Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

Yogyakarta, 2 Februari 2012

Gilangadhan
Gilangadhan, pada 20 Feb. 2012, 19.11
di Blog

Awalnya gue biasa aja pas denger temen-temen gue nyebut kata “Jogja” atau di ajak pergi kesana. Gak ada sedikit pun kemauan buat pergi kesana. Tapi setelah gue denger dari salah satu temen deket gue tentang ceritanya pergi kesana bareng pacarnya gue langsung iri mau pergi kesana. Dia bilang Jogja itu kaya gini kaya gitu dan gue pun percaya. Pas banget mau libur UAS gue pun langsung atur rencana buat kesana. Gue pun dapet tanggal yang pas, yaitu tanggal 2-7 Februari 2012 untuk pergi kesana. Di tanggal itu pun pas banget FC. Internazionale bertanding melawan AS Roma, yaudah makin jadilah gue buat pergi ke Jogja, sekalian mau nonton bareng ICI Regional Jogja. Satu lagi, di tanggal 4 Februari 2012 itu juga bertepatan dengan tanggal lahir gue HEHE.

Tangerang, 2 Februari 2012

Pukul 13:00 berangkat menuju terminal Bus Rosalia Indah yang jaraknya dari rumah sekitar 1 km, dijadwalkan bus akan berangkat pukul 13:30 tapi ternyata bus berangkat pukul 14:05 telat sekitar 35 menit. Sesuai posisi kursi gue duduk di bangku 4D dan bersebelahan dengan Bapak yang usianya cukup tua. Awalnya gue berencana ke Jogja dengan kendaraan Kereta Api Ekonomi Progo Jakarta (Stasiun Senen) – Jogja (Stasiun Lempuyangan), tapi sayang tiket untuk kereta tersebut sudah habis. Karena sekarang sistem kereta sudah gak ada lagi untuk tiket berdiri, alhasil gue mengambil opsi dengan naik bus untuk menuju Jogja. Harga tiket bus 1 orang untuk kelas ekonomi termasuk mahal, perorang bisa di kenakan Rp. 85.000 sedangkan untuk 1 tiket Kereta Ekonomi Progo sekitar Rp. 35.000 perorang.

Di perjalanan menuju Jogja bus beristirahat sekitar 2-3 kali di setiap pemberhentian. Setiap pemberhentian tersebut biasa di gunakan untuk makan, minum dan buang air kecil atau besar. Setiap kali bus berhenti untuk istirahat gue gunain untuk mencarge handphone dan merokok, sebenernya untuk mencarge handphone bisa dilakukan di dalam bus, tapi tergantung fasilitas bus itu sendiri. Kalo naik kereta mungkin kita bias mencarge di gerbong makan kereta itu sendiri, tapi jangan asal mencarge aja, setidaknya kita membeli makanan atau minuman di tempat tersebut.

Jogja, 3 Februari 2012

Setelah lama bus berjalan sekitar pukul 04:15 bus akhirnya sampai di Terminal Giliwangan Jogja, tapi gue gak berhenti di terminal itu. Tujuan pemberhentian gue di Terminal Prambanan. Pukul 04:30 gue sampai di Terminal Prambanan. Suasana disana ramai banyak warga sekitar yang melakukan aktifitas jual-beli sayuran dll. Karena itu waktu shalat subuh gue pun langsung mencari tempat ibadah di sekitar sana. Ada mushola kecil yang bisa digunakan, tepatnya di dalam Kecamatan Prambanan.

Setelah shalat subuh gue pun langsung menuju Halte Trans Jogja, lokasinya tepat berada di depan Kecamatan Prambanan. Karena waktu masih pagi dan Trans Jogja belum beroperasi gue pun menunggu sambil menikmati orang yang berlalu-lalang di sekitar halte.

Pukul 05:25 halte Trans Jogja udah mulai beroperasi, gue langsung bergegas membeli tiket. Harga 1 tiket untuk 1 orang hanya Rp. 3.000 dan kita bisa keliling Jogja sepuasnya. Mobil bus Trans Jogja berangkat menuju Malioboro pukul 05:30. Dan pukul 06:05 gue tiba di Malioboro.

