Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

Tags

[FR] Gunung Cikuray (2.818 mdpl), Garut Jawa Barat

isoiso
isoiso, pada 18 Okt. 2011, 10.09
di Blog

Gunung Cikuray (2.818 mdpl), Garut Jawa Barat

Agenda :

Jumat 14/10 s.d Minggu 16/10

Peserta :

* Susi Wahyanti [Koordinator]
* Wiwid Nizamia Andalusia
* Saiful Nizamia Andalusia
* Nia Nizamia Andalusia
* Teguh Heri Prijanto
* Muhammad Hatim
* Ipung Rafsanjani
* Payman Shinigami
* Iso Si Bolang

FR
Berangkat dari Pasar Rebo, Jakarta Timur pukul 17.30 naik Bis Primajasa jurusan Jakarta – Garut . Tiba di Tarogong, Garut pukul 23.50 dan dijemput oleh mobil pick-up charteran . Pukul 24.00 berangkat menuju Gn.Cikuray melalui jalur Cilawu, menuju POS PERTAMA di Stasiun Pemancar TV [Metro TV] . Berhenti sebentar di pos pemeriksaan dan membayar Rp 20.000 utk 10 peserta, dan tiba di Stasiun Pemancar pukul 02.00 . Istirahat dan tidur sebentar utk memulihkan stamina, Pukul 04.30 packing, sholat shubuh berjama’ah dan foto-foto kemudian memulai perjalanan [trekking] menuju Gn.Cikuray .

Dari Stasiun Pemancar [pukul 05.30], kami mengambil jalan kanan menuju kebun teh . Menapaki kebun teh sampai bertemu bukit dan ladang kubis, sampai bertemu hutan di bukit Cikuray . Trek jalanan yg merupakan perpaduan trekking zone yg agak terjal dan pasir tapi tidak ada zone climbing, dengan carrier dan ransel dipunggung membuat perjalanan terasa agak berat . Normalnya bisa didaki selama 4 jam, namun dalam 4 jam kami baru mencapai POS KEDUA karena medan yg lumayan terjal dengan stamina yg kurang fit [karena basicnya kami merupakan backpacker, bukan pendaki] . Dalam perjalanan ini kami bertemu duet mawut [bule swiss] yang berangkat ke puncak sejak jam 8 malam, yang bercerita bahwa mereka hanya membutuhkan 3 jam dari stasiun pemancar , dalam hati kami ; “dasar bule gila” . 2 jam kemudian kami baru mencapai POS KETIGA [puncak bayangan], dengan perjuangan yang sungguh luar biasa super . sebentar-sebentar istirahat karena beban yang menempel di punggung begitu terasa mantaph . “sek sek sek, napasku ilang! Sek sek sek, ototku kaku! Sek sek sek, ambegan sek”, kata-kata ini selalu muncul sebelum kami beristirahat dan kemudian melanjutkan kembali ke puncak . Sesampainya disana beristirahat dan mendirikan tenda .

Setelah hampir 2 jam kami istirahat di tenda, memasak mie untuk makan siang . sebagian dari tim menuju puncak dari Gn. Cikuray dan sebagian istirahat [tidur] di tenda, sekitar 1 jam 20 menit tibalah kami menuju puncak dari Gn. Cikuray [2.818 mdpl] yang berupa tanah petak dengan pemandangan yang super [versi mario teguh] dan subhanallah yah [versi vicky shu] berupa puncak-puncak gunung papandayan, ciremai, dan beberapa gunung lainnya . awan dan kabut pun menyelimuti puncak gn.cikuray . Ditemani duet maut dari IPB [Ari dan Dian], membuat dingin hanyalah selingan kecuali gelak tawa dan hangatnya petualangan .

Setelah puas menikmati keindahan puncak gn.cikuray, kami kembali menuju tenda untuk membuat api unggun dan makan malam . Sebagian tim yang tinggal ditenda, membuat api unggun selagi menunggu tim yg lain turun, disamping itu kami membuat video kenang-kenangan : sing a song “Novia Kolopaking – Asmara” dan “Betharia Sonata – Hati Yang Luka ” . Sembari bergantian sholat Maghrib berjama’ah, sebagian tim menyiapkan makan malam “Spaghetti, lupa bumbunya” [maklum wong deso] . Momen makan malam inilah terasa betapa indahnya kebersamaan trip kali ini, dengan mengelilingi api unggun dan diterpa dinginnya malam dan hembusan angin yg menghentakkan dedaunan cikuray membuat spaghettinya terasa lebih nikmat bahkan lebih nikmat dari masakan Farah Quinn [lha wong belum pernah ngrasain lho] . Diiringi canda tawa dan curhatan malam, semakin membuat kebersamaan menjadi lebih hangat dan berkesan sampai ngantuk memisahkan kami untuk masuk ke tenda masing-masing [kita membuat 3 tenda] # di bawah rombongan kami ada pula rombongan dari IT TELKOM .

