkan sebagai berikut (dikutip dari web Javas Tour):
Include :
- Speed Boat selama trip explore pulau-pulau
- Penjemputan Bandara-Dermaga PP
- Cottage AC di Derawan Share 2-3org/kamar (sebagian mendapat kamar dgn kipas angin)
- BBQ (tidak ada)
- Makan (5x 3D2N) (Hanya 2x)
- Life Jacket
- Tiket masuk kawasan wisata
- Foto editing + Foto Underwater (tidak ada)
- Free Banana Boat (Boro-boro)
- Souvenir (nihil!)
- Sewa alat snorkeling lengkap selama trip (Kami bayar sendiri)
Twitter travel agent Javas Tour adalah @JavasTours dan ownernya (yang selalu ngeles dari tanggung jawab) adalah @Aditya_Jco
Bersamaan dengan blog ini, terdapat foto (screenshot) balasan email kepada kami dari b***[email protected] dan complaint email kami pada link ini :
https://www.flickr.com/photos/126413382@N02/
Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda mereka mau merealisasikannya. Ingat, semua jenis komunikasi sudah diputus oleh pihak Javas Tours. Lalu, kami harus berbuat apa lagi?
Beberapa teman kami juga sudah mulai jengah dengan sikap bung @Aditya_Jco ini.
Kami mengerti, trip yang kami ambil adalah trip Promo. Apa sesungguhnya arti kata Promo? Silakan teman-teman boleh mengartikannya sendiri-sendiri. Tapi berjualan dengan Promo tidaklah berarti menjual barang-barang yang sudah kadaluwarsa, bukan? Buat apa, tentu lebih baik membeli barang baru dengan kualitas prima, setuju?
Bagi kami, trip promo semestinya adalah 'pengorbanan' sebuah travel agent untuk mendongkrak popularitas, kredibilitas, dan kesan servis mereka di mata partisipan. Caranya, adalah dengan menekan biaya trip dan mengambil untung hanya sedikit dari trip tersebut. Bisa jadi, dilakukan dengan cara men-down grade berbagai hal. Oke, tidak ada bedanya dengan trip backpacker, menurut saya.
Bagi saya sendiri, saya sudah terbiasa dengan penginapan yang seadanya. Asalkan bersih, tak masalah. Tapi, bukan berarti DITELANTARKAN begitu saja. Apa gunanya kami ikut trip via travel agent, kalau begitu. Di BPI sendiri kan sudah ada fasilitas untuk membuat trit bila mau mengadakan trip dan mencari teman seperjalanan. Kami bisa mencari sendiri, kalau mau. Tapi tujuan kami ikut trip bersama travel agent kan sebetulnya ingin liburan dengan mudah, semua fasilitas sudah disediakan, meski tidak mewah. Kami sadar kok, dan kami tidak meminta yang tidak ada di dalam tawaran mereka.
Melalui blog ini saya hanya ingin berbagi informasi. Perlu ditekankan, bahwa kredibilitas sebuah travel agent ada pada kesan dan pengalaman pesertanya. Jika kesan yang ditinggalkan luar biasa atau baik, peserta tidak akan sungkan untuk mengikuti kembali trip lainnya yang diadakan oleh travel agent tersebut. Tapi sekali dikecewakan (terlebih, sangat dikecewakan), sudah sewajarnya para peserta tidak tertarik untuk mengikuti trip lain dari travel agent tersebut. Apalagi, bagi kami, ini bukan lagi berada pada level KECEWA, tetapi termasuk kategori DIRUGIKAN. Sebagai konsumen, kami tidak mendapatkan apa yang mereka tawarkan. Tidak profesional, tidak kredibel, apa lagi titel yang pantas kami tempelkan pada JAVAS TOURS???