Karena ini pertama kalinya gue di Jogja gue pun langsung keliling sekitaran Malioboro dan Alun-alun Jogja. Ternyata jarak dari Malioboro ke Alun-alun kalo jalan kaki lumayan capek HEHE. Setelah lama berjalan gue sampai di Alun-alun, perut pun mulai terasa lapar. Gue langsung mencari makanan disekitarnya. Gue aneh, kalo pagi hari di Jogja itu kebanyakan tukang pedagang Soto Ayam. Mau gak mau gue pun beli Soto Ayam buat ngilangin laper.

Pas gue mau bayar dan mengitung harganya gue kesulitan, ternyata si pedagangnya gak bisa Bahasa Indonesia HAHA. Untunglah disana ada Bapak-bapak yang bisa, akhirnya gue dikasih tau kalo total semuanya itu Rp. 7.000 (Soto Ayam + Nasi + Teh Manis Anget).

Kebetulan pas hari itu di Alun-alun ada acara besar, kalo gak salah namanya Skaten. Tapi karena hari itu masih pagi tempat hiburan dan wisata masih belum beroperasi.

Gue pun bingung mau ngapain disana, akhirnya gue mutusin buat cari penginapan untuk istirahat. Dari beberapa artikel yang gue baca kalo di jalan Sosrowijayan banyak penginapan murah, dari harga Rp. 60.000 – Rp. 100.000. Gue pun langsung kesana naik becak, karena jaraknya yang lumayan jauh kalo dari Alun-alun. Tarif becak disana gak begitu mahal kisaran Rp. 3.000 – Rp. 5.000 (tergantung jarak tempuhnya). Disana gue dapet losmen yang harganya Rp. 65.000 /24jam (1 tempat tidur + kamar mandi dalam). “Betty Losmen” namanya, alamat lengkapnya Jln. Sosrowijayan Gang 2 Telp. (0274) 522301 : 0819 550 8387 : 0818 0278 1500. Karena capek dari perjalanan Tangerang - Jogja gue langsung tidur sesampainya di penginapan.

Sekitar jam 15:00 gue bangun untuk cari cemilan + minuman. Di sekitar Jln. Sosrowijayana ada beberapa mini market, cafe dan ATM yang dapat di tempuh dengan berjalan kaki.

Sambil gue duduk-duduk di ruang tamu penginapan gue ketemu beberapa rombongan, mereka berasal dari Depok ada 5 orang tepatnya (Bongkar, Icha, Gondrong, Chubil dan Bitel). Percakapan kecil awal pertemuan pun muncul dan akhirnya gue pun menyatu dengan rombongan mereka. Ternyata di Jogja mereka lebih awal datang dari pada gue. Tapi sayangnya esok hari mereka akan kembali ke Depok. Disini gue beruntung bisa dapat teman ngobrol dan gue pun diterima untuk ikut pergi ke Pantai Selatan esok paginya (Alhamdulillah bisa nebeng) HEHE. Pantai Selatan termasuk salah satu tujuan gue berlibur di Jogja. Rencananya esok pagi mereka pergi dengan menyewa mobil, kalo gak salah harga sewa mobilnya Rp. 325.000 /12jam (supir dari tempat sewa + makan supir + minum supir). Mereka menyewa mobil karena di Jogja kendaraan umum menuju Pantai Selatan cukup sulit. Tapi yang kemaren gue liat gak ada kendaraan umum buat kesana.

Pukul 17:00 rombongan Depok itu hendak pergi ke Stasiun Tugu untuk menjemput kawannya dari Solo. Gue ikut mereka kesana sekalian mau tau kaya gimana Stasiun Tugu. Jarak dari penginapan ke Stasiun Tugu gak begitu jauh, cukup jalan kaki sekitar 5 menit.

Sekitar pukul 17:30 kawannya dari rombongan Depok pun datang, ternyata ia seorang wanita, Okta namanya. Setelah lama kenal ternyata ia orangnya gak bisa diem, pantes aja dia dipanggil kawan-kawannya “Kremi” HAHA. (mudah-mudahan sih dia gak punya kremian) :P

Malam Pertama di Jogja, 3 Februari 2012

Disana setiap malamnya banyak Angkringan yang berjualan di pinggir jalan. Harga yang ditawarkanya pun relative sangat murah. 1 nasi itu harganya Rp. 1.000 tapi gak cukup buat orang yang laper kalo beli 1 bungkus, karena isinya gak begitu banyak. Bukan Cuma nasi aja tapi ada juga minuman hangat, sate dan gorengan yang dijualnya.

