Trending

Tanya & Jawab

Blog

Galeri

Teman jalan

Tour & Travel

Tujuan Wisata

Summer in Rinjani

mojojoojoo
mojojoojoo, pada 26 Nov. 2012, 14.18
di Blog


Sekilas Tentang Gunung Rinjani
Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi kedua setelah gunung Kerinci yang ada di Sumatera. Gunung dengan ketinggian 3726 mdpl ini berlokasi di utara pulau Lombok, nusa tenggara barat. Secara administratif gunung ini berada di wilayah 3 kabupaten; Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara. Gunung Rinjani menjadi salah satu gunung favorit di Indonesia yang sudah terkenal ke mancanegara karena keindahan bentang alamnya yang menarik wisatawan dan pendaki untuk menjejaki kakinya di puncak rinjani. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha.
Salah satu masterpiece dari gunung ini adalah Danau Segara Anak, bagi suku sasak danau ini merupakan tempat yang sakral dan suci, danau dengan air yang berwarna hijau kebiruan itu digunakan pula sebagai tempat ziarah dan peribadatan umat hindu, Islam wettu telu (Islam-Hindu). Ditepian danau tersebut terdapat Gunung Barujari, gunung tsb terbentuk karena letusan vulkanik gunung rinjani. Para pendaki juga bisa dimanjakan dengan berendam seharian di kolam belerang alami dan menghabiskan waktu di danau dengan memancing ikan mujair, mas, carper. Jika sedang beruntung bisa dapat ikan ukuran besar.
Untuk menuju gunung rinjani dapat menggunakan bus langsung menuju mataram, atau menggunakan penerbangan menuju bandara selaparang mataram-lombok dan gerbang pelabuhan lembar menuju terminal bus ke kota mataram. Selanjutnya dari terminal kota mataram naik angkutan umum menuju aikmel, sampainya di aikmel langsung naik angkutan umum lainnya menuju pos pendakian desa sembalun. Sebagai catatan bagi pemakai angkutan umum dari mataram-aikmel sebaiknya berangkat pagi hari karena jalanan yang rusak dan curam selagi itu angkutan umum dari aikmel sampai jam 12.00 atau sebaiknya mencarter angkutan umum lainnya.

9 Juli 2012

Sekre wanapratala unram- basecamp sembalun
Sore yang cerah kami pun berangkat menuju desa sembalun dari sekre wanapratala fakultas teknik unram. Dengan berjumlah 16 orang dibaginya 2 tim, tim inti untuk pengambilan nomor wajib anggota muda yaitu; zaky, upil, iam, agus, anis, umam dan zul sebagai penanggung jawab mbah somad & mas ipul. Di tim hore ada; mas wanto, mas azhari, debri, sam, adit dan saya sendiri dibantu oleh rakas sebagai guide untuk tim hore. Setelah menempuh 3 jam perjalanan ahirnya kita sampai di desa sembalun dan menginap di rumah warga untuk menunggu hari esok. Kami menikmati makan malam bersama di warung penduduk sekitar dan berbagi cerita dengan 2 bule asal Belgia serta penduduk sekitar yang berprofesi sebagai porter yang akan naik esok hari. Sudah larut malam, kami harus beristirahat untuk pendakian esok hari.

10 juli 2012

Desa sembalun-pos bayangan
Esok harinya pukul 05.00 waktu setempat kami packing ulang dilanjutkan dengan briefing dan sarapan untuk mengisi stok energi sampai siang. Tak lupa berpamitan & berterima kasih kepada pemilik rumah yang telah mempersilahkan kami menginap di gazebonya, kemudian berjalan kecil menuju pos informasi rinjani untuk mengurus surat perizinan. Di pos sembalun juga menyediakan jasa porter & guide serta penyewaan peralatan pendakian.