* * *
Kebenaran isi blog ini silakan dikonfirmasi kepada sesama peserta yang juga memiliki akun BPI berikut :
- fannyfarleyanna (juga sudah mempublish kekecewaannya di blog BPI ini)
- martikawaii
Selama belum ada itikad baik dari pihak Javas Tours, kami akan mengusahakan berbagai cara agar mereka memenuhi tanggung jawabnya. Pak Idris, yang telah sangat banyak membantu kami, juga mencari uang dari trip tersebut. Teman-teman bisa bayangkan apabila beliau harus nombok uang segitu banyak, gara-gara pihak Javas Tours belum memenuhi kewajibannya. Bisa dibilang, hampir semua pihak yang terlibar dirugikan oleh Javas Tours. Lalu, Javas Tours hingga kini hanya membalas email sekenanya, memberikan janji-janji, tanpa realisasi.
JAVAS TOURS, tanpa sadar mereka sedang mempertaruhkan kredibilitas dan nama baiknya sendiri. Carilah uang dengan cara yang halal dan baik, bukan dengan 'menipu'. Orang bijak bilang, "Apa yang kau tebar adalah apa yang kau tuai."
Sekian, semoga pengalaman ini bermanfaat bagi teman-teman. Apabila ada pertanyaan, silakan DM ke akun ini atau akun-akun di atas tadi. Kami bersedia berbagi informasi yang berguna, demi berhati-hati dalam memilih travel agent yang terpercaya. Tidak ada satu pun orang yang mau kecewa dalam liburannya, bukan??
Salam,
nde[/quote]
Share yang bagus mbak, pelajaran berharga buat kami sebagai travel agent,
semoga masalahnya cepat selesai ya mbak dan jgn jera ikut travel agent krn tidak semua seperti itu.
keep backapacker mbak ndee
Halo rekan-rekan BPI,
Di sini saya mau sharing soal travel agent yang nggak kredibel.
Sesungguhnya liburan adalah kegiatan yang mestinya menyenangkan, sebagai media refreshing bagi kita yang sehari-hari melakukan aktivitas bekerja. Waktu dan tanggal, biasanya kita cari dan pilih untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dalam berwisata, trip, traveling, atau apalah itu namanya.
Bagi sebagian orang, merencanakan trip dan liburan terasa lebih baik dilakukan sendiri. Tapi apa daya, kalau destinasi yang kita pilih adalah tempat yang asing, jauh, dan belum pernah kita datangi. Jalan keluar yang diambil biasanya adalah menggunakan travel agent.
Nah, saya yakin sebagian teman-teman di sini ada yang sudah punya travel agent sendiri-sendiri. Entah karena destinasi yang menarik, atau servis yang diberikan. Bonusnya, adalah keramahan dari guide yang menemani. Terkadang, para guide tersebut malah menyenangkan untuk dijadikan sebagai teman.
WELL, tidak semua trip dan travel agent itu menyenangkan. Setidaknya, inilah yang saya alami ketika saya mengikuti trip dengan travel agent yang berbeda, untuk pertama kalinya.
13 Juni 2014 adalah hari yang cerah. Berangkat dari Bandara Soetta bersama seorang teman, saya menuju Tarakan untuk ke Pulau Derawan. Saya mengikuti trip bersama Javas Tour (dari Bandung). Meski sampai di Bandara Juwata Tarakan terlalu pagi dan belum sarapan, saya masih memiliki harapan besar bahwa trip tersebut akan menyenangkan. Tentu saja, tidak sedikit uang yang disisihkan untuk ikut di trip ini. Seberapa pun jumlahnya, setiap sen-nya adalah hasil jerih payah saya sendiri. (begitu juga dengan peserta trip lainnya).
Bersama 24 orang lainnya, ternyata saya harus menelan pil pahit, karena trip tersebut rusak sama sekali. Kami harus berjuang sendiri untuk membuat trip jadi menyenangkan. Setidaknya, kami mencoba begitu...
