Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

sejenak di BROMO

ciatz
ciatz, pada 21 Agu 2010, 22.36
di Blog

Setelah sarapan nasi goreng special (+telor) gratis dan berfoto2 bersama keluarga besar BEM FTI 2010-2011, pamitan juga akhirnya kami berangkat......BROMO itulah rencana yg akan terwujud hari itu juga.
Sekitar pk 11.00 WIB kami meninggalkan Villa Vinolia Tretes dengan Kijang Innova hitam yang berisikan Galih (driver + yang punya mobil), Reno (bangku depan cz mabukan), aku (Medi), Rifa, Candra dan Linda di bangku tengah dan di bangku belakang ada Irul, Ahmad serta Fikar, jadi jumlahnya ada 9 orang.

Rute dimulai dari Tretes – Pandaan – Gempol – Bangil – Pasuruan – Probolinggo – Bromo.....sebenarnya rute ini lebih jauh kalo dari Tretes soalnya muter ke Gempol dulu...yang lebih cepet tuh dari Pandaan terus lewat Nongkojajar, tapi karena kami ga da yang tw jalan ya lebih baik muter lebih aman daripada nyasar,hehehehe . Untuk biaya bensin kami patungan Rp.20.000,00/orang...menurutku biaya ini termasuk murah daripada naik kendaraan umum yang rada ribet, soalnya jalan dari Probolinggo ke Bromo tu banyak tanjakan terus jarang ada angkot yang lewat. Sebelum masuk Kota Probolinggo kami mampir dulu ke minimarket buat beli air mineral (cz kalo beli disana Rp.5.000,00/botol 600ml, jadi bisa lebih hemat) dan sedikit cemilan (jangan lupa beli coklat cz disana dingin). Sepanjang perjalanan kami “guyonan” terus dan mengomentari setiap orang yang lewat, apalagi kalo orangnya rada “nyeleneh”, hehehehehehe.....

Setelah melewati Kota Probolinggo ada 2 jalan menuju Bromo, yang pertama sesuai dengan papan ijo (penunjuk jalan) tapi medannya cukup sulit karena jalannya lebih menanjak dan curam dan yang satu lagi medannya lebih landai tapi lebih jauh karena sedikit memutar. Demi keamanan dan kenyamanan Galih memilih jalan yang kedua karena pernah lewat sana dan sudah menaklukkan medan, hehehehe . Jalanan dari Kota Probolinggo menuju Bromo sangat berliku, penuh tanjakan dan banyak tikungan tajam menciptakan wahana baru...sesekali muncul celoteh dari teman-teman dan terkadang memberikan rasa takut. Sensasi sepanjang perjalanan diperindah dengan pemandangan sekitar yang membuat mata segerrrr karena semuanya ijoooo.....Kadang-kadang pemandangan indah itu tertutup kabut dan sensasi ini membuat kami seperti ada di “Negeri di Atas Awan” sedikit lebay sih tapi memang itu yang terasa, hehehehe . Keceriaan kami sempat pupus gara-gara turun rintik-rintik air alias gerimis, tapi untung saja ini cuma hujan orografis (hujan lokal daerah pegunungan) jadi semakin semangat lagi deh... Dalam perjalanan yang berliku ini kami melewati sebuah tikungan yang konon di pake buat pengambilan gambar film “Punk in Love” (ga tau bener pa ga, soalnya mirip sih,heheh)

Hampir pk 14.00 kami sampai di pintu gerbang (loket) wisata alam Bromo, setelah membayar tiket Rp.6.000,00/orang dan memarkir mobil, kami sholat dhuhur + jama’ ashar dulu di musholah terdekat. Musholah di sini rada aneh juga soalnya di tempat wudhu ga ada airnya (maklum di sini kan mayoritas beragama Hindu) jadi buat wudhu kami harus ke toilet umum seharga Rp.2.000,00. Setelah semua sholat kami bersiap-siap menuju kawah bromo, dengan memakai sepatu, jaket, syal dan penutup kepala lebih bagus jika ada slyer, kacamata hitam, ma sarung tangan karena kita akan melalui lautan pasir.
Saat akan berangakat kami ditawari ojek dari parkiran menuju kaki kawah bromo dengan harga Rp.25.000-30.000/orang (PP), penawaran itu membuat kami berunding sebentar mengingat medan yang lumaya jauh jika ditempuh dengan jalan kaki apalagi ada 4 orang cewek. Karena Reno ga mau naek ojek akhirnya kami memutuskan jalan kaki biar bisa menikmati pemandangan tetapi dengan catatan nanti balik dari kawah naik ojek kalo kecapekan,hehehe....jadi kami minta nomor HP tukang ojek supaya bisa minta jemput.