Dan jam 7.10 wita kita memulai tracking dari pos sembalun yang ketinggiannya 1.150 mdpl. Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute sembalun dan mengakhirinya di pos senaru karena bisa menghemat jarak 550m. Perjalanan diawali dengan jalanan aspal dengan pemandangan kanan kiri ilalang, sejauh mata memandang gunung rinjani berdiri dengan angkuhnya. Sampai di jalanan tanah yang berdebu dan memasuki trek yang sesungguhnya padang savana yang luas dan berbukit bukit. Jalur sembalun merupakan jalur yang landai dan panjang dibandingkan jalur senaru namun cuaca yang panas karena terik matahari yang mudah menyengat kulit kita menyebabkan stamina yang cepat terkuras. Sesaat saya terdiam terpaku, diantara langit yang membiru dan nafas yang memburu. Subhanallah aku melihat kebesaranMu.

Hah rasanya punggungan itu tak ada ujung dan habisnya, sampai di punggungan yang kesekian kalinya ahirnya kita memutuskan untuk makan siang nasi bungkus terlebih dahulu. Dan ternyata kita dikelabuhi oleh mbah somad yang sudah tau medan sana katanya biar ada cerita, kita dibuat naik turun punggungan melalui jalur kebo (bukit teletubies) yang sudah tak terpakai lagi sedangkan adit dan rakas terlebih dahulu sampai di pos 2 karena melewati jalur yang sesungguhnya. Setelah 6 jam perjalanan ahirnya kita kembali ke track yang sesungguhnya. Terimakasih untuk 6 jam pemanasan naik turun punggungan ya mbaah!
Ditengah perjalanan menuruni bukit teletubies mas azhari keseleo dan kena anklenya melambatlah ritme perjalanan kita karena tenaga sudah lumayan terkuras untuk bukit teletubies. Hari sudah mulai gelap kami memutuskan untuk bermalam di pos bayangan yang berada antara pos 2 dan pos 3 untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

11 juli 2012

Pos bayangan- camping ground plawangan sembalun
Pulasnya tidur saya semalam setelah menikmati makan malam nasi ayam kecap pedas entah apalah itu namanya. Bangun bangun sudah tersedia teh hangat dan sarapan, terimakasih tim inti untuk masakannya.
Menuju pos 3 kita dihadapkan dengan tanjakan yang terjal, pemanasan sebelumnya untuk melewati bukit penyesalan. Sampai di pos 3 istirahat sejenak sambil menyeduh susu dan bercengkrama dengan pendaki lain, ada rombongan dari ui dan bule dari cheko beserta guidenya anak unram. Saya pamit duluan melanjutkan perjalanan karena tau kapasitas saya menanjaki bukit selalu menjadi yang terbelakang, dan ternyata benar ditengah perjalanan saya disusul teman teman lainnya. Benar benar bukit penyesalan dengan elevasi yang curam, baru melangkahkan 10 langkah saja nafas ini sudah terengah engah. Sampai pada klimaksnya kami istirahat cukup lama, bersenda gurau untuk menghibur diri sendiri. Salah satu anggota muda pun nyeletuk dengan logat jawanya “ Ya allah gawe gunung kok nduwur nduwur ojo seng angel di daki, kuatke sikilku ya allah” Hahahahha dan kita lepas tertawa semua, lumayan hiburan sesaat. Kasian juga ngeliat anggota muda yang kerilnya 2 kali lebih berat dibanding saya, bawa daypack juga pula.

Setelah melepas lelah kami melanjutkan perjalanan “Berapa bukit lagi pak?” tanyaku pada porter “Dua bukit lagi ..” Hap hap dengan gontainya kaki ini melangkah sampai berpapasan dengan tim rescue yang sedang merescue bule wanita yang tergelincir ke bibir jurang.
Kabut jenuh mulai turun, beberapa langkah lagi plawangan sembalun dan ahirnya Alhamdulilaaaaaaaaaaaaaaaaaaah! Sudah kelu rasanya kaki ini, mengistirahatkan sejenak dan melanjutkan sedikit perjalanan sampai ke camping ground plawangan sembalun. Capek dan lelah ini terbayar semua ketika awan mulai bergeser dan menikmati pemandangan segara anak yang menyeruak dari bawah. Moment yang gabisa dinarasikan ketika matahari mulai menenggelamkan suryanya diantara bukit bukit dengan pemandangan kiri bawahnya segara anak dan gunung barujari, ah speechless!
Tak banyak yang dilakukan malam itu setelah makan malam bersama, kami segera mengistirahatkan tubuh ini untuk mempersiapkan summit attack esok dini hari.

