Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

Tags

Rinjani Via Sembalun & Torean

mifta.kharimah
mifta.kharimah, pada 19 Maret 2014, 7.46
di Blog

3726 Mdpl!

Setelah Gunung Semeru yang cantik aku sapa, kali ini aku mencoba Gunung Tertinggi kedua tertinggi di Indonesia, tepatnya di Lombok Nusa Tenggara Barat. Rencana dan susunan perjalanan hampir selesai dan fix sampai akhirnya aku dan ilham mencoba mengajak Mba Okti yang juga ingin melakukan perjalanan ke Gunung terindah itu juga. Berikut cerita perjalanan kami dimulai dari tanggal 9 Oktober 2013.

Rabu- kamis , 9 - 10 Oktober 2013

Cerita perjalanan kami dimulai dari Stasiun Senen, dengan daypack yang sebelumnya aku titipkan di rumah teman kantorku aku pun berangkat menuju stasiun senen menggunakan kopaja AC.

Diantar oleh Mbak Dian teman kantorku sampai halte busway kantor imigrasi Jakarta selatan yang kebetulan berdekatan dengan kantorku.

Tiba di stasiun senen akupun memberi kabar kepada ilham dan mba okti bahwa aku sudah tiba di tempat "biasa" kami bertemu sebelum memulai cerita perjalanan kami. Kereta Brantas Jurusan Solo yang sudah aku pesan 2 bulan yang lalu.

Pukul 16.05 kereta kamipun berangkat. Dengan suasana hati yang riang. Aku, ilham dan mba Okti pun bercengkrama menceritakan pengalaman kami selama beberapa bulan terakhir.
Pukul 03.40 wib kamipun tiba di Stasiun Solo Jebres. Saudara kami Alvian berjanji akan menjemput kami dan membawa kami untuk beristirahat sejenak di Rumahnya.Tak lama Arini pun datang, peluk kangen dengan Arini karena sudah lama sekali aku dan dia tidak bertemu semenjak kedatangannya ke Jakarta beberapa bulan yang lalu.

Setelah mandi dan rapi-rapi di kediaman Alvian, Aku dan yang lainnya menuju ke tempat makan yang konon katanya Aryo sudah menunggu kami disana untuk sarapan bersama. Kamipun sarapan di sebuah warung soto langganan mereka.
Tak lama kemudian Aryo pun tiba dengan muka bangun tidurnya. Kami juga sudah lama tidak bertemu dengan Aryo, hanya sesekali ngobrol di WhatsApp dan twitter. Beberapa menit kemudian, Dini pun datang dan sontak mengagetkan kami, setelah makan dan bercengkrama walau sebentar, kami pun segera di antar ke stasiun Solo jebres lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya menggunakan Kereta Sri Tanjung.

Jadwal kereta kami pukul 08.45 dan akan tiba di Stasiun Gubeng Surabaya pada pukul 13.15. Sesampainya di Stasiun Solo Jebres, tak luput untuk foto-foto bersama saudara-saudara kami di Solo yang melepas kepergian kami ke Surabaya. Peluk dan beberapa pesan yang disampaikan mereka membuat semangat dan aku berjanji dalam hati bahwa aku mampu menggapai puncak.

Terima kasih Solo..

Kereta Sri tanjung siang itupun berangkat menuju stasiun gubeng Surabaya. Aku, ilham dan mba okti menghabiskan waktu perjalanan untuk tidur. Tapi aku tidak bisa tidur pulas karena aku takut ada yang mengambil carrier kami. Kebetulan kami duduk dekat dengan sambungan gerbong kereta.
Kereta pun berhenti di stasiun gubeng tepat waktu. Jam 13.30 wib kami sudah sampai dan berencana mengisi perut kami yang sudah lapar.

Makanlah kami di sebuah warung nasi, sambil menanyakan kepada ibu pemilik warung arah menuju Bandara Djuanda Surabaya.
Setelah selesai makan dan membeli keperluan tambahan di indomaret dekat stasiun, kami pun menuju Bandara International Djuanda menggunakan taksi. Ilham duduk di samping pak supir sedangkan aku dan mba okti di belakang sambil melihat kemacetan dan mengingat-ingat jalanan surabaya yang ramai di jam kantor.
Beberapa pertanyaan dan petunjuk dari pak supir taksi yang menanyakan kepada kami untuk menggunakan jalur mana, via toll atau tidak pun aku jawab karena ilham dan mba okti sudah tertidur kecapean.
Setelah sekitar 45 menitan, sampailah kami di Bandara internasional Djuanda Surabaya. Setelah membayar argo taksi sebesar Rp.110.000,- kami pun bergegas untuk check in.
Pandangan mata tertuju menuju counter check in pesawat si Garuda merah yang akan membawa kami ke Lombok. Aku masuk dalam antrian di ikuti ilham dan mba okti yang mendorong trolley yang berisi carrier kami.
Sebenarnya aku telah check in online semalam sebelumnya untuk jaga-jaga waktu, tapi karena kami akan memasukan carrier kami ke dalam bagasi pesawat kami harus melapor lagi ke counter check in sekaligus membayar airport tax sebesar Rp.40.000,- /orang.
Setelah urusan lapor melapor beres, kamipun naik ke lantai selanjutnya menuju gate pesawat yang akan mengangkut kami. Saat itu aku bingung dan bertanya-tanya "kenapa petugas counter bilang kami harus masuk melalui gate 2 sedangkan di boarding pass tertulis di gate 4?".
Akhirnya Setelah berdiskusi dengan ilham, kami memutuskan untuk masuk melalui gate 4 terlebih dahulu. Tapi sebelum masuk, kami duduk di luar ruang tunggu. Karena kami pikir akan lama dan membosankan jika kami masuk sekarang sedangkan jam masih menunjukan pukul 16.00 wib sedangkan jadwal keberangkatan kami menuju lombok pada pukul 17.30 wib.
Pukul 17.00 wib adalah waktu boarding kami. Sambil menunggu ilham bangun dari tidurnya, aku mencoba menanyakan dimana pintu gate yang sebenarnya ke petugas. Akupun masuk ke gate 4, kata petugasnya ada pengalihan gate ke gate 2. Akhirnya aku mencoba ke gate 2 dan menanyakan kembali kepada petugas yang ada disana, dan jawabannya ialah aku seharusnya ke gate 4. Sambil melihat papan pengumuman status maskapai, aku melihat pesawat kami delay selama 2 jam. Akhh akupun memberitahu kepada ilham dan mba okti dengan kesalnya. Akhirnya mereka melanjutkan tidur mereka lagi. Aku? Masih menunggu pengumuman sampai kapan kita akan dipanggil masuk ke pesawat.