Pukul 04.00 kami mulai bangun untuk kembali menuntaskan misi menuju puncak cikuray, sebagian tim yang sudah naik ke puncak bergantian menjaga tenda dan menjaga api tetap unggun . 1 jam perjalanan kami tempuh sampai puncak cikuray, dan ternyata begitu tiba di puncak suasana berubah ramai dengan berkumpulnya rombongan pendaki lain : duet IPB, Tim IT TELKOM dan pasutri [lupa belum kenalan] . Jeng jeng,, Matahari mulai muncul di ufuk timur, disebelah puncak ciremai . Sekali lagi, mulut kami hanya bisa berucap “Subhanallah” terkagum-kagum dan diam memaku memandang indahnya warna orange memudar merah dan menjadi kuning cerah matahari, Another best performance of cikuray mount !

== skip – skip ==
Pukul 07.30 Setelah packing, bersih-bersih sampah, foto-foto dan berdoa [sembari berharap suatu saat nanti bisa bersua lagi dengannya ,cikuray –red] kami memulai menuruin puncak bayangan untuk kembali ke stasiun pemancar . walau terasa lebih cepat [3,5 jam] dari waktu kita mendaki, namun beban yang kami pikul terasa lebih menekan sehingga mayoritas dari kami merasa lutut kami serasa minta dipanggul [puegel tenan rek] . Beberapa kali pula tim kami jatuh bangun dipelukan tanah cikuray karena terjalnya medan, bahkan 1 bungkus counterpain tidak cukup membantu kami mengatasi pegalnya dengkul ini . semua rasa capai dan pegal mendadak hilang ketika hamparan kebun teh mulai terlihat, sebagian tim bercengkerama dengan petani dan ada pula yang mount sprint dari bukit dengan kecepatan 100km/jam . ALHAMDULILLAH, kami pun tiba di stasiun pemancar pukul 10.30 dengan rasa dahaga yang teramat sangat, namun rasa puas menaklukan cikuray membuat dahaga tidak begitu terasa . FINALLY, CIKURAY WE BEAT YOU ! ISO !!

TIPS N CATATAN

* Sedia air minum : 2 botol/org #kami merasa sangat kekurangan di puncak bayangan, untung saja kita menemukan air perbekalan yang ditinggal pendaki sebelum kami [7 plastik] : THANKS TO THEM ! dan hemat-hematlah air selama perjalanan [baik naik atau turun]
* Bawa jaket yang tebal : walaupun suhunya tidak sedingin bromo, tapi angin di atas sangat terasa sekali .
* Sleeping Bag : sangat membantu peristirahatan, saya tidak membawa sehingga tidurnya juga kurang nyaman bahkan 2 jaket, kaki tertutup kaos pun masih belum bisa menahan dinginnya malam .

PERLENGKAPAN

* Tenda
* Sleeping bag
* Alat nasting
* Kamera
* Perlengkapan Ibadah
* Korek dan djarum coklat [boleh diganti yang lain sesuai selera]
* Mie dan snack
* AIR AIR DAN AIR

PENGELUARAN

* Jakarta – garut : Rp 35.000 x 2 = RP 70.000
* Carter mobil pickup : @RP 35.000
* Tiket masuk [pos pertama] : Rp 2.000
* Makan : Sesuai kebutuhan saja
* ATM buat jaga2

Demikian TRIP RECORD “Gunung Cikuray by Tim Bolang n Nizamia Andalusia”, semoga membantu teman-teman backpacker dan pendaki lainnya. Tetap semangat, jaga selalu kebersihan hutan dan diri sebelum naik, BISMILLAH,, ISO !!


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

isoiso
isoiso
isoiso Sr.
pd. 31 Okt. 2011, 20.12

setuju deh mas .
sleeping saya ga bawa . jadi ngerasain banget dinginnya waktu malam .
tp diluar tenda malah ga dingin cz ada api unggun .

Suka 0
MasCojack
MasCojack
MasCojack Jr.
pd. 26 Okt. 2011, 12.19

Selamat dulu om buat trip nya ke cikurai :)
awal bulan kemaren saya juga baru abis dari sana
cuma sabtu minggu saja malah.
kita berangkat sabtu siang, sore langsung nanjak cikurai, minggu siang turun ke garut langsung sorenya cabut kejakarta dan malem dah dijakarta lagi.
share dikit juga ya om :
1.yang perlu diperhatikan saat pendakian cikurai adalah persediaan air, karena spanjang jalur pendakian kita tidak akan menemukan sumber air selain yang kita bawa atau mungkin yang ditinggalkan pendaki lain [contoh diatas]
2.siapkan kondisi fisik supaya tidak drop selama pendakian,karena jalur pendakian tanpa ampun [nanjak terus] hampir tanpa bonus [turunan] paling hanya tanah2 datar selebar 2-3meter yang bisa kita gunakan buat istirahat menghimpun tenaga.
3.Jaket dan sleeping bag wajib bawa, karena suhu di wilayah garut mantep dinginya. Sama halnya di gunung papandayan yang dinginnya mantep bet.
4.Sekali kali coba nanjak malem om ke cikurai.

Salam, :)

Suka 0

© backpackerindonesia.com