12 juli 2012

Plawangan sembalun-puncak
Saya terbangun karena panggilan alam, bangun lebih awal dari bunyi alarm. Rasanya enggan untuk keluar dari tenda dengan udara yang dingin, mau gamau harus mengeluarkan sisa makanan beberapa hari yang lalu dibandingkan melakukan ritual alam nanti sewaktu perjalanan ke puncak, oh NO!
Dari 16 hanya 12 yang melakukan summit attack, dengan alasan 3 orang itu sudah pernah muncak dan satu orang gagal dalam perjalanan ke puncak karena merasa tidak sanggup. Berbekal dengan alat penerangan, air minum dan persediaan makanan, kami memulai perjalanan rasanya benar benar kaku kaki itu memulai menaiki punggungan kembali dengan jalur berpasir dan kerikil. Saya menjadi yang terbelakang dari tim hore dan teman teman yang lain dengan sabarnya menunggu langkahan kaki saya sedangkan tim inti tertinggal dibelakang karena mengambil kamera yang tertinggal.

Dengan udara yang dingin dan terpaan angin yang kencang, ditengah perjalanan kami menyeduh kopi untuk menghangatkan tubuh sementara dan melanjutkan perjalanan meniti bibir kawah yang margin safety pas pasan, jalan setapak kanan kiri jurang yang entah dimana ujung jurangnya tersebut.

Menikmati sunrise di tengah perjalanan dan gugusan awan yang membentuk air terjun serta triangularfacet gunung agung dan tambora, benar benar puncak yang berbayar belum sampai puncaknya saja sudah disuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya. Dan 400 meter sebelum puncak adalah masa masa kritis yang melelahkan dan menguji mental saya, rasanya sia sia langkah ini maju dua langkah mundur selangkah melewati tanjakan pasir berbentuk huruf "S". Ditengah perjalanan berpapasan dengan keluarga bule dan 2 anak kecilnya yang kira kira berumuran 8 dan 10 tahun yang sudah turun dari puncak, sedikit mendapatkan suntikan semangat melihat mereka. Benar benar lemas kaki ini yang tersisa tinggal semangat, doa dan keinginan yang kuat untuk sampai puncak. Dan ahirnya puncak rinjani 3726, disambut oleh pelukan hangat teman teman lain yang sudah sampai puncak terlebih dahulu, alhamdulilah atas izin KebesaranMu saya bisa menjejaki atap pulau Lombok. Bener bener spechleess sampai diatas, mau nangis juga sampai gabisa ini!

Puncak-plawangan sembalun
Kami merupakan kloter terakhir yang menghabiskan waktu di puncak sampai matahari yang sangat dekat menyapa kulit kita. Menghabiskan waktu di puncak dengan upacara pengambilan nomor dan menikmati makan siang seadanya. Kabut mulai naik dan kita memutuskan untuk turun. Perjalanan turun dari puncak bukan hal yang mudah, dibandingkan naiknya dengan medan yang berpasir dan berkerikil kami pun berlari menuruninya dengan lebih berhati hati salah salah tergelincir ke bibir jurang. Karena asyiknya menuruni jalanan yang berkerikil, kami melewati trek yang berbeda sewaktu turun yang ujungnya itu jurang ahirnya kami melipiri tebing dan kembali ke trek sebenarnya. Dengan waktu yang lebih cepat dibandingkan naik, saya sampai di camp plawangan sembalun dengan teman teman yang sudah sampai terlebih dahulu. Masuk tenda dan memejamkan mata sementara, kantuk yang gabisa ditolerir sejak awal summit attack. Hah tidur ayam yang lumayan, dilanjutkan makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke segara anak.