Perjalanan dari parkir mobil sampai kawah Bromo memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan jalan beraspal yang menurun, menyebrangi lautan pasir, jalan setapak yang mendaki serta anak tangga yang sedikit curam menuju kawah. Sepanjang perjalanan mengarung lautan pasir sesekali kami melihat pasir yang disapu angin sehingga membentuk pusaran seperti puting beliung versi mini lah. Untuk jalan kaki lebih baik pake sepatu biar pasir tidak mengusik kaki, slyernya + kacamata hitam dipake soalnya pasir beterbangan dimana-mana, dan yang paling penting bawa air minum dan cemilan yang cukup.

Ada cerita lucu sepanjang perjalanan mengarungi lautan pasir.....perjalanan ini layaknya seorang musafir di gurun pasir (rada lebay dikit sih,hehehe). Nah ibarat musafir di padang pasir kan seharusnya merindukan oase....lain cerita dengan lautan pasir Bromo. Meskipun banyak oase, walaupun ga ada mata airnya, cuma ada pepohonan tempat berteduh bukan ini yang kami ridukan. Kami tidak merindukan mata air layaknya musafir yang kehausan karena kami membawa air minum......yang kami rindukan adalah...
“Mana ini yang jual bakso?”
“Mana ini yang jual popmie?”
“Kok ga’ ada orang jualan sih?”
Hampir sepanjang perjalanan kami semua mengutarakan hal yang hampir sama...intinya waktu itu kami lapar,hehehehe  maklum kami Cuma sarapan aja dan belum makan siang. Untuk mengalihkan rasa lapar kami berfoto-foto sepanjang perjalanan, sayang kami tidak membawa kamera (soalnya kamera Fikar lagi diservis) jadi ya kami foto2 pake kamera HP. Emang dasar orang narsis dimana masih bisa foto ya foto aja,hehehe... Akhirnya kerinduan kami terobati ketika melihat bungkus popmie dan makanan ringan berserakan ketika jalan mulai mendaki menuju kawah. Dari kejauhan terlihat beberapa orang yang berjualan...semakin semangatlah kami mendaki, bukan semangat ke kawah tapi semangat buat beli popmie,hehehe...inilah oase yang sebenarnya.

Pk 15.30 WIB kami sampai di tempat orang jual popmie dekat tangga menuju kawah, karena sangat lapar kami memutuskan untuk membeli popmie seharga Rp.7.000,00/cup. Agak mahal memang, tapi dimana lagi kami bisa menikmati popmie dengan memandang lautan pasir, gunung batok serta pananjakan....kami rasa harga itu sebanding meskipun mungkin makanan kami tercampur butiran pasir yang terbawa angin,heheheheh. Setelah makan dan istirahat serta membayar popmie, kami melanjutkan perjalanan mendaki anak tangga menuju kawah. Disinilah rasa lelah kami terakumulasi dan ini merupakan medan terberat yang kami lalui. Dengan segenap tenaga hasil makan popmie akhirnya sampai juga di kawah Bromo sekitar pk 16.00 WIB. Udara yang tadi masih berasa hangat tiba-tiba menjadi dingin, kami pun merapatkan jaket. Selama berada di bibir kawah kami berfoto-foto dan menikmati pemandangan sekitar, aku membaringkan tubuhku untuk mengobati rasa lelah dan menikmati terpaan angin di bawah birunya langit, “Subhanallah” sungguh pemandangan yang luar biasa.