Di Lombok sana sudah ada rombongan kak widy dan rombongan kak bram yang menunggu kami. Mereka sudah tiba di airport sejak kami juga tiba di bandara djuanda, mungkin sekitar pukul setengah 4 waktu surabaya dan pukul setengah 5 waktu lombok. Bolak balik kak widy menanyakan keberadaan kami dan aku agak sedikit kurang enak karena mereka menunggu kami terlalu lama akibat dari ulah si Garuda merah.

Pukul 8 lewat 15 kami pun masuk ke gate 2 dimana disana tempat kami akan menaiki pesawat lion air yang telah lama kami tunggu-tunggu. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya kami di panggil untuk segera naik pesawat.
Perjalanan kami di udara kurang lebih 60 menit menuju bandar udara internasional lombok praya. Kami menghabiskan waktu dengan tidur. Karena kami sadar kami harus menyimpan energi untuk pendakian yang rencananya di mulai besok pagi.

60 menit berlalu dengan cepatnya. Tak terasa kamipun telah tiba di bandara lombok praya. Dalam hati kecilku berkata "akhirnya bisa kesini lagi dengan tujuan ke Rinjani". Impian kecilku saat aku meninggalkan bandara ini 9 bulan yang lalu bahwa aku ingin kembali kesini lagi, tapi aku ingin Rinjani, ingin sekali. Alhamdulillah semua pun terwujud.
Aku, ilham dan mba okti pun bergegas mengambil barang bawaan kami di pengambilan bagasi. Setelah lama menunggu sampai bagasi dari pesawat kami habis, akupun langsung inisiatif menanyakan kepada petugas yang ada di sekitar sana.

Aku dan yang lain bingung kenapa carrier kami ga muncul juga? Padahal bagasi dari pesawat lion dari surabaya sudah habis. Dan petugas pun memberi kami arahan kalau kami segera lapor ke ruangan office lion air. Dan ternyata carrier kami sudah sampai sebelum kami tiba disini. Kok bisa? Ya, carrier kami di angkut dengan penerbangan sebelum kami. Baiklah, tanpa berpikir panjang kamipun mengangkat carrier kami menuju tempat berkumpulnya kak widy dan kak bram untuk menjemput kami.
Saat kami keluar airport kak bram sudah memanggil ilham dan mengarahkan ke arah solaria tempat mereka semua menunggu kami. Sampai nya bertemu mereka dan berkenalan dengan yang lain, akupun sedikit menceritakan gangguan jam penerbangan kami.
Tak berapa lama kami pun memutuskan melanjutkan perjalanan ke desa sembalun. Desa terakhir yang akan kami singgahi sebelum kami mendaki gunung Rinjani.
Di sela perjalanan kami berhenti untuk berbelanja kebutuhan logistik yang masih kurang. Tak berapa lama kamipun melanjutkan perjalanan lagi dan tiba di desa sembalun sekitar pukul 03.30 wita.
Segera kami repack barang bawaan kami agar dapat menitipkan barang bawaan kami ke pak supir yang mengantar kami ke Desa Sembalun tersebut. Tujuannya agar bawaan kami agak sedikit lebih ringan.

(Bersambung)

Untuk cerita lebih lanjut bisa klik di http://myblogmiftakharimah.blogspot.com/

Selamat membaca :))


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

mifta.kharimah
mifta.kharimah
mifta.kharimah Pro.
pd. 28 Maret 2014, 12.22

ceritanya uda lengkap ada di blog mas : http://myblogmiftakharimah.blogspot.com/

hehehe...baca lagi ya :D

Suka 0
sunawang
sunawang
sunawang Pro.
pd. 26 Maret 2014, 19.07

Yah kok bersambung. Padahal lagi seru-serunya baca :(

Suka 0
Malang
Malang
Malang Super Hero
pd. 23 Maret 2014, 19.37

>mmg ada bbrp route pendakian
>bs lwt utara timur laut (route Bayan-Torean)
>Utara (Bayan-Senaru)
>Tenggara (Sembalun Lawang)
>route dr sajang
>Route sesaut (Kumbi)

Suka 0

© backpackerindonesia.com