Plawangan sembalun-segara anak
Kurang lebih pukul 15.40 kami memulai kembali trekking menuju segara anak, jalanan yang ditutupi dengan kabut dengan turunan yang terjal dan batuan yang mudah terjatuh memfokuskan kami harus lebih berhati hati. Dengan stamina yang sudah terkuras untuk muncak, tinggal sisa sisa semangat yang ada, kaki benar benar sudah lemas untuk melangkah. Empat jam perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai segara anak dengan trek yang mulai gelap, dengan bonus sesekali climbing menaiki tebing. Beberapa meter sebelum sampai camp, jalan saya sudah keleyengan menahan rasa sakit kaki ini, dua kali terjatuh ke sisi kiri dengan posisi sisi kanan tebing jurang dan mbah somad yang berjalan dibelakang saya selalu mengingatkan saya untuk fokus dan jangan bercanda, siapa juga yang bercanda ini beneran sakit dan lelah mbaaah. Alhamdulilah sorotan cahaya dari camping ground segara anak sudah terlihat, terlihat lebih dekat teman teman yang lain sedang mendirikan tenda dan sebagian memasak makan malam. Saya, mas azhari, debri, mbah somad dan sam izin untuk berendam terlebih dahulu dikolam air panas terbuka, melepas lelah yang ada diantara taburan bintang di langit, saya benar benar menikmati malam itu..

13 juli 2012

Menikmati segara anak
Ahirnya tidur yang berkualitas, saya terbangun pukul 10.00 yang lain sudah sibuk dengan aktivitasnya masing masing; berendam, memancing, memasak, atau hanya bersantai menikmati danau segara anak.
Segelas susu hangat pertama yang saya nikmati pagi itu, memanjakan diri di tepian danau yang sesekali ikut ikutan memancing dan mengabadikan moment tersebut dengan yang lainnya, Ah serunya! Seharusnya hari itu jadwal kami langsung naik kembali ke senaru namun karena masih lelah kami nambah satu malam lagi di danau, Howreeeeee!
Sekilas Danau Segara Anak berada di ketinggian 2010 mdpl, berbentuk bulan sabit dengan luas sekitar 11.126 ha dengan kedalaman 160-230 m. Disekelilingnya dibatasi dinding kaldera yang tingginya mencapai 650 m dengan munculnya kerucut baru Gunung BaruJari di tengah tengahnya.

Makan siang dengan ikan goreng hasil pancingan teman teman yang lumayan dapet banyak terasa nikmatnya dinikmati dalam siang itu. Sorenya berendam lagi di kolam bawah yang lebih besar yang ada air terjunnya untuk air dingin dan yang kecil untuk kolam air panas karena merasa kurang panas airnya kami pindah ke kolam atas yang penuh dengan bule bule, udara yang mulai dingin mengharuskan kita untuk mengakhiri sesi berendam, tanpa ganti baju kami berfoto foto bersama di pinggir danau bersama Jery, bule dari cheko sambil menikmati senja yang tertutup kabut dan bercerita tentang pengalaman hidupnya yang telah mengunjungi berbagai negara di belahan dunia, sedikit malu karena dia lebih mengetahui KEINDAHAN alam Indonesia. Ditutup dengan makan malam bersama menikmati ikan bakar. Malam yang indah untuk dilewatkan dan diakhiri.

14 juli 2012

Segara anak-plawangan senaru-basecamp senaru
Bunyi alarm pukul 05.00, packing packing rasanya enggan untuk beberes. Susu hangat untuk pagi yang hangat, setelah selesai sarapan dan beberes kami foto foto bersama dengan senior alumni ugm era 80-an. Jam menunjukkan pukul 08.00 kami pamit duluan dengan para pendaki lain, diawali dengan berjalan melipir danau dan sejenak saya terdiam menikmati potret danau serta gunung barujari yang beratapkan langit biru untuk terahir kalinya, ”Insya allah saya akan kembali lagi ke tempat ini ” doaku dalam hati.

Mulai menanjak dan memasuki hutan sampai di watu ceper saya bertegur sapa dengan bule hamil yang menuju segara anak, how cool she is! Kemudian Melipir lereng lereng bukit, sesekali harus memanjat batuan besar. Yah itulah rinjani yang terkenal dengan naik turun bukitnya, sampai di plawangan senaru pukul 12.00 dan makan siang di pos selanjutnya.