Karena kamar mereka gak cukup untuk 6 orang maka malam pertama itu gue tidur bareng Gondrong, Chubil dan Bitel. Sedangakn Bongkar, Icha dan Okta tidur di kamar lain. Kamar gue sama kamar rombongan dari Depok cuma selisih 1 kamar dan pas disebrang kamar gue ada kamar juga. Waktu itu sih yang nginap di sebrang kamar gue sepasang kekasih gitu, gue rasa dia nginap di sana bukan bermaksud untuk istirahat tapi mau berhubungan badan. Soalnya gue denger desahan dari si cewek yang kesakitan gitu. Ternyata bukan gue aja yang denger suara itu, temen-temen dari Depok pun ada sebagian yang denger. Kayanya itu cewek dipaksa sama cowoknya buat berhubugan badan, abisnya itu cewek marah-marah minta putus gitu HAHA.

Gue pun baru tau malem itu juga, kayanya penginapan di Jln. Sosrowijayan emang buat orang yang mau berhubungan badan sama pasangannya. Di belakang penginapan gue pun ada tempat yang banyak cewek-ceweknya gitu. Katanya sih tarif 1 ceweknya sekitar Rp. 70.000 atau lebih tergantung cantiknya cewek itu.

Jogja, 4 Februari 2012

Pukul 07:00 semua bangun untuk bersiap-siap ke Pantai Selatan. Setelah semuanya siap kita pergi ke tempat penyewaan mobil, jaraknya hanya 5 menit dari penginapan. Pukul 08:30 gue beserta rombongan dari Depok berangkat ke Pantai Selatan. Tapi sebelum pergi ke Pantai Selatan rombongan dari Depok hendak pergi ke Stasiun Lempuyangan untuk mengambil tiket kereta pulang ke Jakarta (Stasiun Senen), sebelumnya mereka udah janjian sama calo si penjual tiket tersebut untuk ketemuan di Stasiun Lempuyangan. Setelah dapat tiketnya kita semua berangkat menuju Pantai Selatan. Lokasi pantai itu lumayan jauh, jalan yang di lewati agak berbukit dan berliku, mungkin sama kaya jalan puncak yang ada di Bogor. Buat yang gak biasa lebih baik sebelum berangkat ke Pantai Selatan sarapan atau makan terlebih dahulu dan bawa kantung plastik. Karena ada salah satu dari rombongan Depok namanya “Chubil” dia gak kuat, alhasil dia muntah-muntah HAHA.

Diperjalan menuju Pantai Selatan tanpa disengaja pas gue sama “Icha” lagi bertukaran Facebook Icha pun tau kalo ditanggal 4 Februari 2012 itu gue lagi berulang tahun HAHA. Dia tau setelah gue dan dia udah menjadi teman di Facebook. Wah semua pun langsung ngelirik ke gue pas Icha teriak “Gilang, lo ulang tahun hari ini???!!” rencana jahat pun keluar dari mulut sana-sini, ada yang mau nyeburin gue di pantailah dll. Dalem hati gue sih lagi senyum-senyum sendiri karena mereka tau hari ulang tahun gue HEHE.

Sekitar pukul 10:30 kita semua sampai di Pantai Selatan lebih tepatnya di Pantai Kukup. Waktu itu cuaca disana kurang bersahabat karena turun hujan cukup besar. Setelah lama nunggu hujan reda dan gak mau buang-buang waktu karena pukul 16:30 nanti mereka harus udah ada di Stasiun Lempuyangan, kita semua jalan kaki menuju pantai dari tempat parkir kendaraan. Pantai Kukup ternyata bagus, tapi sayang kurang cocok untuk berenang karena tempatnya berkarang dan ombaknya pun sangat besar.

Kita gak lama di Pantai Kukup karena masih ada beberapa pantai lagi yang harus di kunjungi. Selanjutnya kita berangkat menuju Pantai Baron yang jaraknya dari Pantai Kukup sekitar 10 menit. Sesampainya di pantai Baron para rombongan dari Depok langsung menuju pantai dari tempat parkir kendaraan. Sayangnya gue gak sempet ke pantainya karena keasyikan mengobrol bareng bapak supir (Mas Joko) dan para rombongan gak lama kembali ke mobil karena menurutnya pantai tersebut kurang bagus.

