Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

From Paris Van Java goes to World's City of Batik

Moh Fadli
Moh Fadli, pada 13 Mei 2014, 22.21
di Blog

Assalamualaikum Wr, WB,

Salam backpacker Indonesia,

Yang terhormat untuk semua pembaca yang budiman, Sebelumnya saya perkenalkan Identitas singkat diri saya agar lebih nyaman saya memaparkan pengalaman tour of trip saya kepada sahabat semua (tak kenal maka tak sayang) nama Saya Moh Fadli, usia 21th, kuliah di salah satu Politeknik dipusat kota bandung, yang di Jl. Gatot Subroto ituloh pastinya sebagian besar pembaca sudah hafal, sembari bekerja di perusahaan bidang hospitality.
semua rutinitas keseharian saya yang sangat menjenuhkan membuat saya berpikir bagaimana kita mencari suasana jiwa dan raga kita yang lebih nyaman sekalian brains refresh, pada awal tahun 2014 setelah mendapatkan cuti pekerjaan dari perusahaan saya dan tidak adanya jadwal perkuliahan dikampus, saya membuat destinasion of plan dan saya memutuskan untuk backpacker sendiri dari kota Bandung menuju kota Pekalongan (jawa tengah).
Singkat cerita bulan Januari 2014 (lupa tanggal), dari terminal bus Cicaheum Bandung pukul 16.00 WIB menaiki bus patas ekonomi jurusan Tegal, banyak pilihan PO bus diantaranya Goodwill, Sahabat, Nusantara dll.
Saya memutuskan untuk memilih bus Goodwill (tiket Rp.40.000 *nego via tol Cirebon) busnya cukup "Ngebul" hanya menempuh waktu kurang lebih 5 jam. hehe..
pukul 21.15 WIB sampai terminal bus Tegal, berhubung bus dari Tegal ke Pekalongan tidak tersedia dimalam yang hampir larut, saya mau tidak mau naik bus malam lagi dari arah barat menuju timur via PANTURA tersedia lumayan banyak seperti bus Dewi Sri ekonomi (tiket Rp.10.000 lagi-lagi hasil nego dengan awak bus karna mungkin sudah melekat jiwa backpacker hehe..
setelah kaki berpijar di tanah kota Pekalongan saya langsung disambut dengan Gapura khas Jawa cukup besar bertuliskan "Selamat Datang di kota Pekalongan" pada pukul kurang 23.45 WIB, disarankan jangan turun bus di terminal Pekalongan karna tempatnya cukup jauh dari pusat kota, saya turun di Perempatan Ponolawen kota Pekalongan, sambutan cukup baik untuk waktu tengah malam, mencari tempat untuk beristirahat sebelum waktu fajar tiba di salah satu masjid besar di daerah Ponolawen (rekomendasi saya carilah tempat berlindung yang baik bila tidak memungkinkan untuk tidur di hotel bisa mencari tempat aman seperti tempat peribadahan, kantor kepolisian atau tempat yang dirasa baik untuk kita bernaung sementara).
Pukul 04.40 WIB setelah beribadah saya melihat, menikmati proses matahari terbit dari timur, pemandangan pegunungan G.Slamet dari lantai atas tempat saya berada, pukul 06.00 WIB setelah MCK secukupnya saya mencari sarapan yaitu makanan khas kota Pekalongan yang katanya menjadi kuliner rekomendasi dari kota Pekalongan, Nasi Megono iya itu nama nasi khas kota ini, nasi liwet, terdapat semacam rebung atau buah nangka muda yang dicincang bentuknya menyerupai urap iya mungkin itu nasi urap. hehe.. tapi soal rasa jangan ditanya kalau belum mencoba, delicious culinery of breakfast pokoknya daahh..
harga 1 porsi nasi ini rata-rata dijual Rp.2.000-Rp.3.000 belum termasuk lauk pauk yang beraneka macam + minumannya juga khas namanya WasGiTel (Wangi Sedap Kental) Rp.3.000 flavour.
Pukul 08.05 WIB jalan kaki track pertama menuju TPI (tempat Pelabuhan Ikan) kota Pekalongan sendiri menjadi TPI di Indonesia terbesar Pertama Weewww..
melihat aktifitas keramaian dan keramahan orang-orangnya di jalur perdagangan hasil laut dikota ini.
tidak jauh dari TPI ini kita bisa menikmati Pantai kota Pekalongan (Pantai Pasir Kencana HTM Rp.10.000) dari jauh juga bisa terlihat hehe.. gratis!!
setelah puas memanjakan mata, saya masih di pusaran kota untuk ke Monumen Batik (World's City of Batik) di Jl.Jatayu PKL, masuk ke musium batik, untuk turis manca atau yang punya budget recommend ke IBC International Batik City, dan masih banyak factory outlet disepanjang jalan kota pekalongan yang menjual aneka kerajinan kain maupun cindera mata khas motif batik, ada juga pusat grosir batik terbesar seperti SETONO, bila ingin belajar membatik dan ingin belajar dasar membatik kita pergi ke perkampungan yang namanya perkampungan batik MEDONO ituloh yang mengharumkan nama bangsa Indonesia didunia dan terkenal sampai ketelinga mantan presiden africa dan america.
sebenarnya masih banyak destinasi ala batik yang belum saya paparkan dan ceritakan, sehari dikota tersebut rasanya terlalu singkat.
Report Tax Budget versi saya belum termasuk oleh-oleh PP (akomodasi perjalanan+sarapan pagi dan siang) only Rp.115.000,-
begitulah cerita yang tidak rapi dari saya, bisa dicoba untuk para backpacker Indonesia, mohon maaf pabila banyak kesalahan tulis dari saya.
"Jika kenikmatan yang Tuhan berikan untuk kita masih banyak yang dekat kenapa harus menikmati yang lebih jauh, dan Bersyukur cara kita sebagai Manusia" -Moh Fadli.

Warm Regards'
Moh Fadli :)

Wassalamualaikum, Wr, Wb,


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

Moh Fadli
Moh Fadli
Moh Fadli Newbie
pd. 30 Mei 2014, 6.17

sama seperti pergi. Nuhun

Suka 0
Arif Irawan Soenarto
Arif Irawan Soenarto
Arif Irawan Soenarto Newbie
pd. 28 Mei 2014, 14.14

pulang ke BDO nya ga di ceritain ?

Suka 0

© backpackerindonesia.com