Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

Tags

Mengejar Sunrise di Pananjakkan Bromo

nenie
nenie, pada 14 Okt. 2012, 14.30
di Blog

Melanjutkan crita sblmnya, kalau sebelumnya nenie bahas ttg rute menuju bromo, kali ini sekedar sharing pengalaman one day trip di Bromo nya, terutama pengalaman mengejar sunrise di pananjakkan Bromo.

Waktu sudah terbilang malam, pukul 23.00 saat kami tiba di Ngadisari, kaki gunung Bromo setelah perjalanan kurang lebih 800 Km dari Jakarta. Hari sudah larut malam dan kami hanya ingin beristirahat sejenak sebelum esok subuh bersiap berangkat mengejar sunrise di Pananjakkan.

Untunglah supir angkutan yang membawa kami kemari tadi bersedia menolong kami untuk mencari penginapan dan menyewa Jip untuk tur esok pagi. Sayang kami tiba sudah terlalu malam, penginapan yang murah meriah dan nyaman yang kata bapak supir hanya seharga 100rb bahkan kurang itu sudah habis disewa para wisatawan lainnya. walhasil kami mau tak mau dan untunglah masih ada, kami menyewa sebuah kamar penginapan seharga 250.000 yang muat untuk 2-6 orang, ada 2 kasur jadi bisa bareng2 tidurnya. memang cukup terbilang mahal buat para pejalan murah meriah seperti kami, tapi jadilah daripada kami kedinginan di pinggir jalan, hehehe :nikmat:

Sewa Jip ada 2 versi disini, pertama sewa 1 Jip bener2 seharga 600.000, kalau datang agak siang mungkin bisa dapet harga hanya 500.000 an, atau versi ke 2 yaitu ikut rombongan Jip carteran per orang, jadi daftar gitu, bayarnya per orang seharga 100.000 rupiah, nanti digabung sama orang-orang lainnya yang mau naik Jip juga, ini nama lainnya sih mirip angkot kali yah, wkwkwk tapi versi ke 2 ini sangat membantu bagi yang melakukan trip hanya 3 orang atau kurang seperti kami ini. karna tidak perlu membayar terlalu berat hanya untuk memakai Jip bertiga saja. Tadinya kami memilih yang versi ke 2 ini, tapi tiba-tiba berubah haluan karna ternyata di penginapan kami bertemu rombongan backpacker lain, yaitu rombongan mas Aksan dan kawan-kawannya dari Sorong, Papua. mereka ada 4 orang dan belum menyewa Jip juga, setelah berunding akhirnya kami berencana menyewa 1 Jip bersama, lega juga rasanya karna memang lebih privasi aja kalau sewa 1 Jip jadi rute jalannya bisa diatur sendiri.

Pintu kamar kami sudah digedor dari tadi, dan kami bertiga baru aja terbangun, oh tidaakk!! saking capeknya perjalanan kemarin kami jadi bablas tidur, padahal sudah bikin janji jam 4 dini hari ini kami start jalan ke Pananjakkan untuk melihat sunrise. dengan secepat kilat kami bersiap dan segera keluar kamar sambil senyum-senyum nggak enak dengan rombongan mas Aksan. heee… :malu:

Jip berhenti dan parkir di sepanjang deretan jip lainnya di daerah pananjakkan. Langit masih gelap dan kami harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk sampai ke puncak pananjakkan. awalnya semangat memang menyertai langkah kami, satu tanjakkan…masih semangat, dua tanjakkan…muka edi mulai pucat, nenie juga udah mulai ngos-ngosan :itshot:
mungkin memang tepat ada lagu naik…naik…ke puncak gunung, tinggiiiii….tinggiiii sekaliiiii…… !!!

huft..huft…ayo jalan pelan-pelan, sebentar lagi pasti sampe, ucap nenie dalam hati, teringat waktu mendaki ke puncak sikuner dieng dulu. di sekitar jalan sudah banyak kuda kuda yang disewakan untuk membantu naik ke atas, harga kuda berkisar antara 30.000-100.000, tergantung posisi dimana kita start naik kuda, dan tergantung kemampuan menawar kita,hehe… salah satu Mas pemilik kuda terus mengikuti kami dan menawarkan kuda nya, dengan menghancurkan harapan si pemilik kuda bilang “ayo mba kuda nya mba, masih jauh loh, masih 4 tanjakkan lagi…” Edi dan nenie langsung berpandangan, apaaah??? 4 lagi??? ini aja jantung kami udah mau copot! :pusing: :dead:

Dengan napas yang ngos-ngosan, detak jantung yang sangat cepat akibat kompensasi berjalan jauh dan tinggi padahal sebelumnya kami jarang olahraga, akhirnya kami sampai di puncak pananjakkan bromo, lokasi yang paling pas untuk melihat indahnya gunung bromo dan menanti sunrise di pagi hari ini. disekililing kami sudah ramai dan padat sekali dipenuhi para wisatawan dari dalam maupun luar negri, semuanya terlihat sangat menikmati keindahan alam dari tempat ini, kagum akan ciptaan Maha Pencipta yang merancang alam seindah ini, mengukir bentuk-bentuk alami yang berpadu menjadi satu keindahan, dan terimakasih juga karna kami sudah mendapat kesempatan untuk dapat menikmati semua ini.

Rasa lelah mendaki kemari tadi benar-benar setimpal dengan apa yang didapat saat ini. Walau detak jantung kami masih terdengar saking cepat dan kuatnya, tapi apa yang disaksikan dari atas sini dapat memberikan ketenangan tersendiri, ada kedamaian yang bisa dirasakan, hamparan langit biru gelap dini hari dengan seberkas sinar matahari yang ingin segera keluar dari persembunyiannya, serta gambaran kawah gunung bromo yang terlihat dari atas sini benar-benar merupakan perpaduan yang sempurna.

Tidak lama setelah kami tiba diatas sana matahari mulai menampakkan dirinya, sunrise perlahan-lahan mulai muncul, dan semua orang yang ada disana dengan sigap menyiapkan kamera mereka masing-masing untuk menangkap momen ini. Semuanya terdiam dan sibuk menangkap gambaran sunrise yang datang perlahan. nenie juga tak ketinggalan mengabadikan momen ini, langsung saja jepret sana jepret sini beberapa kali untuk mendapat hasil yang optimal :)

Puas menikmati keindahan dari atas pananjakkan bromo ini, dan puas juga berfoto ria berkali-kali, akhirnya kami turun lagi ke tempat dimana Jip kami parkir tadi, bersegera untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya lagi, kawah bromo, pasir berbisik dan bukit teletubies yang merupakan favorit Edi, hehe… Jauh meninggalkan pananjakkan kami sempat berkata, “nanti kita pasti kesini lagi…”


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

nenie
nenie
nenie Jr.
pd. 23 Okt. 2012, 23.29

klo soal tiket bisa beli kapan aja sbnernya, misal naik kereta api bisa beli di indomaret mana aja,hehe..promosi ya jadinya,

sbnernya klo mau trip ga ush terlalu direncanakan, cari info, atur jadwal, pergi deh, soal nyasar2 urusan belakangan :bigsmile: tinggal muka tembok aja tanya sana sini sepanjang perjalanan... 8)

Suka 0
dinar.dieyan
dinar.dieyan
dinar.dieyan Jr.
pd. 21 Okt. 2012, 13.46

bulan dpn Pengen bgt kesanaaa.... namun blm mendapatkan tiket juga sampai saat ini... :akhirnya: #nasib para pekerja... Boleh minta PIN ga ? siapa tau bisa trip brg"

Suka 0
nenie
nenie
nenie Jr.
pd. 21 Okt. 2012, 5.36

haa... makasih comment smuanya...

@imad : iya emg di ending tiap trip berat bgt rasanya ninggalin tmpt trip yang qta datengin, rata2 selalu berkesan dan pengen balik lg kesana... :cry:

@tasya : iya tasya segera deh ke bromo, gak bakal nyesel dengan pemandangan2 yg di dapet disana, apalagi gurun pasirnya itu jarang2 liat di tmpt lain :)

klo bakat buat novel blm tau juga yaa.. :bigsmile: soalnya cuma seneng nulis2 perjalanan jalan2 gtu...hehe

Suka 0
koplo
koplo
koplo Sr.
pd. 17 Okt. 2012, 3.51

bakat buat novel

Suka 0
tasyasitepu
tasyasitepu
tasyasitepu Newbie
pd. 16 Okt. 2012, 19.17

gara2 baca cerita mbak nenie ini, jadi semakin pengen ke Bromo deh :sayhi:

Suka 0
imad
imad
imad Pro.
pd. 16 Okt. 2012, 10.28

hahai

.jujur nyentuh bnget perkataan yang terakhir
-nanti pasti kta kesini lg-

.yg ketika merenung perkataannya sering bnget keluar saat mengadakan trip
© :-)

Suka 0

© backpackerindonesia.com