Kita semua lanjut ke Pantai Krakal, jaraknya dari Pantai Baron sekitar 20 menit. Karena waktunya yang semakin siang gue pun langsung pergi keliling pantai sedangkan para rombongan dari Depok bermain air karena di pantai sebelumnya mereka gak bermain air. Di pantai Krakal ada karang yang tinggi yang bisa didaki. Karena gue penasaran gue langsung pergi ke karang tersebut dan naik ke atasnya.

Pas banget gue turun dari karang yang tinggi itu dan gue balik kerombongan yang lainnya, Bongkar, Icha, Gondrong, Chubil dan Bitel lagi asyik main air di pinggir pantai sedangkan Si Kremi tanpa disangka ngasih berupa ucapan selamat ulang tahun buat gue yang di tulis di atas pasir Pantai Krakal “Happy Born Gilang” HEHE *Makasih loh Kremi :)

Setelah semuanya puas menikmati Pantai Krakal kita semua bersiap-siap menuju Stasiun Lempuyangan karena waktu udah hampir sore dan para rombongan dari Depok pun harus mengerjar kereta. Nah lagi-lagi ada 1 orang lagi yaitu Si Kremi, ia muntah ketika di perjalanan pulang HAHAHA. Ternyata dia gak kuat dengan jalannya atau karena dia belum sarapan sebelum pergi.

Aaah sebenernya gue masih pengen lama lagi bareng mereka, tapi sayang waktu belum ngizinin. Akhirnya gue berpisah dengan mereka di Stasiun Lempuyangan. Sendirian lagi deh gue di Jogja :(

Waktu pun semakin sore dan gue langsung pulang ke penginapan untuk beristirahat.

Jogja, 5 Februari 2012

Gue bangun sekitar pukul 07:00 dan langsung bersiap-siap menuju Candi Borobudur. Hari itu gue check out dari penginapan karena untuk menghemat uang selama di Jogja. Gue pun belum tau malamnya mau tidur dimana, tapi gue punya alternatif lain untuk tidur di pom bensin atau masjid.

Waktu semakin siang dan gue pun langsung berangkat menuju Candi Borobudur. Lebih baik kalo kesana jangan terlalu siang, karena cuaca disana cukup panas. Gue naik Trans Jogja di dekat Stasiun Tugu dari sana langsung ke Terminal Jombor. Perjalan dari Terminal Jombor ke Candi Borobudur kurang lebih sekitar 60 menit.

Dari Terminal Jombor gue ganti kendaraan umum mini bus. Tarif perorangnya dari Terminal Jombor sampai Candi Borobudur Rp. 10.000. Bus yang gue naikin cukup penuh alhasil gue harus berdiri dan di dekat ada 2 orang asing, kayanya mereka baru pertama kali menuju Candi Borobudur (sama kaya gue HEHE). Gue pun langsung menyapa mereka dan ternyata benar mereka baru pertama kalinya menuju Candi Borobudur. Mereka berdua ternyata ingin bareng gue menuju kesana, ya gue terima aja ajakan mereka. Mereka berdua berasal dari Negara Ma**ysia. Hmm sebenernya gue kurang suka sama Negara itu. Tapi yaudahlah karena gue gak ada temen buat ngobrol apa salahnya gue bareng mereka.

Gue pun sampai di Candi Borobudur, tapi teryata kalo mau ke Candi Borobudurnya masih harus naik kendaraan umum seperti becak atau delman, karena lokasi dari tempat pemberhentian bus ke Candi Borobudur jaraknya lumayan jauh, jalan kaki pun bisa, mungkin sekitar 10 menit sampai di Candi Borobudur.

Cuaca waktu itu lumayan panas karena waktu udah sekitar pukul 11:00. Niatnya gue tadinya mau jalan kaki ke Candi Borobudurnya, tapi males juga ya panas-panas gitu HAHA. Eh ternyata orang Ma**ysia ini pada mau naik delman, yaudahlah gue pun ikut mereka. Tarif naik delman Rp. 15.000 dan becak Rp. 5.000. Sesampainya gue di depan pintu masuk Candi Borobudur ternyata ongkos naik delman-nya di bayarin sama orang Ma**ysia itu HAHA. Lumayan ngehemat uang HEHE. Dan pas gue sampe di depan loket tiket masuk Candi Borobudur ternyata 1 orangnya di kenakan Rp. 30.000 untuk hari libur. Gue lupa tarif untuk hari biasanya, kalo gak salah sekitar Rp. 25.000. Alhamdulillah lagi gue di bayarin lagi untuk beli 1 tiket masuk sama orang Ma**ysia itu HEHE. Setelah kita masuk kita di haruskan mengenakan kain batik yang di pakai di pinggang kita. Entahlah maksud dari tujuan itu apa. :|