Sekilas tentang Javas Tours, di BPI, Javas Tours banyak membuat trip perjalanan ke Singapore dan Malaysia, sepertinya ini adalah destinasi utama mereka, selain karena murah juga sepertinya destinasi ini paling sering didatangi. Tapi ada juga trip ke destinasi lainnya. Trip Javas Tour ke Derawan bisa diliat di sini :
javas tour derawan
(*bisa dilihat trip yang kami ambil tanggal 13-15 Juni adalah trip promo)
lebih jelasnya di sini :
http://www.javastours.com/statis-11-tripderawan.html
Dapat saya gambarkan, kronologis singkatnya adalah sebagai berikut:
1. Kami sudah membayar full sebelum berangkat,
2. Di Tarakan, kami tidak dijemput oleh guide, melainkan hanya oleh sopir bis pemda,
3. Di Derawan, kami tidak diurusi : Tidak disediakan penginapan, makan, dan semua perjalanan hanya ditemani sopir speedboat (Pak Idris) dan ABK (tidak ada guide), Adit yang kami telepon berkali-kali, berkali-kali juga memberi alasan bahwa dia akan ke Derawan tapi ketinggalan pesawat. Berkali-kali juga dia berdalih bahwa HP-nya lowbat sehingga tidak bisa membalas whatsapp, sms, atau menerima telepon. Saya (dan teman2 peserta) sangat ingat, di malam terakhir kami menelpon Adit, dia kembali berdalih habis baterai. Tapi setelah salah satu dari kami menjelaskan panjang lebar, sekira 5 menit-an, ternyata telepon sama sekali tidak terputus. Sejak itulah kami sudah tak bisa mempercayai orang ini!
4. Guide (baru) kami hire dengan bantuan sopir speedboat,
5. Sebagian dari kami mengambil penginapan tersendiri (terpisah). Ada tiga penginapan terpisah, dan masing-masing dari kami akan mendapat jumlah refund yang berbeda. Ini karena peserta yang mengambil penginapan pertama, dibayarkan oleh pihak Javas Tour sedangkan yang lain tidak.
6. Belakangan, di dalam trip, setelah diminta terus, barulah pihak Javas Tour memberikan kami makan malam di malam terakhir, dan sarapan di hari terakhir (telat, kami sudah keburu kesal),
7. Setelah trip selesai, kami mengajukan keberatan dan meminta refund via email maupun whatsapp, juga via Path. Dalam email kami, kami dan pihak Javas Tour memiliki kesepakatan untuk jumlah refund dengan beberapa kategori yang berbeda,
8. Selama sebulan lebih, kami diberi janji akan dibayar refund atas service yang tidak kami dapatkan. Tapi janji hanya janji, sampai sekarang (dari tanggal keberangkatan 13-15 Juni) tidak ada realisasi.
9. Selama di P. Derawan, kami berbincang dengan beberapa orang. Dan akhirnya kami tau, pihak Javas Tour punya banyak masalah, yakni dengan guide lokal dan rumah makan yang mengeluhkan pembayaran yang masih mengunggak. Bahkan hingga sekarang!
10. Ditambah lagi, sopir (service) speedboat yang menemani kami, juga belum dibayar. Pak Idris bahkan meminta kami untuk membantu owner Javas Tour untuk melunasi tunggakan sebesar Rp 9.800.000,
11. Untuk refund kepada semua peserta, seharusnya yang dibayarkan adalah Rp 9.001.000,
12. Selama meminta refund, semua jenis komunikasi seperti whatsapp, sms, telp, path, twitter kami diblock dan tidak dibalas..
Sebagai informasi, seharusnya service yang kami dapatkan sebagai berikut (dikutip dari web Javas Tour):
Include :
- Speed Boat selama trip explore pulau-pulau
- Penjemputan Bandara-Dermaga PP
- Cottage AC di Derawan Share 2-3org/kamar (sebagian mendapat kamar dgn kipas angin)
- BBQ (tidak ada)
- Makan (5x 3D2N) (Hanya 2x)
- Life Jacket
- Tiket masuk kawasan wisata
- Foto editing + Foto Underwater (tidak ada)
- Free Banana Boat (Boro-boro)
- Souvenir (nihil!)
- Sewa alat snorkeling lengkap selama trip (Kami bayar sendiri)
Twitter travel agent Javas Tour adalah @JavasTours dan ownernya (yang selalu ngeles dari tanggung jawab) adalah @Aditya_Jco
Bersamaan dengan blog ini, terdapat foto (screenshot) balasan email kepada kami dari b***[email protected] dan complaint email kami pada link ini :
https://www.flickr.com/photos/126413382@N02/
Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda mereka mau merealisasikannya. Ingat, semua jenis komunikasi sudah diputus oleh pihak Javas Tours. Lalu, kami harus berbuat apa lagi?