Setelah terisi energi kami melanjutkan perjalanan, tinggal sisa menuruni jalanan dan memasuki hutan senaru. Saya menjadi yang terbelakang di tim inti karena tak kuat berlari, namun berjalan santai konstan. Terkadang bertemu porter yang mengingatkan saya untuk hati hati. Menikmati udara sejuk dari hutan senaru sampai tak terasa sudah sampai di gerbang pendakian pos senaru, teman teman yang sudah sampai terlebih dahulu sudah menikmati gorengan dan teh hangat di warung Pak Ridwan penduduk sekitar senaru. Menikmati tegukan welcome drink dan meluruskan kaki ini. Setelah istirahat kami masih harus berjalan 1 km untuk naik angkutan menuju mataram, melewati rumah dan kebun penduduk dan lapor ke RTC (Rinjani Trekking Center) karena telah turun dengan selamat. Di dekat Pos RTC terdapat desa wisata suku sasak, suku asli pulau Lombok, kami turun dari angkutan dan tak lupa mengabadikan moment tersebut sambil menunggu teman teman lain yang lapor ke RTC. Perjalanan pulang yang melelahkan, sempat tertidur dalam angkutan dan ahirnya sampai di gerbang samping Universitas Mataram. Kami harus berjalan 5 menit menuju Sekre Wanapratala dengan keadaan sebagian anak anak yang jalannya sempoyongan karena terlena minuman khas senaru.

Dalam setiap perjalanan saya mendapatkan pelajaran dan pengalaman hidup yang bisa diambil hikmahnya. Dari naik turun bukit saya belajar bahwa tidak ada hal yang mudah untuk didapatkan, semua itu butuh usaha dan doa dan ketika sudah sampai di titik tertinggi kita disadarkan dalam renungan betapa manusia itu begitu kecil dihadapan Tuhan. Berusahalah, wujudkanlah dan optimislah. Langkahkanlah lebih jauh tapi jangan pernah lakukan itu semua tanpa keikhlasan.


Silakan login atau mendaftar untuk mengirim komentar

JoAchmad
JoAchmad
JoAchmad Newbie
pd. 24 April 2013, 17.06

Mantabbbbbb gan
ane nyusul :jempol:

Suka 0
jenarespati
jenarespati
jenarespati Sr.
pd. 1 Feb. 2013, 10.48

miss that place :aselole: ...been there 12 years ago...mau kesana lagi... :haha:

salam dari lereng Merapi+Merbabu... :sayhi:

Suka 0
mojojoojoo
mojojoojoo
mojojoojoo Newbie
pd. 18 Jan. 2013, 13.53

iyussugianto :mantap mas bro... habis berapa biaya ke rinjani

Hehehe saya cewe mas, abis 590 all in itu dari jogja :)

Suka 0
Filo
Filo
Filo Sr.
pd. 14 Jan. 2013, 12.39

:akhirnya: :keren: .... subhanallaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh......

Suka 0
Lome Belozoglu
Lome Belozoglu
Lome Belozoglu Newbie
pd. 11 Jan. 2013, 11.00

awesome

Suka 0
hendrych
hendrych
hendrych Jr.
pd. 5 Jan. 2013, 9.44

woww..... sampai ngak habis pikir mebayangkan hemmm.... luarbiasa :)

Suka 0
tinong mtrihandayani
tinong mtrihandayani
tinong mtrihandayani Sr.
pd. 4 Jan. 2013, 13.26

terharu gw bacanya......ihiks ihiks ihiks.... :jempol: smoga juni thn ini jadi kesana. :akhirnya:

Suka 0
almatubari
almatubari
almatubari Jr.
pd. 1 Jan. 2013, 23.05

belum sempat kesana... :jempol:

Suka 0
magdalena
magdalena
magdalena Sr.
pd. 28 Des. 2012, 19.04

baca blognya berasa ikutan ada disana :akhirnya:

Suka 0
agus naw
agus naw
agus naw Newbie
pd. 28 Des. 2012, 13.17

:aselole:
kpan y saya.,.,.,

Suka 0

© backpackerindonesia.com