Matahari hampir tepat di atas kepala, keringet pun bercucuran. Kalo yang gak kuat panas di sana ada penyewaan payung yang tarifnya sekitar Rp. 5.000 – Rp. 7.000 untuk 1 payungnya. Setelah gue perhatiin kayanya orang Ma**ysia ini baik banget, ya mau gak mau gue pun harus baik sama mereka, selama di Candi Borobudur gue selalu temenin mereka. Kasihan orang Ma**ysia ini di serang para pedagang yang nawarin barang jualannya HAHA. Tapi aneh gue sama sekali gak pernah di serang sama pedagang itu, padahal orang Ma**ysia ini gak jauh berbeda wajahnya sama gue. Meski pun orang Ma**ysia ini selalu menolak tawaran dari para pedagang tapi tetep aja para pedagang itu menawarkan barang jualannya. :| Gue gak lama di Candi Borobudur, karena setelah dari sana gue mau langsung menuju Candi Prambanan. Sebelum gue ke Candi Prambanan gue makan dulu di deket pintu keluar Candi Borobudur, kebetulan gue waktu itu laper banget dan belum sarapan. Eh lagi-lagi orang Ma**ysia ini menawarkan untuk neraktir gue makan HAHA Alhamdulillah lagi uang masih utuh HEHE.

Setelah selesai makan kita langsung menuju bus, orang Ma**ysia ini juga hendak pergi ke Semarang (kalo gak salah) gue pun di ajaknya untuk ikut mereka, hmm tapi gue tolak karena gue mau menuju Candi Prambanan dan gue belum puas keliling Jogja. Kita pun berpisah bus dan lagi-lagi gue sendirian tanpa teman ngobrol. Bus pun langsung menuju Terminal Jombor.

Setelah sampai di Terminal Jombor dari situ gue langsung naik Trans Jogja menuju Candi Prambanan. Hmm ternyata banyak juga yang hendak kesana dari Terminal Jombor dan gue pun berdiri. Jarak dari Terminal Jombor sampai Candi Prambanan kurang lebih sekitar 45 menit. Gue pun turun dari Trans Jogja di Teminal Prambanan, masih harus jalan kaki lagi sampai ke Candi Prambanan yang jaraknya sekitar 10 menit. Setelah jalan cukup jauh gue sampai di depan loket tiket masuk Candi Prambanan. Harga tiketnya untuk 1 orang Rp. 30.00 dan untuk terusan ke Candi Ratu Boko Rp. 45.000 (kalo gak salah). Gue sih berharap semoga ada yang mau bayarin tiket masuk lagi kaya di Candi Borobudur HEHE. Sebenernya gue mau beli tiket masuk untuk terusan ke Candi Ratu Boko tapi karena waktu semakin sore tiket untuk ke tempat itu pun di tutup hmm.

Waktu itu sekitar pukul 16:30 padahal gue niatnya mau sampe sore, pengen ngeliat sunset dari Candi Prambanan, katanya sih bagus sunset-nya, tapi karena udah sore gue gak bisa lama-lama di Candi Prambanan karena gue harus bersiap-siap untuk ikut nonton bareng pertandingan FC. Internazionale vs AS Roma bareng ICI Regional Jogja. Di deket Candi Prambanan ada mesjid yang cukup besar, gue pun mandi di sana sekalian shalat magrib.

Setelah selesai shalat magrib gue langsung ngehubungi Mas Memet dari ICI Regional Jogja untuk minta alamat menuju tempat nonton bareng. Eh ternyata Mas Memet malah menawarkan tumpangan untuk ke lokasi itu. Gue sebelumnya belum pernah ketemu sama Mas Memet dan baru waktu itu pertama kalinya berkomunikasi. Gue pun di jemput sama Ridho, karena Mas Memet berhalangan dateng tepat waktu.