Beberapa teman kami juga sudah mulai jengah dengan sikap bung @Aditya_Jco ini.
Kami mengerti, trip yang kami ambil adalah trip Promo. Apa sesungguhnya arti kata Promo? Silakan teman-teman boleh mengartikannya sendiri-sendiri. Tapi berjualan dengan Promo tidaklah berarti menjual barang-barang yang sudah kadaluwarsa, bukan? Buat apa, tentu lebih baik membeli barang baru dengan kualitas prima, setuju?
Bagi kami, trip promo semestinya adalah 'pengorbanan' sebuah travel agent untuk mendongkrak popularitas, kredibilitas, dan kesan servis mereka di mata partisipan. Caranya, adalah dengan menekan biaya trip dan mengambil untung hanya sedikit dari trip tersebut. Bisa jadi, dilakukan dengan cara men-down grade berbagai hal. Oke, tidak ada bedanya dengan trip backpacker, menurut saya.
Bagi saya sendiri, saya sudah terbiasa dengan penginapan yang seadanya. Asalkan bersih, tak masalah. Tapi, bukan berarti DITELANTARKAN begitu saja. Apa gunanya kami ikut trip via travel agent, kalau begitu. Di BPI sendiri kan sudah ada fasilitas untuk membuat trit bila mau mengadakan trip dan mencari teman seperjalanan. Kami bisa mencari sendiri, kalau mau. Tapi tujuan kami ikut trip bersama travel agent kan sebetulnya ingin liburan dengan mudah, semua fasilitas sudah disediakan, meski tidak mewah. Kami sadar kok, dan kami tidak meminta yang tidak ada di dalam tawaran mereka.
Melalui blog ini saya hanya ingin berbagi informasi. Perlu ditekankan, bahwa kredibilitas sebuah travel agent ada pada kesan dan pengalaman pesertanya. Jika kesan yang ditinggalkan luar biasa atau baik, peserta tidak akan sungkan untuk mengikuti kembali trip lainnya yang diadakan oleh travel agent tersebut. Tapi sekali dikecewakan (terlebih, sangat dikecewakan), sudah sewajarnya para peserta tidak tertarik untuk mengikuti trip lain dari travel agent tersebut. Apalagi, bagi kami, ini bukan lagi berada pada level KECEWA, tetapi termasuk kategori DIRUGIKAN. Sebagai konsumen, kami tidak mendapatkan apa yang mereka tawarkan. Tidak profesional, tidak kredibel, apa lagi titel yang pantas kami tempelkan pada JAVAS TOURS???
* * *
Kebenaran isi blog ini silakan dikonfirmasi kepada sesama peserta yang juga memiliki akun BPI berikut :
- fannyfarleyanna (juga sudah mempublish kekecewaannya di blog BPI ini)
- martikawaii
Selama belum ada itikad baik dari pihak Javas Tours, kami akan mengusahakan berbagai cara agar mereka memenuhi tanggung jawabnya. Pak Idris, yang telah sangat banyak membantu kami, juga mencari uang dari trip tersebut. Teman-teman bisa bayangkan apabila beliau harus nombok uang segitu banyak, gara-gara pihak Javas Tours belum memenuhi kewajibannya. Bisa dibilang, hampir semua pihak yang terlibar dirugikan oleh Javas Tours. Lalu, Javas Tours hingga kini hanya membalas email sekenanya, memberikan janji-janji, tanpa realisasi.
JAVAS TOURS, tanpa sadar mereka sedang mempertaruhkan kredibilitas dan nama baiknya sendiri. Carilah uang dengan cara yang halal dan baik, bukan dengan 'menipu'. Orang bijak bilang, "Apa yang kau tebar adalah apa yang kau tuai."
Sekian, semoga pengalaman ini bermanfaat bagi teman-teman. Apabila ada pertanyaan, silakan DM ke akun ini atau akun-akun di atas tadi. Kami bersedia berbagi informasi yang berguna, demi berhati-hati dalam memilih travel agent yang terpercaya. Tidak ada satu pun orang yang mau kecewa dalam liburannya, bukan??
Salam,
nde