Kurang lebih selama 30 menit kami menikmati pemandangan dan foto-foto dari bibir kawah, karena pengunjung banyak yang turun dan para pedagang juga pada kukut (tutup) kami pun turun juga. Awalnya kami berencana untuk kembali dengan jalan kaki, karena sudah sore dan takut kemaleman (jalan kaki memakan waktu 2 jam) serta sudah terlalu capek kami memutuskan untuk naek ojek. Sesuai dengan kesepakatan harga yang ditawarkan tukang ojek waktu berangkat tadi, Rp 15.000,00/orang dengan 1 motor 2 orang penumpang (maksudnya 2 penumpang + 1 tkang ojek dalam satu motor). Jadi aku+Linda, Rifa+Candra, Galih+Reno, Ahmad+Irul, sedangakan fikar sendirian, dan wahana baru telah dimulai....
Aku dan Linda menumpangi motor Honda Mega Pro hitam dengan posisi Linda di tengah dan aku dibelakang. Baru saja naik dan Linda mengambil posisi biar ga dibati ma pak ojeknya, motor langsung melaju dengan kecepatan tinggi (lebih dari 80 km/jam) membelah lautan pasir. Wow.....amazing...serasa menikmati wahana baru di arena rekreasi....antara takut,seru dan deg-degan serta memacu adrenalin.....karena aku dibelakang aku mencari pegangan seaman mungkin...jadi aku pegangan saring yang melingkar di badan pak ojek. Diantara 5 motor yang berangkat, motor yang aku tumpangi yang sampai duluan.
Ada beberapa cerita tentang wahana ojek...

Rifa+Candra, mereka menumpangi Yamaha Vega dengan tukang ojek yang masih muda dan body yang lebih kecil dari mereka. Motor yang mereka tumpangi rada oleng waktu jalan, sehingga Candra sempat bertanya “Kok jalannya gini sih Mas?”, “Memang gini Mbak tekniknya” kata mas ojek. Menurut Candra jawaban mas ojeknya cukup menenangkan meskipun dalam hati agak takut juga. Sedangkan motor yang ditumpangi Irul+Ahmad sempet mogok gara-gara kehabisan bensin.
Sekitar pk 17.00 WIB kami sampai di parkiran, kami Cuma butuh waktu 30 menit naik ojek sedangakan untuk jalan kaki membutuhkan 2 jam, kalo jalan kaki mungki sampe parkira pk 18.30 WIB. Di sinilah istilah “Waktu adalah uang” sangat berasa, meskipun bayar ojek setidaknya kami menikmati wahana baru mengarungi lautan pasir, harga yang sebanding dengan sensasi yang terasa, heheheh ......Setelah menikmati segala macam keindahan serta wahana baru kami pun kembali pulang ke Surabaya tapi mampir ke Sidoarjo dulu balikin aku...

Demikian sedikit kisah jalan-jalan di Bromo, berikut ada sedikit info yang mungkin bisa bermanfaat untuk perjalan sobat ransel yang ingin kesana...
Estimasi waktu
11.00-14.00 Perjalanan dari Tretes ke Bromo (naek mobil)
14.00-16.00 Perjalanan dari parkir mobil ke kawah bromo (naek kaki)
16.00-16.30 Menikmati kawah bromo
16.30-17.00 Perjalanan dari kawah ke parkiran (naek ojek)
17.00-21.00 Perjalanan dari Bromo ke Sidoarjo (naek mobil)

Estimasi Biaya
Urunan bensin Rp. 20.000,00 / orang (Kijang Innova berisi 9 orang, Sby-Bromo PP)
Minum + jajanan Rp. 13.000,00 (kondisional)
Toilet Rp. 2.000,00
Tiket masuk Rp. 6.000,00
Beli pop mie Rp. 7.000,00
Ojek Rp. 15.000,00
Total Rp. 63.000,00


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

gumilardwi
gumilardwi
gumilardwi Sr.
pd. 27 Okt. 2010, 22.13

kapan y bisa ke bromo....tahun depan pokoknya HARUS !!!

Suka 0
ciatz
ciatz
ciatz Newbie
pd. 22 Agu 2010, 23.39

blm taw ne kpn k bromo lg...itu aja dadakan

kl dr jkt bs lgsg naek kereta k malang...
nah kl dr mlg k bromo q blm tw rute nek kndraan umum na na soalnya kmrn kan bawa mobil

kl dr sby rutenya
sby-sidoarjo-gempol-bangil-pasuruan-probolinggo-bromo

kl dr mlg bs lewat nongkojajar-probolinggo-bromo

Suka 0
birulangit
birulangit
birulangit Sr.
pd. 22 Agu 2010, 10.59

Wah seru....kpn mau k bromo lg? Aku dr jkt low dr sini k sana rutey k mana?

Suka 0

© backpackerindonesia.com