Pukul 20:00 gue sampai di tempat nonton bareng. Hmm sayangnya waktu itu pertandingannya di menangi 4- 0 oleh tim AS Roma :(

Wah waktu udah hampir tengah malam sekitar pukul 23:30. Otak gue langsung berputar dan bertanya-tanya “Mau tidur dimana malam ini?” gue bingung dan gak tau harus gimana. Andaikan gue harus tidur di pom bensin atau mesjid yang gue bingungin gue harus naik apa ke sananya? Sedangkan kalo udah malam di Jogja itu udah gak ada angkutan umum. :( Secara gak sengaja pas gue lagi berpikir Mas Memet pun bertanya “malam ini kamu nginap dimana?” HAHA gue bingung jawabnya, akhirnya gue jawab aja “belum tau Mas”. Mas Memet pun langsung membalas “yaudah nginep di kosan aku aja” WAAAAH kebetulan banget itu HEHE. Akhirnya gue pun malam itu istirahat di kosan Mas Memet.

Jogja, 6 Februari 2012

Hari ini gue bangun agak siang, karena tidurnya yang terlalu malam dan juga capek. Sekitar pukul 10:00 gue bangun dan langsung bersiap-siap menuju Gunung Merapi. Semalem Mas Memet menawarkan gue untuk pergi bareng kesana, gue pun dengan antusiasnya menerima ajakan tersebut. Apa lagi ini gunung, gue suka banget sama itu HEHE.

Pukul 11:00 gue berangkat menuju Gunung Merapi, tapi sebelum kesana gue pergi ke tempat penyewaan motor untuk transportasi ke sana. Karena untuk menuju Gunung Merapi gak ada angkutan umum (setau gue). Setelah dapet motor dengan harga sewa Rp. 50.000 selama 24jam gue langsung menuju ke sana. Perjalanan dari Kota Jogja ke Gunung Merapi sekitar 60 menit. Lagi-lagi siang hari di Kota Jogja dan itu panas banget. Tapi setelah dekat Gunung Merapi cuaca berubah agak sedikit sejuk.

Akhirnya gue sampe di Gunung Merapi. Sebelum masuk ke sana di kenakan tiket masuk sekitar Rp. 3.000 (kalo gak salah). Di dekat tempat parkir kendaraan ada juga yang menyewakan motor trail untuk pergi ke atas Gunung Merapi (rumah Mbah Maridjan) yang harga sewanya Rp. 30.000 untuk 1 motor. Gue pergi ke atas dengan berjalan kaki yang di tempuh sekitar 10 menit untuk sampai di tempat rumah Mbah Maridjan.

Kalo ada di suasana itu jadi pengen naik gunung lagi. Sebenernya gue pengen banget naikin gunung itu, karena itu salah satu gunung yang belum gue daki sedangkan temen gue mereka udah pernah pergi ke atas sana. Hmm apa boleh buat gue cuma bisa menikmatinya dari kejauhan.

Ketika sudah puas menikmatinya gue langsung turun ke bawah. Sebelum pulang gue di sana berisitrahat dulu untuk minum kopi dan makan jagung bakar. Sebenernya gue kurang suka jagung, soalnya kalo setiap kali makan itu pasti selalu nyempil jagungnya di gigi HAHA. Tapi lumayanlah untuk ngisi perut yang lapar. Semakin sore cuaca semakin dingin dan gelap, gue pun langsung kembali pulang ke kosan Mas Memet.

Sebenernya ini hari bebas gue di Jogja untuk keliling-keliling, karena esok harinya gue harus pulang lagi ke Tangerang, sesuai dengan tiket bus yang di pesan gue pulang hari selasa, 7 Februari 2012 pukul 13:30. Setelah sampai di kosan Mas Memet gue beristirahat sebentar dan langsung pergi keluar lagi untuk berkumpul dengan para Interisti ICI Regional Jogja. Gue gak lama di sana karena ingin keliling Jogja lagi ke tempat yang belum sempet gue kunjungi. Akhirnya Mas Memet mengajak gue pergi ke Tugu Jogja sambil menikmati suasan malam di sana.

Di Tugu Jogja gue cuma mengambil beberapa foto lalu langsung pergi lagi ke Alun-alun Jogja. Sebelum ke Alun-alun Jogja gue gak mau ngelewatin kesempatan berfoto di jalan Malioboro. (lumayan buat kenang-kenangan HEHE)

Akhirnya gue sampe di Alun-alun tempat gue berada di Pohon Beringin Kembar. HAHA gue tertawa dalam hati, di sana unik, rame dan banyak aktifitas. Padahal itu sekitar pukul 23:30. Banyak orang yang berlalu lalang dan mencoba permainan Pohon Beringin Kembar. Gue perhatiin banyak juga yang mencoba permainan ini, dari laki-laki mau pun perempuan. Cara bermainnya cukup unik, mata kita di tutup dengan kain dan kita harus berjalan menuju Pohon Beringin Kembar. Mitosnya kalo siapa pun yang berhasil melewati Pohon Beringin Kembar tersebut ia akan di kabulkan permintaannya. Ya gue sih gak percaya akan mitos itu tapi gue mencoba permainan itu hanya untuk hiburan. Tanpa ragu gue menutup mata dan langsung menuju Pohon Beringin Kembar tersebut dengan di damping Mas Memet. Dan ternyata gue berhasil melewati Pohon Beringin Kembar tersebut HAHA. Gue aneh sendiri kenapa banyak juga yang gak bisa melewati Pohon Beringin Kembar tersebut HEHE. Tapi setelah berhasil ternyata ada 1 tahap lagi, kita harus meraba lubang yang ada di Pohon Beringin Kembar tersebut, dengan berjalan mata di tutup lagi kita berjalan dari satu pohon ke pohon yang satunya lagi. Aaaah tapi gue gak berhasil di tahap ke 2 itu. Gue gagal dan jauh dari lubang itu HEHE. Padahal jaraknya dekat. :(

Waktu semakin malam gue pun langsung kembali pulang menuju kosan Mas Memet untuk berisitrahat karena esok hari gue harus pulang ke Tangerang.

Jogja, 7 Februari 2012

Hari itu adalah hari terakhir gue di Kota Jogja. Sebenernya gue masih pengen lama lagi di sana. Bener kata orang, kalo udah ke Jogja pasti akan betah dan ingin lagi ke sana. Gue bangun sekitar pukul 08:00 dan gue langsung bersiap-siap membeli oleh-oleh pesanan dari Bokap gue. Dia mesen oleh-oleh Brem HEHE. Gue langsung pergi ke dekat jalan Malioboro, akhirnya gue dapet pesenan oleh-oleh Bokap gue itu. Dari sana gue langsung ke Mirota, di sana banyak pernak-pernih oleh-oleh mau pun pakaian. Hmm sayangnya gue gak bawa uang banyak, padahal di sana barangnya bagus-bagus banget. :(

Waktu udah pukul 11:00 dan masih ada beberapa jam lagi sebelum pukul 13:30 keberangkatan bus pulang ke Tangerang. Lagi-lagi dengan baiknya Mas Memet menawarkan gue untuk pergi ke Taman Sari, itu salah satu tempat yang belum sempet gue kunjungi. Dengan semangatnya gue dan Mas Memet langsung pergi ke sana. Harga tiket masuk Taman Sari 1 orangnya di kenakan tarif Rp. 3.000.

Gue gak lama di sana karena gue harus segera ke tempat bus pulang. Sekitar pukul 12:30 gue langsung ke tempat bus, yang lokasinya di dekat Terminal Candi Prambanan. Cuaca di Jogja lagi-lagi panas banget, tapi dengan baiknya lagi Mas Memet mau mengantarkan gue ke tempat bus itu.

Pukul 13:30 gue pun sampai di tempat bus dan Mas Memet langsung kembali pulang ke kosan. Gak terasa ternyata gue udah 4 hari di Jogja dan itu pun masih kurang karena masih banyak lagi tempat yang belum gue kunjungi. Mungkin suatu saat gue akan pergi lagi ke sana.

Terima kasih untuk rombongan dari Depok (Icha, Bongkar, Gondrong, Chubil dan Bitel) mungkin tanpa kalian liburan ini gak akan seseru ini. HEHE oh iyaaa Kremi makasih ya buat kejutannya :)
Mas Memet makasih udah mau ngasih tempat singgah dan mau mengantarkan aku keliling Jogja. HEHE semoga kita bisa bertemu kembali Mas :D

my blog: http://gilang-adhan.blogspot.com/2012/02/yogyakarta-2-februari-2012.html


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

kausar anjani
kausar anjani
kausar anjani Sr.
pd. 12 Sep. 2012, 23.25

:|

Suka 0

© backpackerindonesia.com